You are on page 1of 21

Pengertian HAM, Piagam-Piagam HAM, dan Contoh-

Contoh HAM

Disusun Oleh :
HARIS MUAMAR KHADAFI (11180000091)
SURYADI (11180000154)
ANINDYAH K. (11180000187)

S1 – AKUNTANSI
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia
Jl. Kayu Jati Raya No. 11A, Rawamangun 13320

1
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, senantiasa kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang hingga
saat ini masih memberikan kita nikmat iman dan kesehatan, sehingga kami diberi
kesempatan yang luar biasa ini yaitu untuk menyelesaikan tugas penulisan makalah
tentang “Pengertian HAM, Piagam – Piagam HAM, dan Contoh – Contoh HAM”.

Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita haturkan untuk junjungan nabi kita, yaitu Nabi
Muhammad SAW yang telah menyampaikan petunjuk Allah SWT untuk kita semua, yang
merupakan sebuah pentunjuk yang paling benar yakni Syariah agama Islam yang
sempurna dan merupakan satu-satunya karunia paling besar bagi seluruh alam semesta.

Tidak lupa kami ucapkan terimakasih banyak kepada Dosen Pendidikan


Kewarganegaraan kami yaitu Bu Zaidar Zainuddin, S.H.,M.H. yang telah membimbing
kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Adapun penulisan makalah ini merupakan bentuk dari pemenuhan tugas mata kuliah
Pendidikan Kewarganegaraan. Pada makalah ini kami akan membahas mengenai
Pengertian HAM, Piagam – Piagam HAM, dan Contoh – Contoh HAM.

Kami mengharapkan semoga makalah yang kami buat ini dapat bermanfaat bagi para
pembacanya. Untuk itu kritik dan saran sangat kami apresiasi untuk membangun dalam
rangka penyempurnaan makalah ini. Akhir kata kami dari para penyusun makalah ini
mengucapkan terimakasih.

Jakarta, 26 Maret 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

JUDUL…………………………………………..……………………………………..……1

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………2

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………..3

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………..i

1. Latar Belelakang…………………………………………………………4

2. Rumusan Masalah………………………………………………………5

3. Tujuan Penulisan…………………………………………………………5

BAB IIPEMBAHASAN………………………………………………………………ii A.

Pengertian HAM………………………………………………………….6–10

B. Piagam-Piagam HAM ..................................................................... 11–14


C. Contoh-Contoh HAM ...................................................................... 15–20

BAB III PENUTUP………………………………………………………………………iii

1. Kesimpulan………………………………………………………………….21
2. Kritik dan Saran…………………………………………………………….21

Daftar Pustaka ……………………………………………………………………………….22.

3
BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Hak asasi manusia (HAM) merupakan sesuatu yang sangat penting dalam
kehidupan umat manusia. Setiap manusia yang lahir sudah melekat hak asasinya.
Orang lain tidak dapat menggangu hak asasi masing-masing individu. Oleh karena
itu, hak asasi harus dipahami oleh setiap orang. Karena begitu pentingnya, hak
asasi manusia (HAM) dijadikan sebagai salah satu materi dalam perkuliahan
Pendidikan Kewarganegaraan. Itu sebabnya untuk menjadi warga
negara yang baik harus memahami dan menyadari mengenai Hak Asasi Manusia.

Sudah 71 tahun semenjak ditetapkannya Universal Declaration of Human


Rights (UDHR) atau Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) 1948,
manusia hidup dalam kebebasan, persamaan dan perlindungan. Setiap orang
diakui hak dasarnya. Hal ini mengharuskan bagi semua orang tanpa terkecuali
untuk mengakui hak dasar atau kodrati orang lain, termasuk negara beserta
penguasanya sekalipun. Sebagaimana yang diungkapkan Muhtaj (2008:19), “DUHAM
adalah puncak konseptualisasi HAM universal”, artinya isi DUHAM
berlaku untuk semua bangsa di dunia, termasuk bangsa Indonesia.
Indonesia merupakan negara yang mendeklarasikan kemerdekaan 3 tahun
lebih dahulu sebelum ditetapkan DUHAM 1948. Negara Indonesia sangat
memperhatikan penegakan HAM. Dalam upaya memberikan jaminan atas
penegakan HAM, materi muatan HAM dimasukkan dalam Amandemen Kedua dan UUD
1945. Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 juga terdapat
ketentuan mengenai HAM.
Setiap negara bertanggungjawab terhadap hak asasi tiap warga
negaranya. Sebagaimana dalam Pasal 71 UU RI Nomor 39 Tahun 1999 tentang
Hak Asasi Manusia sebagai berikut:

Pemerintah wajib dan bertanggungjawab menghormati, melindungi,


menegakkan, dan memajukan hak asasi manusia yang diatur dalam Undang-undang
ini, peraturan perundang-undangan lain, dan hukum internasional
tentang hak asasi manusia yang diterima oleh Negara Republik Indonesia.

Pemerintah harus senantiasa menjamin eksistensi hak-hak dasar setiap


warga negaranya. Tidak boleh membiarkan begitu saja dan lepas tanggungjawab
terhadap hak asasi tiap warga negaranya. Sebisa mungkin untuk memenuhinya
karena sudah tercantum dalam konstitusi. Pembiaran terhadap hak asasi warga
negara dapat dikatakan sebagai pelanggaran HAM.

4
2. RUMUSAN MASALAH

Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam pembuatan karya tulis ini diantaranya :
1) Apa pengertian Hak Asasi Manusia ?
2) Apa saja piagam–piagam Hak Asasi Manusia ?
3) Dan sebutkan contoh-contoh Hak Asasi Manusia !

3. TUJUAN PENULISAN

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :


1. Sebagai pemenuhan tugas makalah Pendidikan Kewarganegaraan
2. Mengetahui apa saja pengertian-pengertian HAM menurut pandangan para ahli
3. Dan, mengetahui pengertian HAM menurut Undang-Undang
4. Dapat mengetahui apa saja penjelasan piagam-piagam HAM
5. Mengetahui beberapa contoh kasus pelanggaran HAM (terutama di Indonesia)

5
BAB II

PEMBAHASAN

(Lambang Universal Hak Asasi Manusia)

A. PENGERTIAN HAM

Pengertian HAM adalah hak-hak dasar manusia yang dimiliki sejak berada dalam
kandungan dan setelah lahir ke dunia (kodrat) yang berlaku secara universal dan diakui
oleh semua orang.
HAM adalah singkatan dari Hak Asasi Manusia, dimana masing-masing kata tersebut
memiliki makna. Kata “Hak” dalam hal ini berarti sebagai kepunyaan atau kekuasaan
atas sesuatu, sedangkan “Asasi” adalah sesuatu hal yang utama dan mendasar. Jadi,
pengertian HAM secara singkat adalah suatu hal yang mendasar dan utama yang
dimiliki oleh manusia.
Pada praktiknya, ada banyak sekali pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di
berbagai penjuru dunia. Pelanggaran HAM tersebut dilakukan semata-mata untuk
kekuasaan dan kepemilikan sumber daya yang ada di suatu tempat.

6
Agar lebih memahami apa itu HAM, maka kita dapat merujuk kepada pendapat beberapa
ahli. Berikut ini adalah pengertian HAM (Hak Asasi Manusia) menurut para ahli:

1. John Locke

Menurut John Locke, pengertian HAM adalah hak-hak yang langsung diberikan Tuhan
kepada manusia sebagai hak yang kodrati. Oleh karena itu, tidak ada kekuatan apapun
di dunia yang bisa mencabutnya. HAM ini sifatnya mendasar (fundamental) bagi
kehidupan manusia dan pada hakikatnya sangat suci.

2. Jan Materson

Menurut Jan Materson (komisi HAM PBB), pengertian HAM adalah hak-hak yang ada
pada setiap manusia yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.

3. Miriam Budiarjo

Menurut Miriam Budiarjo, pengertian HAM adalah hak yang dimiliki setiap orang sejak
lahir ke dunia, hak itu sifatnya universal sebab dimiliki tanpa adanya perbedaan
kelamin, ras, budaya, suku, dan agama.

4. Prof. Koentjoro Poerbopranoto

Menurut Prof. Koentjoro Poerbopranoto, pengertian HAM adalah suatu hak yang
sifatnya asasi atau mendasar. Hak-hak yang dimiliki setiap manusia berdasarkan
kodratnya yang pada dasarnya tidak akan bisa dipisahkan sehingga bersifat suci.

5. Oemar Seno Adji

Menurut Oemar Seno Adji, pengertian HAM adalah hak yang melekat pada setiap
martabat manusia sebagai insan dari ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang sifatnya tidak
boleh dilanggar oleh siapapun.

7
6. Jack Donnely

Menurut Jack Donnely, definisi HAM adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-
mata karena ia manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena diberikan
kepadanya oleh masyarakat atau berdasarkan hukum positif, melainkan semata-mata
berdasarkan martabatnya sebagai manusia.

7. UU No 39 Tahun 1999

Menurut UU No 39 Tahun 1999 pasal 1, pengertian HAM adalah seperangkat hak yang
melekat pada diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dimana hak
tersebut merupakan anugerah yang wajib di dilindungi dan hargai oleh setiap manusia.

8. David Beetham dan Kevin Boyle

Menurut David Beetham dan Kevin Boyle, pengertian HAM dan kebebasan-kebebasan
fundamental adalah hak-hak individual yang berasal dari kebutuhan-kebutuhan serta
kapasitas-kapasitas manusia.

9. Kevin Boyle dan David Beetham

HAM adalah hak-hak individual dan berasal dari berbagai kebutuhan serta kapasitas-
kapasitas manusia.

10. G.J Wolhos

HAM merupakan sejumlah hak yang sudah melekat serta mengakar dalam diri setiap
manusia di dunia dan hak-hak tersebut tidak boleh dihilangkan, karena menghilangkan
HAM orang lain sama dengan menghilangkan derajat kemanusiaan.

11. Leah Kevin

Menurut Leah Kevin Konsepsi tentang hak-hak asasi manusia mempunyai dua makna
dasar. Yang pertama adalah bahwa hak-hak hakiki dan tak terpisahkan menjadi hak
seseorang hanya karena ia merupakan manusia. Hak-hak itu merupakan hak-hak moral
yang berasal dari keberadaannya sebagai manusia dari setiap umat manusia. Makna
kedua dari hak-hak asasi manusia ialah hak-hak hukum, baik secara internasional atau
nasional.

8
12. C. de Rover

HAM adalah hak hukum yang sama kepada setiap manusia baik kaya atau miskin, laki-
laki maupun wanita. Walaupun hak-hak yang telah mereka langgar akan tetapi ham
mereka tetap tidak dapat dihilangkan. Hak asasi adalah hukum, yang mesti terlindungi
dari aturan nasional agar semuanya terpenuhi sehingga ham dapat ditegakkan,
dijunjung tinggi serta dilindungi.

13. Muladi

HAM adalah segala hak pokok atau dasar yang telah melekat pada diri manusia dalam
kehidupannya.

14. Haar Tilar

HAM adalah hak hak yang melekat pada diri setiap insan dan tanpa memiliki hak-hak
itu maka setiap insan tidak bisa hidup selayaknya manusia. Hak tersebut diperoleh
sejak lahir ke dunia.

15. Austin-Ranney

HAM adalah ruang kebebasan bagi setiap individu yang dirumuskan dengan rinci dan
jelas dalam konstitusi serta sudah dijamin pelaksanaannya oleh pemerintah.

16. Jack Donney

HAM adalah hak-hak yang dimiliki oleh manusia semata-mata dikarenakan dia sebagai
seorang manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena yang diberikan kepadanya
oleh masyarakat atau mengacu pada hukum positif, melainkan itu berdasar pada
adanya martabat sebagai seorang manusia dan Hak tersebut merupakan suatu
pemberian Tuhan YME.

17. Karel Vasak

HAM di klasifikasikan dari tiga generasi yang terinspirasi oleh tiga tema pada Revolusi
Perancis, yaitu: Generasi Pertama; Hak Politik dan Sipil (Liberte); Generasi Kedua, Hak
Sosial, Ekonomi dan Budaya (Egalite) dan Generasi Ketiga, Hak Solidaritas (Fraternite).
Tiga generasi tersebut perlu dipahami sebagai satu kesatuan, saling melengkapi dan

9
saling berkaitan. Vasak menggunakan istilah "generasi" untuk menunjuk pada ruang
lingkup dan substansi hak-hak yang diprioritaskan pada satu kurun waktu tertentu.

18. Mahfudz M.D

HAM adalah hak yang melekat pada martabat setiap manusia yang mana hak tersebut
dibawa sejak lahir ke dunia sehingga pada hakikatnya hak tersebut bersifat kodrati.

19. A.J.M. Milne

HAM adalah suatu hak yang sudah dimiliki oleh semua umat manusia di dunia, di
segala masa, dan juga di segala tempat karena keutamaan keberadaannya adalah
sebagai manusia.

20. SHAW

HAM adalah jika wacana publik masyarakat global dimasa damai itu dapat dikatakan
memiliki bahasa moral yang umum, itu merupakan hak asasi manusia. Walaupun
demikian, klaim yang kuat itu dibuat oleh adanya doktrin hak asasi manusia agar dapat
terus memunculkan sikap perdebatan dan skeptis tentang sifat, isi dan pembenaran hak
asasi manusia sampai berada dijaman sekarang ini. Memang, pertanyaan mengenai
apa yang diartikan dengan "hak" itu memiliki kontroversi dan masih menjadi perdebatan
yang terus-menerus secara filosofis.

21. Franz Magnis Suseno

HAM adalah hak-hak yang sudah dipunyai pada setiap manusia dan bukan karena
diperoleh dari masyarakat (manusia lain). Bukan karena hukum positif yang berlaku,
tapi atas martabatnya sebagai seorang manusia. Manusia mempunyai HAM karena ia
merupakan manusia.

10
B. Piagam-Piagam HAM
 Tahun 627 -> Piagam Madinah.
 Tahun 1215 -> Magna Charta, Inggris.
 Tahun 1679 -> Habeas Corpus Act, Inggris.
 Tahun 1689 -> Bill Of Rights, Inggris.
 Tahun 1789 -> Declaration des Droits de L’homme et du citoyen, Perancis.
 Tahun 1945 -> Fundementals of Human Rights, Piagam Pendirian PBB.
 Tahun 1948 -> Universal Declaration of Human Rights, PBB.
 Tahun 1966 -> International Covenants on CP & ECOSOC Rights, PBB.
 …sekarang -> Bundles of International Conventions, PBB; Vienna Declaration 1993,
PBB

BEBERAPA PENJELASAN TENTANG PIAGAM HAM

1. Piagam Madinah
Piagam Madinah dibuat di Madinah pada awal abad VII M. Piagam ini berisi perjanjian
saling melindungi dan menghormati hak-hak asasi masyarakat muslim dan nonmuslim
yang tinggal di Madinah (Saudi Arabia). Piagam ini mengikat masyarakat dengan nilai
kemanusiaan dan penghormatan atas Hak yang berorientasi pada pencapaian cita-cita
bersama.

(Naskah asli piagam madinah)

2. Magna Charta

Biasanya disebut juga Piagam Agung. Piagam ini lahir di Inggris tahun 1215. Magna
Charta memuat tentang pembatasan terhadap kekuasaan raja, yang tadinya memiliki
kekuasaan tersebut absolut (raja yang menciptakan hukum, tetapi ia sendiri tidak terikat
dengan hukum yang dibuatnya) dan mulai dapat diminta pertanggungjawabannya di

11
muka hukum. Raja tidak boleh memungut pajak tanpa persetujuan dari Great Council.
Orang tidak boleh ditangkap, dipenjara, disiksa, atau disita miliknya tanpa cukup alasan
menurut hukum.

3. Habeas Corpus Act

Lahir di Inggris pada masa pemerintahan Raja Charles II pada tahun 1679. Piagam
HAM ini berisi :
Jika diminta, hakim harus dapat menunjukkan orang yang ditangkapnya lengkap
dengan alasan penangkapannya itu. Orang yang ditangkap harus diperiksa selambat-
lambatnya 2 hari setelah ditangkap.

4. Bill of Rights

Merupakan undang-undang yang diterima oleh parlemen Inggris sesudah berhasil


mengadakan perlawanan terhadap Raja James II, dalam suatu revolusi tak berdarah.
Revolusi ini dikenal dengan istilah “The Glorious Revolution of 1688”. Bill of Rights
melahirkan pandangan (adagium) yang intinya bahwa manusia sama di muka hukum
(equality before the law). Pandangan ini memperkuat dorongan timbulnya negara hukum
& negara demokrasi. Bill of Rights juga melahirkan asas persamaan. Para pejuang
HAM dahulu sudah berketatapan bahwa hak persamaan harus diwujudkan karena hak
kebebasan baru dapat diwujudkan kalau ada hak persamaan.

5. Declaration des Droits de L’homme et du citoyen

Pernyataan Hak-hak Manusia dan Warga Negaranya 1789 adalah suatu naskah yang
dicetuskan pada permulaan Revolusi Perancis sebagai perlawanan terhadap rezim
lama. Ketentuan tentang hak lebih dirinci & dimuat dalam The Rule of Law, yang berisi :
Pertama, tidak boleh penangkapan & penahanan yang semana-mana, termasuk
penangkapan tanpa alasan yang sah & penahanan tanpa surat perintah yang
dikeluarkan oleh pejabat yang sah.
Kedua, Persumption of Innocence (praduga tak bersalah); artinya orang-orang yang
ditangkap kemudian ditahan & dituduh, berhak dinyatakan tidak bersalah sampai ada
keputusan yang menyatakan ia bersalah.

12
6. Universal Declaration of Human Rights

Deklarasi ini merupakan puncak perkembangan pengakuan Hak Asasi Manusia adalah
disahkannya Deklerasi Umum Hak-hak Asasi Manusia – DUHAM (Universal Declaration
of Human Rights) pada tanggal 10 Desember 1948 oleh PBB. Piagam ini disusun oleh
suatu panitia yang dibentuk PBB dengan nama Komisi Hak Asasi Manusia, pada tahun
1964. Piagam Hak Asasi Manusia ini membuktikan bahwa Hak Asasi Manusia bukan
ajaran paham liberalis atau individualis semata, karena piagam ini disetujui oleh
sebagian besar anggota PBB.
Dalam Deklarasi DUHAM (Universal Declaration of Human Rights) dapat dibagikan
menjadi 3 kelompok besar, yaitu :
Hak Politik.
Hak Asasi Martabat dan Interdritas Manusia serta Hak Sosial.
Hak Ekonomi dan Budaya.

7. International Covenants on CP & ECOSOC Rights, PBB

International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights, adalah sebuah


perjanjian multilateral yang ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa
pada tanggal 16 December 1966 dan mulai berlaku pada tanggal 3 Januari 1976.
Negara yang telah meratifikasi perjanjian ini berkomitmen untuk memenuhi hak
ekonomi, sosial dan budaya individu dan wilayah perwalian dan wilayah yang tidak
memerintah sendiri. Beberapa contoh hak yang dijamin adalah hak buruh, hak
kesehatan, hak pendidikan, dan hak atas standar kehidupan yang layak. Pada tahun
2015, terdapat 164 negara yang telah menjadi negara anggota perjanjian ini. Enam
negara lain (termasuk Amerika Serikat) telah menandatangani perjanjian ini, tetapi
belum meratifikasinya.
Perjanjian ini merupakan bagian dari Piagam Hak Asasi Manusia Internasional bersama
dengan Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal dan Kovenan Internasional tentang
Hak-Hak Sipil dan Politik.
Covenants of Human Rights ini berisi :
 International Covenants on Economic, Social and Cultural Rights (Kovenan
Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya).
 International Covenants on Civil and Political Rights (Kovenan International tentang
Hak-hak Sipil dan Politik).
 Muatan Hak Asasi Manusia dalam Piagam HAM Indonesia

13
Dalam pembukaan Piagam HAM Indonesia, dinyatakan hal-hal sebagai berikut :

 Manusia dianugerahi hak asasi dan memiliki tanggung jawab serta kewajiban
untuk menjamin keberadaan, harkat, dan martabat kemanusiaan, serta menjaga
keharmonisan kehidupan.
 Hak asasi adalah hak-hak dasar yang melekat pada diri manusia secara kodrati,
universal, dan abadi sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang tidak boleh
diabaikan dan dirampas oleh siapa pun.

 Pandangan bangsa Indonesia tentang hak asasi manusia dan kewajiban manusia
bersumber pada ajaran agama, nilai moral universal, dan nilai luhur budaya
bangsa, serta berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

 Bangsa Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),


mempunyai tanggung jawab untuk menghormati ketentuan yang tercantum dalam
Universal Declaration of Human Right.

 Perumusan hak asasi manusia pada dasarnya dilandasi oleh pemahaman suatu
bangsa terhadap citra, harkat, dan martabat diri manusia itu sendiri. Bangsa
Indonesia memandang bahwa manusia hidup tidak terlepas dari Tuhan-nya,
sesama manusia, dan lingkungannya.

 Pada hakikatnya, bangsa Indonesia menyadari, mengakui, dan menjamin hak asasi
serta menghormati hak asasi manusia orang lain sebagai suatu kewajiban. Oleh
karena itu, hak asasi manusia dan kewajiban manusia terpadu dan melekat pada diri
manusia sebagai pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, anggota suatu
bangsa dan warga negara, serta anggota masyarakat bangsa-bangsa.

14
Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran HAM

1. Pelanggaran HAM G30SPKI

Kekerasan, pertumpahan darah, pemberontakan, dan pengkhinatan tidak bisa lepas dari
sejarah PKI. Dua kali sejarah pengkhianatan dan pemberontakan PKI terhadap bangsa dan
negeri ini tidak bisa dilupakan begitu saja. Pengkhianatan PKI pada tahun 1948 di Madiun,
yang terulang lagi pada G 30 S/PKI tahun 1965, benar-benar menorehkan luka yang
mendalam terhadap bangsa Indonesia, tekhusus kaum muslimin.

 Kekejaman dan Pelanggaran HAM Oleh PKI

Pemberontakan PKI di Madiun pada 1948 didahului gerakan revolusioner yang disebut
formal fase non-parlementer, yakni pengambilalihan kekuasaan dari pemerintah yang
sah.
Peristiwa Madiun terjadi pada 18 September 1948. Dipimpin Amir Syarifuddin dan
Muso, usaha kudeta itu disertai pula penculikan dan penganiayaan serta pembunuhan
terhadap sejumlah penduduk sipil, polisi, dan tokoh-tokoh kaum muslimin di Jawa
Tengah dan Jawa Timur.
Aksi kekerasan PKI ternyata terus berlanjut dan muncul ke permukaan sejak 1960.
Meletusnya Gerakan 30 September 1965 seakan menjadi antiklimaks. Disusul
kemudian gerakan-gerakan sporadis hingga tahun 1968-an. Kekerasan oleh PKI di
Indonesia benar-benar menorehkan sejarah panjang pelanggaran hak asasi manusia!
Bahkan penistaan terhadap agama!

15
Sebut saja peristiwa Kanigoro, Kediri, Jawa Timur. Orang-orang PKI serta-merta datang
dan serempak menyerbu lokasi diadakannya sebuah acara oleh salah satu ormas.
Mereka mengambil buku-buku, termasuk Al-Qur’an di masjid, lalu dinjak-injak. Para
peserta, termasuk panitia, sekitar 150 orang, digiring dengan tangan diikat satu sama
lain, dipaksa berjalan 4 km sambil diintimadasi, diancam, dan diteror.
Kasus Kresek, Madiun. Sejumlah kiai diculik dan dibunuh. Diduga kuat mereka dianiaya
sebelum dibunuh. Menurut para saksi, para kiai itu ada yang mati ditembak, dipenggal
lehernya, atau dipukul dengan benda tajam. Ada seorang kiai yang dibunuh dengan
cara didorong ke lubang dengan tangan terikat lantas diurug (ditimbun tanah). Para
saksi juga menyebutkan bahwa selain membawa senjata api, para penculik juga
membawa parang, tali, dan benda tumpul lainnya.
PKI secara sistematis melakukan kejahatan pelanggaran HAM berat. Fakta-fakta
sejarah membuktikan akan hal itu. Rapat-rapat oleh para pimpinan Biro Khusus PKI
dan Pimpinan CCPKI untuk mempersiapkan pengambialihan pemerintahan pada 1965
menjadi salah satu bukti kuat.
Gerakan 30 September 1965 adalah realisasi tindakan yang telah mereka rencanakan.
Gerakan ini terorganisasi sistematis, melalui struktur organisasi: tingkat pusat (CCPKI),
Comite Daerah Besar (CDB PKI), Comite Kota (CK PKI) sampai ke Comite Seksi (CS
PKI) sebagai comite basis.

 Pelanggaran HAM berat dilakukan dalam beberapa bentuk.

1. Penghilangan nyawa, yang didahului penculikan dan penyiksaan tanpa proses


hukum.

Ini terjadi pada kasus, antara lain, pembunuhan enam jenderal TNI AD, seorang
perwira, dua perwira TNI AD di Yogyakarta, serta penculikan, penyiksaan, dan
pembunuhan para kiai, pemuka masyarakat, dan warga tak berdosa di wilayah Jawa
Tengah dan Jawa Timur.
2. Pembunuhan dengan sasaran orang-orang berpengaruh di masyarakat.

Contoh nyata adalah peristiwa Lubang Buaya Jakarta dan beberapa peristiwa di Jawa
Timur. Ini menunjukkan adanya target politik tingkat tinggi dan teror mental yang
berdampak psikologis luar biasa di masyarakat. Akibat aksi itu adalah timbulnya
keresahan sosial yang meluas. Jelas ini merupakan pelanggaran HAM.

16
3. Penggerebekan disertai teror.

Di antara contohnya adalah pada peristiwa Kanigoro.


4. Penyiksaan sebelum pembunuhan juga terjadi terhadap sejumlah orang di Solo
pada 1965.

Hal ini juga terjadi di Manisrenggo dan Jatinom, Klaten, pada 1948 dan 1965 dengan
sasaran penduduk sipil. Ini tentu saja merupakan kejahatan kemanusiaan dan
melanggar HAM.
5. Penghilangan secara paksa dengan penculikan terhadap lawan politik atau
orang yang dianggap lawan politik PKI.

Ini terjadi pada peristiwa Lubang Buaya serta penculikan para kiai di Madiun, demikian
pula penyekapan dan pembunuhan di Ngawi.
Patut pula disebut di sini, peristiwa Cemetuk Banyuwangi, Oktober 1965. Seorang saksi
mata yang berhasil meloloskan diri dari usaha pembunuhan oleh PKI mengisahkan
bahwa para korban diberi makanan yang sudah dicampuri racun. Selanjutnya, satu per
satu dibunuh, dan mayatnya dimasukkan ke sumur yang sudah disiapkan. Ada tiga
lubang pembantaian. Satu lubang besar berisi 40 mayat, dua lubang masing-masing 11
mayat.

2. Mahasiswa di DO, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Melanggar HAM

Pelanggaran terhadap hak untuk


mengemukakan pendapat, berkumpul,
dan berorganisasi rupanya masih hidup
di era reformasi. Parahnya, pelanggaran
itu terjadi di lingkungan kampus.
Padahal, kampus harus mampu
menyediakan ruang untuk belajar
mengemukakan pendapat dan
berorganisasi.

Kemarin, sejumlah perwakilan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag)


mengadukan pemberangusan yang disertai pembubaran terhadap organisasi-
organisasi kemahasiswaan di kampusnya kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH)

17
Jakarta. Mereka menyatakan telah terjadi pelanggaran hak berdemokrasi dan
pemberangusan terhadap mahasiswa-mahasiswa yang kritis oleh pihak kampus.

Perwakilan mahasiswa Untag, Mamat Suryadi menyatakan, kisruh di kampusnya


bermula pada 2010 saat terjadi pergantian ketua yayasan. “Sejak itu kampus jadi
mulai otoriter, dulu ada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas dan Universitas,
lembaga pers mahasiswa, kelompok pecinta alam, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
bidang budaya, seni, dan teater, tapi pada 2013 semuanya dibubarkan oleh yayasan
yang didukung oleh pihak rektorat,” paparnya.

Tak hanya itu, sejumlah pungutan dan denda yang baru diberlakukan juga dinilai sangat
memberatkan para mahasiswa yang kebanyakan berasal dari kalangan ekonomi
menengah ke bawah. “Teman-teman yang menolak kesewenang-wenangan ini malah
diskorsing dan di-DO dari universitas,” keluhnya.

Denda keterlambatan semesteran Rp 25 ribu perhari sangat memberatkan mahasiswa,


bahkan untuk ikut ujian susulan mahasiswa disuruh bayar Rp 200 ribu per matakuliah,
ini kan kampus kaum marginal tapi kok jadi kampus komersil seperti ini.

Pengacara publik dari LBH Jakarta, Nelson Simamora menyatakan, kasus seperti ini
seharusnya tidak terjadi lagi di zaman reformasi. “Di jaman Orde Baru mahasiswa
bisa berorganisasi di lingkungan kampus, tapi kenapa di jaman reformasi organisasi
mahasiswa di kampus malah diberangus?” tekannya.

Dia juga menyebutkan kasus yang terjadi di Untag ini merupakan kasus
pemberangusan organisasi kampus pertama yang ditangani LBH Jakarta sejak era
reformasi. “LBH Jakarta menolak keras tindakan represif apalagi dalam bentuk
akademik dengan cara menjatuhkan skorsing hingga 4 semester hingga tindakan
pemecatan bagi mahasiswa yang berdemonstrasi. Tindakan-tindakan seperti ini sangat
tidak lazim pada masa reformasi tapi sudah mirip kondisi pada orde baru,” jelasnya.

Kasus yang terjadi di Untag ini, menurutnya, sudah melanggar konstitusi, Undang
Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan Undang Undang
Sistem Pendidikan Nasional. “Seharusnya ada mekanisme peringatan bagi
mahasiswa jika melanggar, apalagi dalam kasus ini aksi yang dilakukan para
mahasiswa tidak anarkis dan tidak ada perusakan,” katanya.

18
Pihaknya mengaku akan mengambil langkah hukum atas keluarnya SK rektor yang
menjatuhkan sanksi bagi para mahasiswa. “Kami akan membawanya ke Pengadilan
Tata Usaha Negara (PTUN), Kenapa PTUN? Walaupun swasta tapi Untag menjalankan
tugas pemerintahan di bidang pendidikan, jadi keputusan rektor itu bisa dibatalkan oleh
pengadilan,” ujarnya.

3. Pelanggaran HAM Pembunuhan Salim Kancil (2015)

Salim Kancil adalah


seorang aktivis petani
yang tewas dibantai oleh
puluhan warga desa
selok awar-awar,
Kabupaten Lumajang
pada 26 September 2015
lalu. Pembantaian ini
dilatar belakangi oleh
keberaniannya
menentang tambang
pasir ilegal yang
merusak lahan pertanian
warga dan juga merusak
kelestarian alam.

Saat itu, Salim bergerilya, menghimpun kekuatan dengan mengumpulkan para petani
untuk melakukan perlawanan terhadap pihak penambang pasir ilegal yang
dikomandoi oleh tim 12 (mantan tim kampanye kades mereka: Haryono).

Berbagai upaya dilakukan Salim kancil untuk menghentikan aktivitas penambangan


tersebut. Namun, perlawanannya membuat orang- orang yang mendukung
penambangan pasir ilegal geram. Sampai akhirnya pada Sabtu 26 September
2015, rumah salim di serang puluhan orang. Ia disiksa dan diseret sampai ke balai
desa hingga tewas.

Penyelesaian Hukum :

2 Otak pembunuhan terhadap Salim Kancil, yakni Hariyono (Kepada desa non-
aktif Selok awar-awar)dan Madasir (Ketua lembaga masyarakat desa hutan atau
LMDH) setempat divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, pada 23 Juni
2006, dengan vonis masing- masing 20 tahun kurungan penjara.

19
BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Pengertian HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada diri manusia sebagai
makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dimana hak tersebut merupakan anugerah
yang wajib di dilindungi dan hargai oleh setiap manusia.
Pemberlakuan HAM sebelumnya telah dipertimbangkan oleh beberapa piagam –
piagam HAM yang memilki tujuan untuk menyelsaikan segala kasus dalam pelangaran
HAM agar menjadi acuan untuk keadilan dalam penegakan HAM.
Contoh pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia antara lain, kasus G30SPKI, kasus
Univesitas 17 Agustus ( UNTAG ), dan kasus pembunuhan salim kancil.
Penyelsaiannya melalui jalur hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

2. KRITIK dan SARAN

Sampai saat ini beberapa kasus HAM di Indonesia masih ada yang belum tuntas
walaupun ada beberapa kasus yang sudah diselesaikan. Seharusnya para aparat
hukum dapat menyelsaikan segala kasus pelanggaran HAM agar tercipta keadilan di
semua lapisan masyarakat sehingga tidak terjadi kesenjangan antar masyarkat dalam
menjunjung Hak Asasi Manusia (HAM) yang sudah melekat pada setiap individu sejak
lahir.

20
Daftar Pustaka
https://www.zonareferensi.com/pengertian-hak-asasi-manusia/
http://www.markijar.com/2015/12/21-pengertian-ham-menurut-para-ahli.html
http://www.sumberpengertian.co/pengertian-hak-asasi-manusia-ham-menurut-para-ahli
https://www.jawaban.com/read/article/id/2011/9/30/91/111222232731/Inilah-Lambang-
Untuk-Hak-Asasi-Manusia.html
https://jawabantugas2sekolah.wordpress.com/2015/04/22/pkn-macam-macam-piagam-
ham/
https://www.berpendidikan.com/2017/03/macam-macam-piagam-ham-muatan-isi-hak-
asasi-manusia-dalam-piagam-ham-indonesia.html
https://nasional.tempo.co/read/34373/piagam-ham-jakarta-dideklarasikan
https://www.bbc.com/indonesia/forum/2012/07/120723_forum_g30spki

https://news.detik.com/berita/d-4235300/aksi-peringati-g30spki-kontras-soroti-
penuntasan-kasus-ham
http://nexttonine9.blogspot.com/2016/09/kasus-kasus-pelanggaran-ham-di.html
https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt52f0fa1e68d93/ahli-sarankan-kasus-untag-
gunakan-uu-yayasan
https://www.bantuanhukum.or.id/web/mahasiswa-di-universitas-17-agustus-1945-untag-
melanggar-ham/
https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160623_indonesia_salimkanci
l_vonis
https://beritagar.id/artikel/berita/kronologi-penganiayaan-dan-pembunuhan-salim-kancil

21