You are on page 1of 47

PRAKTIKUM PENGECATAN BODI

LAPORAN
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Pengecatan Bodi Kendaraan
yang dibina oleh Bapak Drs. H. Agus Sholah, M.Pd

Oleh

Havid Deni Lumban Gaol


(160513609645)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
DESEMBER 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang melimpahkan segala Rahmat,


Taufiq, Hidayah, dan karunia-Nya teriring sholawat serta salam senantiasa
tercurahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad SAW sebagai uswatun
hasanah dalam meraih kesuksesan di dunia dan akhirat, sehingga penulis mampu
menyelesaikan laporan ini.
Laporan ini ditulis untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Praktik
Sepeda Motor pada program S1 Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Negeri
Malang. Laporan ini ditulis berdasarkan kegiatan-kegiatan yang diperoleh penulis
saat kegiatan praktik.
Dengan kerendahan hati, penulis dalam menyelesaikan makalah ini tidak
lepas dari bantuan berbagai pihak yang telah banyak memberikan bantuan,
bimbingan, dukungan dan saran. Melalui kesempatan ini perkenankan penulis
menyampaikan terimakasih kepada:
• Bapak Dr. Tuwoso, M.P selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin
Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.
• Bapak Agus Sholah selaku dosen matakuliah Pengecatan Bodi
Kendaraan.
• Seluruh yang telah menyiapkan bodi kendarannya digunakan
untuk praktik pengecatan.
• Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan
ini.
Penulis menyadari sebagai manusia tentunya tidak luput dari kekurangan
dan kesalahan. Maka dari itu, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila
dalam penulisan ini jauh dari sempurna dan harapan penulis semoga laporan ini
bermanfaat bagi diri sendiri maupun pihak lain untuk perkembangan ilmu
pengetahuan.
Malang, 6 Desember 2018

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mobil yang sudah memiliki umur paling tidak 3 tahun lebih
akan mengalami penurunan kondisi khususnya pada bagian cat. Tidak
jarang mobil yang berumur 3 tahun kondisi body dan cat sudah kusam
dan memudar. Hal ini disebabkan karena banyak faktor, kurangnya
perawatan menjadi sebab utuma terjadinya penurunan kondisi cat
mobil. Namun selain itu untuk menjaga cat mobil selalu terjaga
dengan baik tidak cukup dengan hanya merawatnya saja. Pengetahuan
merawat cat mobil juga menjadi peranan penting dalam menjaga
kondisi cat body mobil.
Peranan cat pada body kendaraan sangat penting, terutama saat
anda ingin menjual kembali kendaraan itu dengan harga yang cukup
tinggi. Bagian Cat mobil merupakan bagian paling pertama kali di
lihat oleh calon pembeli, jika kondisi cat body bagus, calon pembeli
baru akan mempertimbangkan pada bagian lain seperti rangka dan
mesin mobil.
Cat asli bawaan kendaraan saat di beli pertama kali di dealer
umumnya memiliki ketahanan yang cukup lama, sepanjang perawatan
yang dilakukan memenuhi aturan standar. Kesalahan yang sering
dilakukan pemilik mobil sehingga membuat cat body mobil cepat
mengalami kusam adalah saat mencuci mobil. Waktu mencuci mobil
yang tepat adalah dimana suhu dan cuaca udara tidak terlalu panas,
misalnya pagi dan sore hari. Selain itu penggunaan shampo dan bahan
busa pencuci mobil yang tidak memiliki standarisasi merupakan faktor
lainnya yang membuat cat body mobil gampang kusam.
Memiliki mobil yang menampilkan cat mengkilat menjadi
kebanggaan sendiri. Selain itu melakukan perawatan yang baik dan
benar sehingga cat mobil bisa bertahan lama dapat memberikan
penghematan besar pada kantong anda. Dimana mengecat ulang
seluruh body mobil memerlukan biaya yang cukup mahal dan
terkadang tidak bisa mendapatkan hasil maksimal.
Di kalangan masyarakat banyak sekali permasalahan yang di
alami terutama pada kendaraan roda 4, maka demikianlah di dalam
laporan ini akan di bahas tips cara pengecatan body mobil agar cat
mobil dapat selalu bersinar dan tahan lama.
B. Tujuan Kerja Praktek
Pada dasarnya banyak sekali di kalangan masayarkat yang asal-
asalan melakukan pengecatan, hal itu tentu salah apabila di masukan
kedalam teori pengecatan, maka dari itu tujuan kerja praktek yakni
a. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan kecakapan
mahasiswa sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja yang
sesuai dengan program studi yang dijalaninya.
b. Menumbuhkan, mengembangkan dan memantapkan sikap
profesional yang sangat diperlukan oleh seorang mahasiswa
untuk memasuki dunia kerja.
C. Manfaat kerja praktek
Memperoleh ilmu baru dan ilmu yang di pelajari di kelas bisa
langsung di aplikasikan kepada dunia nyata, pengalaman yang baru
sehiangga ketika memasuki dunia kerja sikap dan mental sudah
tertanam, misalkan bagaimana cara pengectaan yang baik dan benar
dan mahasiswa bisa lebih cepat beradaptasi di lingkungan kerja. Serta
memberikan pengetahuan kepada peserta didik mengenai:
1. Langkah – langkah pengecatan dan melakukan pengecatan
body kendaraan
2. Hal yang harus diperhatikan sebelum dilakukannya proses
pengecatan
3. pemilihan dan campuran cat yang sesuai
4. macam –macam teknik pengecatan
5. cara melakukan pengecatan yang baik dan benar
6. pengecatan berdasarkan kerusakan cat.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pengecatan

Pengecatan (paiting) adalah suatu proses aplikasi cat dalam betuk cair pada
sebuah obyek, untuk membuat lapisan tipis yang kemudian untuk memuat lapisan
yang keras atau lapisan cat. Fungsi dari pengecatan itu sendiri dapat dilihat
melalui beberapa aspek antara lain:

a. Aspek Ekonomis
Proses pengecatan dengan tujuan untuk melindungi metal atau body yang dapat
menurun kekuatannya dari terjadi korosi atau karat. Oleh karena itu permukaan
material dilindungi dengan cat, yang akan merintangi kerusakan dari material dan
akan meningkatkan penggunaannya dalam waktu yang lebih lama

b. Aspek Estetika dan Identifikasi


Cat memberikan warna dan kilapan pada suatu obyek dan meningkatkan efek
estetikanya, yang selanjutnya mempengaruhi daya tarik dari suatu produk
kendaraan. Identifikasi warna juga merupakan tujuan lain dari pengecatan dimana
mobil pemadam kebakaran, ambulans dan mobil polisi dengan warna tersendiri
untuk membedakannya dengan kendaraan lainya, sekalipun ada berbagai cara
untuk meningkatkan tampilan suatu obyek, namun tidak ada yang lebih sederhana
dan memberi hasil yang lebih baik dari pengecatan

c. Aspek Perlindungan Metal


Tujuan dari perlindungan material ini untuk melindungi metal/bodi yang dapat
atau rusak dengan mudah oleh terjadinya korosi atau karat dan tidak menjamin
kekuatan aslinya, tetapi permukaan material ini dapat dilindungi dengan cat.
1. Persiapan yang dilakukan sebelum melakukan pengecatan

Persiapan Panel

Persiapan panel adalah persyaratan umum di dalam pekerjaan otomotif,


baik panel baru maupun panel lama. Pekerjaan persiapan panel adalah semua
kegiatan yang dilakukan meliputi perlakuan sebelum pengecatan untuk panel baru
dan untuk pemulihan suatu kerusakan atau penggantian panel lama. Pekerjaan
persiapan panel sangat penting karena pekerjaan ini berbagai suatu pekerjaan
dasar untuk mendapatkan hasil akhir yang lebih baik pada top coating (tapisan
akhir suatu pengecatan kendaraan). Persiapan panel yang benar kemudian
dilanjutkan dengan sistem pengecatan yang baik pula, jelas akan menjamin daya
lekat cat. Jika hal ini yang terjadi maka pengecatan akan tahan terhadap embun,
dan dapat mencegah timbulnya karat dikemudian hari. Tujuan utama persiapan
panel adalah berbagai berikut:

1. Untuk mengembalikan permukaan yang penyok ke posisi semula

2. Untuk melindungi metal dasar dari karat

3. Untuk memperbaiki daya lekat dengan perlakuan Lapisan bahan- bahan cat
berikutnya.

Persiapan panel meliputi Melindungi panel baru.

Panel baru yang dimaksudkan di sini bukanlah panel yang baru dibuat
secara keseluruhan seperti di industri-industri otomotif. Panel baru yang
dimaksudkan adalah plat-plat baru yang dipakai berbagai pengganti dari bagian-
bagian kendaraan yang mengalami kerusakan. Kerusakan ini seperti penggantian
spatbor (mudgard) baik sebagian atau penggantian secara keseluruhan dengan
model yang sudah jadi tinggal menggantikan spatbor yang telah rusak. Kerusakan
lain misalnya pintu, kap mesin dan lain sebagainya.

Panel yang baru ini sebelum dipasang karena lamanya pekerjaan yang lain,
maka untuk mencagah karat perlu dilapisi dengan lapisan yang bercampur dengan
asam phosphoric dan lanonine. Minyak lanonine diperoleh dari wool biri-biri.
Larutan ini hanya untuk mencegah karat sementara terutama jika jangka waktu
persiapan agak lama baru melakukan pengecatan. Jika phosphoric dan lanonine
tidak tersedia, maka panel dapat dilapisi dengan oli bekas. Selama persiapan panel
tersebut tidak akan berkarat, akan tetapi panel tersebut harus dibersihkan dengan
dioxidine sebelum diprimer.

Jika dioxidine tidak tersedia maka panel baru tersebut dapat dicuci dengan
bensin atau thinner A (thinner drom) untuk menghilangkan lapisan pelindungnya.
Setetah itu diamplas dengan kertas amplas train atau amplas kering dengan kertas
amplas harus nomor 0 atau nomor 1/2. Sesudah itu cuci kembali dengan bensin
lalu dilap kering dengan menggunakan majun yang bersih. Panel yang baru ini
tidak boleh sekali-kali disentuh lagi dengan tangan telanjang, karena pada tangan
terdapat keringat yang mengandung asam atau zat garam yang dapat
menyebabkan plat berkarat. Selanjutnya sesudah dilap bersih dicat dengan cat
primer yang pertama.

Melepas assesoris

Sebuah kendaraan mempunyai banyak assesoris yang tidak boleh dikenai


cat ketika mobil tersebut akan dicat kembati. Oleh karena itu assesoris inj perlu
dilepas dengan hati-hati sebelum dilakukan pengecatan. Tidak semua assesoris
kendaraan dilepas pada saat kendaraan tersebut akan dicat. Untuk melepas suatu
assesoris perlu perhitungan dan pertimbangan beberapa hal antara lain berat
ringannya kerusakan bodi kendaraan tersebut, jenis dari kendaraan tersebut
mewah atau sedang atau biasa, biaya perbaikan dan lain sebagainya. berbagai
contoh kaca depan, jika disekitar les kaca tidak ada kebocoran yang berat yang
perlu perbaikan serius, maka sebaiknya kaca depan tidak perlu dibuka. Untuk
menghindari karet kaca can kaca itu sendiri dari semprotan cat, maka karet dan
kaca dapat ditutup dengan kertas penutup dan plester cat.
Assesoris –assaesoris yang perlu dilepas adalah Kaca Spion, Bemper, Lampu-
lampu, Kaca-kaca, Karet-Karet Pintu, Plat Nomor, Wifer (penghapus Kaca) dan
Assesorislain.
Mengeluarkan cat lama

Sebelum menyemprotkan cat baru di alas lapisan cat untuk sebaiknya


diadakan perneriksaan terhadap panel dengan saksama jangan samapai masih ada
kerusakan-kerusakannya. Jika suatu kendaraan baru pertama kali dicat ulang
(pengecatan kedua kalinya), maka cat kendaraan tersebut masih tipis dan
kemungkinan retak-retak sedikit. kendaraan yang demikian cat tuanya tidak perlu
dikeluarkan cukup diamplas dengan kertas amplas halus nomor 500 atau 600
kemudian diberi cat dasar (primer surfacer). Akan tetapi jika suatu kendaraan
yang sudah beberapa kali dicat ulang maka cat dan dempulnya sudah berlapis-
lapis masuk sehingga lapisan catnya sudah tebal. Suatu lapisan cat yang tebal
akan mudah retak sebab itu untuk mendapatkan hasil pengecatan ulang yang baik,
maka mau tidak mau cat lama harus dikupas atau dihilangkan.

Untuk mengeluarkan atau Mengupas cat lama dapat dilakukan dengan


beberapa cara berbagai berikut: Menggunakan cara mekanik. Mengupas cat lama
dengan cara mekanik dapat dilakukan dengan cara berbagai berikut:
a. Dibakar (Burning off)

Mengupas cat lama dengan membakar adalah suatu cara yang efektif
untuk mengeluarkan cat lama dari permukaan panel. Cara mekanik ini
menggunakan kompor gas kemudian cat itu dibakar step by step dan sementara itu
diskrap dengan menggunakan pisau dempul (putty knife). Nyala api diarahkan ke
permukaan cat sehingga cat tersebut mudah dikupas dengan pisau dempul.
Mengupas cat lama dengan menggunakan kompor gas perlu hati-hati, karena
pemanasan yang berlebihan akan menyebabkan plat mobil dapat bergelombang.
Jika hal ini sampai terjadi maka pekerjaan akan bertambah berat, bertambah lama
dan biaya bertambah. jika karena suatu keteledoran sehingga pamanasan
berlebihan yang menyebabkan plat bergelombang, maka segeralah menyiram air
plat tersebut semasih panas atau ambil majun yang telah dibasahi dengan air lalu
tempelkan ke plat yang masih panas, maka plat besar kemungkinan akan kembali
pada posisi semula. Panaskanlah plat secara pelan-pelan kemudian kupas lagi lalu
panaskan lagi kupas lagi begitu terus sambil mernperhatikan apakah plat
kendaraan tidak berubah (tidak bergelombang akibat panas). Kompor gas ini tidak
boleh digunakan di atas permukaan panel seperti halnya pada waktu membakar
logam, untuk menghilangkan lapisan-lapisan pengisi dari sekeliling sambungan.
Hati-hati melakukan pembakaran pada plat yang berdekatan dengan tangki bahan
bakar atau sebaiknya lepas dulu tangki bensin sebelum melakukan pembakaran.

b. sander mesin

Mengupas atau menghilangkan cat lama dapat juga dilakukan dengan


menggunakan mesin sander. Pekerjaan ini adalah suatu cara untuk mengupas cat
dengan menggunakan kertas amplas kasar nomor 24 - 36 pada mesin sander.
Mengupas cat dengan menggunakan mesin sander adalah suatu pekerjaan yang
lambat. Hal ini disebabkan oleh tertutupnya lubang-lubang kertas amplas dengan
bekas-bekas cat yang terlepas. Jika kertas amplas tertutup oleh debu cat, maka
harus berhenti sejenak untuk membersihkan kertas amplas dengan sikat baru
dimulai lagi mengamplas. Selain itu kertas amplas cepat aus sehingga harus
diganti lagi.

c. Pembersihan dengan pasir (Abrasive Blast Cleaning)

Pekerjaan ini adalah suatu cara untuk mengupas cat yang pada umumnya
diketahui seperti Sand Blasting (mengupas dengan ledakan). Pembersihan dengan
pasir ini yaitu dengan ledakan ini sedikit menyesatkan. Akan tetapi sebenarnya
ada cukup banyak partikel-partikel pengamplas/penggosok untuk dipilih.
Beberapa diantaranya yang dapat dipilih seperti pasir dan pecahan-pecahan kaca.
Mengamplas dengan ledakan terutama sekali digunakan untuk membersihkan
kerusakan yang disebabkan oleh api dan karat.

d. Cara konvensional

Mengupas cat lama secara konvensional adalah dengan menggunakan


pahat, betel, ring seher bekas. Caranya adalah dengan mengeruk secara pelan-
pelan atau step bay step. Cara ini adalah suatu cara mengupas cat lama yang
paling lama dan membosankan.
e. Cairan pengupas

Bermacam-macam pengupas cat yang tersedia dalam dunia perdagangan


tapi dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok : Pengupas cat yang tajam
(caustic base strippers) Jenis pengupas cat ini adalah paling baik untuk
mengupas lapisan cat. Larutan ini berisi bensol, soda api, wax dan bahan
tambahan lainnya. Pengupas cat secara kimia ini di pasaran dikenal dengan soda
api. Cairan ini dipakai dengan menggunakan kuas besar dengan cara mengulaskan
di atas permukaan cat. Dengan lapisan agak tebal dan yakinkan bahwa semua
permukaan sudah dipoles dengan rata. Sesudah dua atau tiga jam bahan ini akan
meresap ke dalam lapisan cat. semalam pada permukaan cat. Keesokan harinya
baru disemprot dengan menggunakan air. Untuk memperoleh penekanan yang
penuh ke dalam plat maka dilakukan dengan semprotan air yang kuat dan dapat
menembus celah dan bagian-bagian yang retak sehingga semua kotoran¬kotoran
dan zat yang melekat pada permukaan plat dapat menjadi bersih. Soda api yang
melekat tentu lama pada plat dapat merusak plat bahkan mudah berkarat. Sebab
itu setelah semua cat terkelupas cucilah permukaan plat atau kendaraan dengan
menggunakan deterjen (sabun) kemudian bersihkan dengan air bersih.
Solvent base stripper (scrape off) Pengupas cat jenis ini terbuat dari sejumlah
Larutan, antara lain yang terutama adalah Methytine Chloride can Wax yang
terdapat larut dalam air. Larutan ini terdapat digunakan panda semua cat tetapi
lebih efektif pada cat enamel. Penggunaannya adalah dengan mengulaskan cairan
ini pada permukaan panel dengan luas yang kecil. Cairan diulaskan di alas
permukaan agak tebal, sesudah itu Larutan akan masuk ke dalam pori-pori cat.
Sekitar 10 menit kemudian cat mulai mengkerut can pada saat itu harus segera
dikupas dengan menggunakan skrap atau pisau dempul. Jika kerutan sudah
mengering maka cat tersebut biasanya sulit lagi untuk dikupas dengan
menggunakan pisau dempul. Ketika larutan base stripper ini cligunakan pada cat
enamel, maka cat akan condong mengkerut. Lapisan cat yang mengerut akan
mudah sekali dikupas dengan menggunakan pisau dempul. Sesudah bagian
permukaan panel yang tidak terlalu luas itu bersih, kemudian dilanjutkan dengan
permukaan selanjutnya dengan cara yang sama. Demikian seterusnya sampai
semua cat Lama pada bodi kendaraan dikupas secara keseturuhan. Solvent base
(scrapper off) tidak meninggalkan bekas (solvent berisi tarutan wax yang dicuci
dengan air) dan ideal untuk mengupas cat pada permukaan logam rnaupun pada
permukaan kayu. Air adalah suatu zat yang biasa untuk menetralkan pengupas.
Semua hiasan-hiasan, molding sebaiknya dilepas sebelum pengelupasan cat
dimulai.

Meratakan gelombang pada mobil

Gelombang-gelombang yang dimaksudkan di sini hanyalah gelombang¬-


gelombang kecil. Untuk kerusakan-kerusakan yang parah adalah pekerjaan dari
seorang ahli ketok dan yang biasanya dikuasai oleh seorang tukang las. Di
lapangan atau di bengkel-bengkel las/ketok dan pengecatan sebenarnya terdiri dari
dua profesi, tapi tidak rnenutup kemungkinan seseorang terdapat mengalami
kedua profesi ini. Jadi seorang tukang Las/Ketok juga terdapat menjadi tukang
cat. Pada kesempatan ini hanyalah gelombang-gelombang kecil atau kerusakan-
kerusakan kecil yang terdapat diperbaiki oleh seorang tukang cat. Jika ada bagian
yang akan dilas, maka harus diserahkan pada ahlinya. Jika ketika kendaraan itu
mengalami kerusakan yang besar haruslah dikerjakan oleh seorang tukang
las/ketok yang profesional. Sebelum meratakan suatu gelombang pada permukaan
kendaraan, maka terlebih dahulu mencari di mana terdapat gelombang tersebut
panda permukaan panel. Untuk menemukan gelombang panda permukaan panel
yang sudah dikupas catnya ada beberapa cara. Cara menemukan gelombang
tersebut adalah: pandangan mata, meraba, membandingkan model permukaan
panel yang di sebelahnya dan dengan menggunakan mistar yang panjang.
Gelombang yang sedikit besar dengan mudah terdapat dikenali. Gelombang
kemudian diraba lagi dengan menyapu menggunakan telapak tangan sekedar
untuk membuktikan bahwa betul-betul pada daerah itu ada gelombang.
Selanjutnya diratakan dengan menggunakan landasan dan palu perata. Jika
gelombang tersebut agak besar, kadang-kadang dengan sedikit kejutan palu yang
terkendali gelombang tersebut terdapat kembali ke posisi semuta (permukaan
menjadi rata). Akan tetapi ada juga gelombang setelah kembali, ditindis sedikit
saja akan kembali bergelombang. Hal ini rnenandakan bahwa pada daerah itu
telah terjadi perluasan permukaan sehingga cembung atau cekung. Jika terjadi
demikian maka plat harus disusutkan dengan cara membuat gelombang-
gelombang kecil. Gelombang yang kecil ini tidak membutuhkan lagi
pendempulan yang tebal untuk mendapatkan permukaan yang rata. Dalam proses
meratakan gelombang harus selalu dibandingkan dengan model yang di
sebelahnya apa sudah sama atau belum. Kadang-¬kadang juga harus di tes dengan
menggunakan mistar dengan cara menggerakkan mistar dari atas ke bawah pada
model yang utuh lalu diperhatikan keadaannya. Selanjutnya pada permukaan yang
diratakan juga dipasang mistar dengan cara yang sama lalu dibandingkan. Untuk
gelombang-gelombang yang kecil terkadang sulit dikenali, maka gunakanlah
mistar untuk menemukan di mana letak gelombang. Jika gelombang telah
ditemukan baru diratakan dengan menggunakan palu dan landasan. Terkadang
pada suatu daerah di mana terdapat gelombang, sulit untuk diratakan dengan
menggunakan landasan, maka gunakanlah pencungkil yang sekaligus menjadi
landasan.

Menghilangkan karat.

Hampir semua bahan fero dan non fero atau bahan logam dan non logam
dapat berkarat. Adapun cara yang terbaik untuk mencegah terjadinya serangan
karat adalah dengan menciptakan suatu situasi atau suasana lingkungan yang
menetralisir terjadinya proses pengkaratan. Hal ini dimungkinkan dengan
menggunakan bahan pelapis permukaan yang anti terhadap suatu jenis karat
tertentu atau menggunakan bahan yang tahan terhadap jenis karat tertentu. Pada
teknotogi pengecatan, kita hanya berbicara sekitar karat yang terjadi panda logam,
cara menghilangkan atau mengurangi, karena untuk menghilangkan sama sekali
adalah tidak mungkin. Apabila permukaan panel rusak karena karat, maka cara
yang tidak berbahaya untuk menghilangkannya ialah dengan menggunakan
larutan. Karat terdapat dibandingkan seperti kanker pada bodi kendaraan. Jika
karat tidak secepat mungkin dihilangkan atau paling tidak dicegah
perkembangannya, maka karat itu akan mempengaruhi daerah sekitarnya dan akan
bertambah terus menerus. Pada tingkat awal karat pada lapisan permukaan logam
kelihatan kemerah-merahan. Setanjutnya karat akan terus bertumbuh dan mulai
muncul seperti binti-bintik kecil. Setelah karat itu bertumbuh maka disebut
"Miltasak". Jika karat dibiarkan terus maka bintik-bintik kedua juga terus berubah
menjadi bintik-bintik besar dan semakin besar sampai terjadi lobang. Semakin
lama lobang semakin besar dan plat mulai hancur secara pelan-pelan. Kalau
membersihkan karat, maka seharusnya dihilangkan secara tuntas dan diberi
perawatan, karena kalau tidak maka karat akan terus bertumbuh dan merajalela.
Dan dalam waktu yang tidak terlalu lama keseluruhan plat menjadi keropos,
hancur menjadi karat. Jika hal ini terjadi, maka plat tersebut tidak terdapat lagi
berfungsi sebagaimana mestinya karena karat yang sudah para tidak mungkin lagi
untuk terdapat dihilangkan. Bahkan platnya sendiri sudah hancur tidak terdapat
digunakan. Menghilangkan karat terdapat dilakukan dengan beberapa cara
berbagai berikut:

1. Mengamplas. Jika suatu permukaan panel yang kadar karatnya masih ringan,
maka karat tersebut terdapat dihilangkan dengan mengamplas plat tersebut.
Gunakan kertas amplas kering untuk mengamplas karat yang demikian. Kertas
amplas yang terdapat dipakai tingkat kekasarannya harus disesuaikan dengan
berat ringannya karat yang akan diamplas. Jika karat baru kemerah-¬merahan atau
sangat ringan, gunakanlah kertas amplas kering yang halus (nomor 0 - 1) ini
dimaksudkan agar permukaan tidak tergores sebab jika tergores membutuhkan
lagi pendempulan untuk meratakan permukaan tersebut. Jika karat sudah mulai
berbintik-bintik kecil gunakan pertama kertas amplas kering dengan tingkat
kekasaran sedang (nomor 1 1/2 - 2) baru haluskan dengan kertas amplas halus.
Jika bintik bintik karat agak besar, gunakan kertas amplas kasar (nomor 3) lalu
haluskan dengan kertas amplas kering yang halus. Karat yang parah seperti plat
mulai berlubang-lubang kecil tidak terdapat dihilangkan dengan mengamplas

2. Menggunakan sikat bajaSikat baja terdiri dari dua jenis yaitu sikat baja yang
terdapat digunakan secara manual dan sikat baja yang terdapat digunakan pada
mesin dalam hal ini mesin gerinda tangan dapat digunakan. Menghilangkan karat
dengan sikat baja secara manual membutuhkan waktu yang agak lama. Sikat baja
yang dipasang pada mesin terdapat dibeli di toko-toko cat. Sikat ini tinggal
dipasang langsung pada mesin kemudian dikeraskan dengan menggunakan kunci.
Sebelum menggunakan sikat baja baik yang manual maupun yang menggunakan
mesin, pakailah pakaian kerja secara lengkap yaitu masker, kaca mats, kaos
tangan, pelindung dada, dan sepatu

.
3. Menghilangkan karat dengan larutan (zat kimia) Karat-karat yang masih ringan
atau masih kecil paling efektif menghilangkannya dengan sistem kimia. Dengan
mencairkan suatu bagian larutan dan dua bagian air (suatu banding dual), maka
dengan sendirinya terdapat menghemat larutan. Apabita lapisan karat yang akan
dibersihkan agak parah maka larutan kimia tidak perlu ditambah dengan air.
Terdapat bermacam-macam larutan pembersih karat dalam dunia perdagangan
antara lain: yang disebut Metal Prup dan Doxidine. Untuk cars penggunaan
larutan ini di Batas suatu permukaan yang berkarat sebaiknya ikuti petunjuk
berbagai berikut:

a. Pakailah kuas pada cat menggunakan cairan pada permukaan. Jaga jangan
sampai merusak permukaan panel. (biarkan 10 - 15 menit). Larutan akan bekerja
panda bagian-bagian yang berkarat. sebaiknya menggunakan glove apabita
mengoles larutan di Batas suatu permukaan.

b. Gosok dengan steel wol sampai permukaan itu bersih dan mengkilat. Steel wol
terdapat menolong untuk menghilangkan karat dari bagian-bagian permukaan
yang sudah parah karatnya.

c. Cuci dengan air karena air terdapat menetralisir zat kimia dan lap sampai
kering. Gunakan lap yang bersih untuk mengeringkan permukaan. Apabita air
tidak dihilangkan sampai kering dengan segera maka karat akan terjadi lagi.
d. Latar betakang metode inj adalah untuk membersihkan permukaan panel
sehingga kering dan tidak terdapat lagi kotoran-kotoran pada permukaan.

e. Setelah permukaan panel tersebut sudah dilap dengan kain Lap yang bersih
kemudian dikeringkan maka permukaan panel tersebut tidak boleh diraba lagi
karena pada tangan mungkin terdapat keringat yang mengandung garam can zat
asam sehingga terdapat menyebabkan timbulnya karat kembali. Sehubungan
dengan itu maka sebaiknya menggunakan sarung tangan pada waktu
menghilangkan karat dengan suatu lanutan kimia.

f. Apabita permukaan panel sudah dicuci dengan larutan maka permukaan panel
itu akan kelihatan keputih-putihan. Tepung yang keputih-putihan ini adalah suatu
phosphatic dan ini menunjukkan bahwa ada bagian-bagian yang bebas dari asam.
Bagian-bagian seperti itu terdapat membahayakan hasil pengecatan sebab itu
tepung yang keputih-putihan ini harus dihilangkan sebelum pengecatan.

g. Phospate sebenarnya tidak berbahaya untuk suatu permukaan cat dan tidak
perlu digosok dengan thinner atau larutan lain. Selanjutnya permukaan logam
yang telah dicuci dengan larutan pencuci karat sebaiknya secepatnya diberi cat
primer untuk menjaga kemungkinan terjadinya karat kembali.

Mencat dasar pertama

Cat dasar sebenarnya digunakan pada beberapa lokasi lapisan. Untuk


pemakaian cat solid baik cat lacquer rnaupun cat enamel penggunaan cat dasar
paling tidak dua kali. Pertama pada permukaan logam dan kedua setetah
pengamplasan dempul. Untuk cat metalic dapat ditambahkan dengan cat dasar
warna di mana warna yang dipilih berbagai cat dasar ketiga ini adalah warna yang
sedikit lebih mudah dari warna cat yang sesungguhnya (top coat). Fungsi cat dasar
pertama (primer) adalah paling tidak dua hal yaitu: pertama untuk melapisi
permukaan logam agar tertindung dari serangan karat. Kedua adalah berbagai
perekat antara permukaan panel dengan lapisan berikutnya seperti dempul dan cat.
Sebelum suatu permukaan panel kendaraan dicat dasar pertama maka perlu
pembersihan permukaan yang betul-betul bersih dari berbagai kotoran termasuk
karat. Selanjutnya perlu pengamplasan untuk melukai permukaan agar cat dasar
dapat melekat dengan kuat. Setetah pengamplasan secara keseluruhan kemudian
dilap bersih baru dicat dasar. Dewasa ini penggunaan primer type dua komponen
sudah menjadi populer sekalipun tersedia primer type suatu komponen. Primer
type dua komponen menggunakan hardener sehingga perlu memperhatikan
petunjuk penggunaannya agar didapatkan primer yang kuat menutupi permukaan
panel. Di pasaran terdapat banyak jenis primer dan untuk type dua komponen
sering disebut cat dasar epoxy. Cat dasar epoxy ini juga berbagai merek dengan
berbagai tingkat kualitas yang berbeda-beda. Proses pengeringannya pun
bervariasi ada yang cepat kering dan ada juga yang lambat kering mulai dari satu
jam sampai 24 jam. Kelihatannya bahwa primer type dua komponen yang
berkualitas baik adalah primer yang lambat kering yaitu sekitar 24 jam atau satu
hari satu malam (kering udara) atau tanpa pengeringan paksa. Biasanya panel
yang baru dicat primer pertama ini, komponen¬-komponen yang tidak dibuka
yang tidak boleh kena cat belum ditutup dengan kertas penutup. Hal ini karena
proses pengerjaan kendaraan tersebut masih panjang sehingga jika sudah ditutupi
dengan kertas kemungkina kertas penutup terdapat rusak atau robek. Sehubungan
dengan itu maka setelah pengecatan cat dasar pertama ini, segeralah cuci dengan
thinner komponen-komponen yang tidak ditutupi tersebut. Jika lama baru dicuci
dengan thinner maka cat sulit untuk bersih. Container plastic tidak
direkomendasikan berbagai tempat mencampur wash primer, karena kemungkinan
terdapat terjadi reaksi kimiawi yang terdapat menurunkan kualitas pengecatan.
Gunakanlah alat pengaman seperti kaca mata pengaman (goggles), respirator,
sarung tangan tahan pelarut pada saat rnengecat. Urethene dan epoxy primer
memerlukan mengeringan buatan. Jika tidak menggunakan mengering paksa
biarkanlah mengering, selama 24 jam baru melakukan suatu lapisan berikutnya
seperti pendempulan. Jangan sekali-kali mendempul di atas cat dasar epoxy yang
belum kering betul. Pendempulan di atas cat primer yang belum kering akan
menyebabkan cat primer tersebut akan terkelupas dan yang tertutupi dempul tidak
akan kering.

Teknik pencampuran cat

Berikut ini beberapa jenis cat yang disertai keuntungan dan keurangannya
Jenis cat Urethane

Kelebihan : Cat Urethane merupakan pilihan yang baik karena dapat


disemprotkan bahkan dapat disemprotkan dengan menggunakan lacquer. Harga
cat uretan juga tidak terlalu mahal dan cepat kering. Jenis cat ini sangat tahan
lama dan tidak mudah luntur atau buram.

Kekurangan : Walau pun harga cat Urethane lebih murah namun cat uretan yang
digunakan (dikerjakan) dalam jangka waktu yang lama mempunyai efek samping
yang kurang baik bagi kesehatan pekerjanya. Sebaiknya Anda menggunakan alat
pelindung tubuh (hidung, mata, mulut dan kulit) karena jenis cat ini beracun.
Ketika menangani cat uretan Anda akan perlu memakai pakaian pelindung,
respirator dengan pompa udara dan kacamata.

Jenis Cat Metalik

Kelebihan : Cat metalik menawarkan efek cat yang sangat elegan dan membuat
mobil Anda tampak lebih sporty dan gagah. Cat metalik menjadikan mobil Anda
sangat eye catching. Kadang dengan menggunakan cat metalik bisa juga
meningkatkan nilai jual kembali mobil Anda. Cat metalik adalah jenis cat
premium dan dapat menyembunyikan goresan karena sangat reflektif.

Kekurangan : Selain cat ini dapat menyembunyikan goresan ternyata bila terjadi
kerusakan cat juga dapat membuat kerusakan sulit untuk memperbaiki. Cat ini
sulit untuk dicocokkan jika Anda memerlukan perbaikan yang berupa bintik.
Kekurangan lainnya adalah tidak memiliki banyak pilihan warna, jadi bila Anda
mencari warna tertentu Anda mungkin saja menemui kesulitan. Cat jenis ini
harganya juga sangat mahal bila dibandingkan dengan jenis cat mobil lainnya.
Jenis Cat Acrylic :

Kelebihan : Penggunaannya sangat mudah dan akan menghasilkan efek


mengkilap yang sangat bagus. Secara khusus cat akrilik enamel akan
menghasilkan cat yang keras menutupi plat body mobil ketika sudah mengering.

Kekurangan : Selain Cat Acrylic enamel merupakan jenis cat mobil yang keras
melindungi body, cat ini juga memerlukan finishing dengan pernis akrilik juga cat
ini lebih cepat pudar bila sering terpapar sinar UV atau bahan kimia lainnya.
Kesulitan lainnya adalah kesulitan penggunaan untuk pengecatan sendiri karena
Anda akan memerlukan banyak pekerjaan finishing. Jika Anda menggunakan cat
akrilik uretan dan telah dicampur dengan pengeras maka Anda harus segera
menggunakannya karena akan cepat mengering.

Untuk pencampuran cat jika jenis cat kental maka takarannya 1 liter cat
berbanding 2 liter tiner, tapi bila jenis catnya cair maka perbandingannya bisa
menggunakan 1:1 ( 1 liter cat berbanding 1 liter tiner).

B. Teknik Pengecatan

Pengecatan Sistem Manual

Komponen penting dari pengecatan sistem manual adalah Kompresor udara


sebagai alat penghasil udara bertekanan, transformer udara sebagai pengatur
tekanan udara yang akan digunakan untuk proses pengecatan dan juga berfungsi
untuk menyaring minyak dan air yang masuk ke selang yang akan mempengaruhi
kualitas pengecatan. Spray gun berfungsi sebagai pengkabut cat, mendorong dan
mengarahkan cat pada benda kerja, mengontrol bentuk dan pola pengecatan serta
beberapa fungsi lain, nih gambarnya
Prinsip dasar dari pengecatan manual adalah:

a. Posisi tangan saat memegang spay gun; pada saat melakukan pengecatan, posisi
tangan kiri memegang slang untuk mencegah slang menyentuh benda kerja dan
tangan kanan memegang spray gun, ini sih tergantung klo orangnya kidal dibalik
aja.

b. Sudut spray gun pada permukaan benda kerja; Posisi pengecatan yang baik
harus tegak lurus terhadap permukaan benda kerja untuk menghasilkan ketebalan
permukaan cat yang merata.

c. Jarak pengecatan; jarak pengecatan akan mempengaruhi kualitas pengecatan.


Semakin dekat sray gun terhadap permukaan part yang akan dicat akan
mengakibatkan ketebalan cat yang tidak merata, bila semakin jauh jarak
pengecatan akan mengakibatkan penempelan cat pada part tidak maksimal. Jarak
pengecatan yang ideal sebesar 25-30 cm untuk logam dan 15-20 cm untuk cat
plastik.

d. Lebar pattern; merupakan daerah permukaan yang terkena cat pada saat
penyemprotan. Semakin besar sudut semprot maka semakin lebar pattern yang
dihasilkan sebaliknya semakin kecil sudut semprot maka semakin sempit pattern
yang dihasilkan. Lebar pattern dapat diatur secara vertikal atau horisontal.

e. Over lapping; merupakan teknik pengecatan pada pemukaan benda kerja


sehingga penyemprotan yang pertama akan menyambung dengan penyemprotan
yang kedua.
Teknik ini pernah ane liat buat ngecat bottom case-nya shockabsorber buatan
Showa sama dipake sama proses pengecatan aftermarket.

Pengecatan dengan sistem celup (dipping)

Pengecatan sistem dipping merupakan proses pencelupan part ke dalam


tangki cat, kelebihan cat akan kembali ke dalam tangki cat saat diangkat

Beberapa keuntungan untuk sistem dipping ini:

a) Peralatan sederhana

b) Tidak diperlukan keahlian khusus operator

c) Dapat diotomatisasikan

d) Cat yang terbuang sedikit

Kerugian untuk sistem dipping:

a) Tebal cat berbeda, dimana pada bagian bawah akan cenderung lebih tebal.

b) Terjadi pemisahan pigmen dan resin bila didiamkan dalam waktu lama.

c) Kemungkinan kontaminasi besar, sehingga part yang masuk harus dalam


keadaan bersih dan kering.

d) Bentuk part yang komplek sulit terlapisi semua.


Teknik ini ane pernah liat diproses pengecatan body mobil Suzuki, kayanya ini
yang paling

banyak dipake di perusahaan manufaktur.

Elektrostatik Spaying

Merupakan sistem pengecatan dengan menggunakan media elektrostatis


untuk mengarahkan butiran cat ke seluruh luas permukaan benda kerja. Bila
dibandingkan dengan sistem spraying biasa untuk waktu dan volume cat yang
sama, pada elektrospraying akan didapat jumlah cat yang menempel ke benda
kerja lebih banyak

Pengecatan dengan sistem aliran (flow coater)

Dilakukan dengan melewatkan part yang akan dicat pada tirai aliran cat. Pada
umunya sistem pengecatan ini dipakai untuk pengecatan kaca / back mirror.
Pengaturan ketebalan cat dilakukan dengan mengatur viskositas dan kecepatan
aliran tirai cat.

Keterangan gambar:

A. Filer

B. Coating Head

C. Infeed Conveyor
D. Catch Basin

E. Pump

F. Reservoar Tank

G. Outfeed Conveyor

Elektro Deposition Painting (EDP)

Pada umunya pengecatan dengan sistem ini dipakai untuk keperluan


pengecatan primer (lapisan yang terhubung langsung dengan permukaan metal
yang dilapisi). Pengecatan sistem ini mempunyai daya rekat dan daya tahan
terhadap produksi yang sangat tinggi dan sifat kerataan yang relatif merata.

Cara Melakukan pengecatan yang baik dan benar

Menggunakan Spraygun

Agar dapat mengecat dengan baik tanpa menjadi lelah, harus dijaga sikap
relaks tanpa memegang bahu, pundak atau lengan yang menahan spraygun.
Biasanya spraygun ditahan dengan ibu jari, telunjuk dan kelingking, sedangkan
trigger ditarik dengan jari tengah dan jari manis.
Menggerakkan Spraygun

Ada empat hal penting dalam menggerakkan spraygun, yaitu: (1) jarak
spraygun, (2) sudut spraygun, (3) kecepatan langkah ayun, (4) pola tumpang-
tindihnya/ Overlapping.

Jarak Pengecatan

Jarak pengecatan atau jarak antara spraygun dan area yang dicat untuk
masing-masing cat berbeda, tergantung dari proses dan obyek yang akan dicat.
Bila terlalu dekat akan mengakibatkan cat meleleh dan bila terjadi pada cat
metalik akan menimbulkan belang-belang yang diakibatkan oleh partikel metalik
yang mengumpul. Bila jaraknya terlalu jauh mengakibatkan permukaan menjadi
kasar.

Untuk jarak penyemprotan yang tidak teratur akan mengakibatkan hasil


pengecatan yang belang-belang dan tidak mengkilap.

Jarak spraygun secara umum 15-20 cm, untuk jenis acrylic lacquer : 10-20 cm dan
enamel: 15 – 25 cm.

Sudut Spraygun

Dalam melakukan penyemprotan cat, posisi badan harus diposisikan


sejajar dengan benda kerja serta mengikuti dari bentuk benda kerja, mendatar atau
melengkung.

Arah penyemprotan membentuk sudut 900 dari bidang kerja.


Untuk menghindari kelelahan dalam bekerja, pengecatan dilakukan dari atas ke
bawah, bukan dari bawah ke atas.

Kecepatan Pengecatan

Kecepatan gerak alat semprot hendaknya stabil, baik dengan arah


horizontal maupun vertikal. Jika terlalu lambat, cat akan meleleh,bila terlalu cepat
maka hasil pengecatan kurang rata. Jika kecepatannya kurang stabil maka akan
diperoleh hasil pengecatan yang tidak rata dan kurang mengkilap. Kecepatan
gerak spraygun harus konstan, yang dianjurkan kira-kira 12 feet/detik.

Pola Tumpang Tindih (Overlapping)

Overlapping adalah suatu teknik pengecatan pada permukaan benda kerja,


sehingga penyemprotan yang pertama dan berikutnya akan menyambung.

Tujuannya adalah :

1. Menghindarkan terjadinya tipis


2. Menghindarkan adanya perbedaan warna
3. Untuk mendapatkan ketebalan lapisan cat yang merata
4. Mencegah tidak adanya cat pada lapisan pertama dan berikutnya.

Overlapping pada bidang vertikal

Pada umumnya dilakukan oleh seorang operator secara berkesinambungan.

Overlapping pada bidang horizontal

Dikerjakan oleh dua orang operator secara berpasangan. Operator A lebih


dahulu menyemprot benda kerja, kemudian diikuti oleh operator B

Overlapping pada bidang permukaan sambungan

Penyemprotan pada bidang perpotongan (misal fender, pintu, dsb) perlu


diperhatikan pada waktu mulai menyemprot dan berikutnya tidak boleh tepat pada
garis perpotongan dan posisi spraygun harus benar-benar tegak lurus.

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya tipis dan meleleh.


Pengecatan berdasarkan kerusakan

Kerusakan Cat dan Mengatasinya

1. Clouding (berbayang putih seperti awan)


Kondisi ini bisa dideteksi dengan munculnya bayangan putih tipis atau
tebal pada lapisan cat. Bila diumpamakan, bayangan tersebut seperti awan
putih. Makanya disebut dengan istilah clouding. Defect ini umumnya
terjadi pada lapisan cat. Bisa terjadi karena proses pencampuran atau
pembuatan warna yang tak sempurna atau kerusakan pada spray gun. Bisa
juga karena karena tekanan a ngin spray gun tidak tepat, atau kekentalan
cat tidak pas hingga teknik penyemprotan yang salah.

2. Cacat berupa Beads (Cratering, Fish Eyes)/Butiran(Menyerupai


kawah, mata ikan)
Beads adalah suatu depresi yang terbentuk apabila ada oli atau air yang
mendorong lapisan cat, atau suatu kekosongan yang terbentuk karena cat
tidak dapat membentuk lapisan diatas oli atau air.
3. Cacat menyerupai kulit jeruk (orange peel)
Suatu lapisan tidak rata,menyerupai kulit jeruk, cacat ini timbul apabila cat
mengering terlampau cepat,sebelum selesainya perataan (pergerakan
permukaan cat untuk meratakan dirinya sendiri). Ini juga dipengaruhi oleh
kondisi aplikasi serta tebal lapisan cat.

4. CacatCat yang meleleh (Runs)


Runs disebabkan oleh kelebihan cat yang mengalir kebawah dan
mengering
5. Solvent popping (gelembung udara kecil)
Ini adalah kondisi munculnya gelembung udara berukuran kecil (bintik-
bintik) pada bagian cat paling atas. Hal ini bisa disebabkan banyak faktor
seperti pencampuran material yang tak tepat, waktu pengeringan yang
kurang hingga aplikasi lapisan coating yang tidak kompatibel. Kalau
bintiknya halus dan tidak banyak bisa diampelas untuk menghilangkannya.
Namun, jika jumlahnya banyak dan areanya luas perlu dikerok semua dan
dicat ulang.

6. Cracking (retak)
Muncul retak (crack) seperti tanah atau lumpur me ngering pada cat.
Bentuk retaknya bermacam- macam, tapi umumnya bisa terjadi pada lapisan
cat atau undercoat. Kerusakan ini bisa disebabkan banyak faktor. Misalnya
lapisan film yang terlalu tebal bias meningkatkan tekanan memicu retak. Bisa
juga disebabkan pencampuran material yang tidak bagus atau penggunaan
aditif cat yang tidak tepat. Kalau retaknya halus dan tipis bisa diampelas untuk
menghilangkannya. Namun, jika retaknya banyak dan dalam, car perlu dikerok
dan proses pengecatan diulang.
7. Cacat berupa goresan amplas
Kehilangan warna terjadi apabila top-coat kehilangan gloss
(kilapnya) dengan berlalunya waktu. Apabila undercout bersifat porous,
makacenderung menyerap cat, sehingga terjadi perubahan warna.
Demikian pula, kehilanganwarna dapat terjadi apabila buffing compound
diaplikasi sebelum lapisan catmengering sempurna

8. Chipping (luka kecil akibat kerikil/benda keras) Ada bagian kecil cat
yang terlepas (chips)
Akibat benturan kerikil atau benda keras saat melaju kencang.
Makanya bentuk kerusakannya berupa bintik-bintik kecil yang saat diraba
terasa kasar. Umumnya terdapat di bumper, pintu samping dan kadang atas
kap mesin. Untuk perbaikannya mesti melakukan pengecatan ulang pada
area yang terluka. Sebagai langkah pencegahan, Anda bisa meminta
meningkatkan kualitas ke tahanan basecoat pada bagian-bagian tersebut
sehingga tidak mudah terluka lagi.
D. kegiatan praktik B2 PTO UM

A. Alat dan Bahan

1. Cat

Cat adalah produk yang digunakan untuk melindungi dan memberikan warna pada
suatu objek atau permukaan dengan melapisinya dengan lapisan berpigmen. Cat
dapat digunakan pada hampir semua jenis objek, antara lain untuk menghasilkan
karya seni (oleh pelukisuntuk membuat lukisan), salutan industri (industrial
coating), bantuan pengemudi (marka jalan), atau pengawet (untuk mencegah
korosiatau kerusakan oleh air).

Secara umum, bahan baku cat terdiri dari 4 bagian, yaitu:

 Binder: komponen pokok dalam cat yang berfungsi sebagai bahan perekat
yang akan merekatkan lapisan cat pada media, bahan binder juga berperan
membangun karakteristik lapisan cat atau coating.
 Solvent: atau biasa disebut bahan pelarut yang berfungsi untuk melarutkan
bahan bahan utama seperti binder, filler/ pigment, dan additive. bahan
solvent juga digunakan sebagai bahan mengencerkan cat sebelum di
aplikasikan ke barang.
 Pigment/filler: yaitu bahan pengisi yang berfungsi sebagai komponen
utama pembentuk lapisan cat serta sebagai bahan pewarna untuk
menciptakan tapilan warna lapisan film cat. kombinasi jenis dan komposisi
bahan filler yang baik akan menciptakan sifat daya tutup cat yang baik.
 Additive: bahan tambahan untuk menjadikan cat mudah di aplikasikan dan
hasilnya sesuai dengan keinginan.
2. Thinner

Thinner atau solvent berwarna bening dan berbau khas menyengat hidung. Zat
cair ini mengencerkan campuran zat pewarna dan zat perekat hingga menjadi agak
encer dan dapat dikerjakan selama pembuatan cat.Thinner juga menurunkan
kekentalan cat agar mendapatkan viscositas yang tepat untuk pengecatan.

3. Dempul dan Hardener

Dempul/putty adalah lapisan dasar (under coat) yang digunakan untuk mengisi
bagian yang penyok dalam dan besar atau cacat-cacat pada permukaan benda
kerja. Dempul juga dipergunakan dengan maksud untuk memberikan bentuk dari
benda kerja apabila bentuk benda kerja sulit dilakukan. Setelah mengering dempul
dapat diamplas untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.

Hardener adalah suatu bahan yang membantu mengikat molekul di dalam resin
sehingga membentuk lapisan yang kuat dan padat untuk melarutkan hardener agar
memperoleh viscositas yang baik . Hardener ditambahkan pada komponen utama
dari cat dua komponen yaitu acrylic atau polyester resin.

4. Clear / Varnish

Clear/varnish digunakn sebagai cat pernis akhir pada pengecatan sistem dua lapis
untuk memberikan daya kilap dan daya tahan gores terhadap cat warna dasar
metalik.
5. Epoxy

Epoxy adalah suatu kopolimer, terbentuk dari dua bahan kimia yang berbeda. Ini
disebut sebagai "resin" dan "pengeras"

6. Kertas Amplas

Sejenis kertas yang digunakan untuk membuat permukaan benda-benda menjadi


lebih halus dengan cara menggosokkan salah satu permukaan amplas yang telah
ditambahkan bahan yang kasar kepada permukaan benda tersebut.
7. Kompresor

Kompresor adalah alat mekanik yang berfungsi unuk meningkatkan tekanan


fluida.

8. Kapi

Alat yang berfungsi untuk mengerok cat atau untuk merekatkan dempul pada
benda kerja.

9. Spray Gun

Salah satu alat yang bisa digunakan untuk aplikasi finishing kayu melalui metode
penyemprotan. Metode penyemprotan menggunakan spray gun jauh lebih cepat
dari pada aplikasi dengan metode penguasan menggunakan kuas.
B. Pembahasan Proses Pengecatan

1. Material (Alat dan bahan )

a. Epoxy primer digunakan untuk dasaran plat berfungsi untuk


melindungilogamdari proses oksidasidanbersefattahan air. Harus di
gunakan paling tidaksebanyak 1 atau 2 lapis saja.
b. Putty/dempul Auto Glow bahan finishing yang digunakan untuk melapisi
atau mengisicelah permukaan mobil yang berlubang.
c. Thinner Auto Glow digunakan untuk pencampuran cat dan clear supaya
menjadi encer dan mudah di semprotkan ke permukaan mobil.
d. Hardener (sesuai dengan kebutuhan) digunakan untuk pencampuran cat,
clear, dan putty mempercepat proses pengeringan.
e. Clear Spies Hecker digunakan untuk memperkilap permukan mobil yang
sudah dicat.
f. Kertas gosok/ampelas digunakan untuk memperhalus dan meratakan
permukaan mobil.
g. Poles 3 M digunakan untuk memperhalus dan meratakan hasil pengecatan.
h. Spryer gun alat untuk menyemprotkan cat pada permukaan mobil.
i. Kompresor alat untuk menghasilkan udara bertekanan tinggi.

2. Langkah-Langkah Pengecatan

a. Mobil yang telah ditentukan bagian mana yang akan dicat di dempul
terlebih dahulu dengan dempul Lflagos (warna hijau)
b. Ampelas dengan rata bagian yang akan dicat dengan ampelas (kertas
gosok) ukuran 120. kemudian dihaluskan dengan kertas ampelas
ukuran 320.
c. Setelah itu cuci bagian yang akan dicat dengan air bersih dan
dikeringkan dengan sinar matahari
d. Kemudian setelah kering di dempul
e. Lalu di ampelas lagi menggunakan ampelas nomer 400. Selesai
diampelas, cuci dengan air bersih tunggu beberapa saat hingga benar-
benar kering, selanjutnya bersihkan menggunakan kain yang lembut
seperti kain kaos katun.
f. Lakukan pencampuran cat dengan tiner sesuai jenis cat yang di
pergunakan, jangan terlalu kental dan jangan terlalu encer
g. Mulailah melakukan pengecatan sesuai warna yang diinginkan, dalam
proses pengecatan cukup satu kali menarik spoit cat jangan terlalu
tebal, jangan melompat dan jangan diulang bolak-balik agar cat bisa
rata, untuk berpindah dari atas kebawah lakukan perpindahan
penyemprotan setengah dari lebarnya keluaran cat.
h. Kemudian lakukan pengecatan dasar sesuai yang diinginkan dicat
ditempat yang terbuka agar terkena matahari serta hindari media debu,
setelah dicat diamkan hingga benar-benar kering.
i. Setelah kering barulah kita memasuki proses varnis/clear atau finishing
agar hasil bagus dan lebih awet usia dan warna cat.

3. Tips pengerjaan

a. Dempul

Cara mendempul yang baik yaitu disamping teknik mendempul dengan benar,
pencampuran dempul dengan hardener juga harus sesuai dengan aturan standar
pabrik si pembuat dempul tersebut, modifikasikan campuran dempul dan hardener
sesuai kebutuhan kita, pada lekukan-lekukan yang rumit kita bisa mencampurkan
sedikit hardener karena pada pendempulan di bagian ini butuh ketelitian yang
tinggi sehingga diperlukan pendempulan yang waktu pengerasannya agak lama
dari pada bagian-bagian bodi lainnya.

b. Mengamplas

Gunakanlah selalu amplas khusus cat otomotif yang berkualitas bagus. Biasanya
3M adalah merk yang biasa digunakan. Anda dapat memilih merk amplas yang
bagus di toko cat mobil. Mungkin anda berpikir mahal, akan tetapi biasanya awet
dan tidak mudah habis dibanding merk yang jelek dan murah.Gunakanlah
sesering mungkin tatakan/ pegangan dari karet yang dilipatkan pada amplas, yang
mana akan memberikan tekanan dan reaksi pemblokiran area saat
pengamplasan.Gunakanlah jari anda untuk masuk kedalam sudut-sudut, akan
tetapi janganlah menggunakan jari anda pada area terbuka yang akan
menghasilkan guratan tidak menyatu.

c. Pengecatan

Sebelum proses pengecatan dimulai tutupi bagian-bagian yang tidak dicat dengan
koran atau kertas lainnya. Pahami jenis cat karena setiap jenis cat karakteristik
bahannya berbeda, pengecatan dengan cat PU, Ketika mengecat usahakan dengan
gerakan stabil dan merata, jangan terlalu cepat dan juga lamban. Apabila terlalu
cepat akan menghasilkan permukaan yang tidak rata. Dan jika menggecatnya
dengan lambat biasanya akan membuat permukaan mobil menjadi berkeriput.
Gerakan mengecat sebaiknya kekanan dan kekiri atau keatas dan kebawah dan
pastikan tidak berhenti sebelum selesai. Tunggu hingga kering dan lakukan
pengecatan kembali. Pada tahap terakhir gunakan clear atau varnis supaya
hasilnya mengkilap. Cat baru biasanya mempunyai permukaan kasar. Sebagai
sentuhan akhir, gunakanlah compound untuk lebih menghaluskan cat

a. Vernish
Semprot clear ber ulang-ulang sebanyak 4x, semprotkan
secara tipis dan merata di setiap semprotannya, setiap semprotan
harus di beri jarak waktu selama 10 menit untuk menunggu
semprotan sebelumnya agak kering. Dan biarkan selama 5 jam
untuk proses pengeringan clear.

4. Penggunaan alat
a. Kompresor: Untuk mensuplai udara bertekanan tingi untuk
menyemprotkan cat.
b. Spray Gun Tabung Atas: membuat hasil pengecatan lebih rata.
Hal ini tentunya akan mempermudah cara kerja pengecatan.
Selain itu, pengecatan dengan menggunakan spray gun juga
akan lebih cepat selesai.
c. Dynairon: Untuk membersihkan permukaan mobil yang sudah
digosok dengan kertas gosok sebelum di lakukan proses
varnish.
d. Kertas gosok : untuk meratakan dan memperhalus permukaan
mobil.
e. Alat poles/polesher : untuk melakukan proses pemolesan
supaya lebih rata dan mengkilap dengan smepurna.
BAB III
PENUTUP

A. kesimpulan
Pengecatan (paiting) merupakan suatu proses aplikasi cat
dalam betuk cair pada sebuah obyek, untuk membuat lapisan tipis
yang kemudian untuk memuat lapisan yang keras atau lapisan cat.
Fungsi dari pengecatan dibagi menjadi tiga aspek yaitu aspek
ekonomis, aspek estetika dan identifikasi dan aspek perlindungan
metal.
Teknik dalam pengecatan body kendaraan dibagi menjadi
lima yaitu teknik menggunakan manual atau spraygun, pengecatan
dengan menggunakan system celup, elektrostatik spaying, pengecatan
dengan menggunakan system aliran dan menggunkan system elektro
deposition painting.
Kerusakan pada cat kendaraan bermacam-macam diantaranya
yaitu Clouding (berbayang putih seperti awan), Cacat berupa Beads
(Cratering, Fish Eyes), Butiran(Menyerupai kawah, mata ikan),
Cacat menyerupai kulit jeruk (orange peel), CacatCat yang meleleh
(Runs), Solvent popping (gelembung udara kecil), Cracking (retak),
Cacat berupa goresan amplas dan Chipping (luka kecil akibat
kerikil/benda keras) Ada bagian kecil cat yang terlepas (chips).
Pada pekerjaan pengecatan persiapan permukaan sangat
penting untuk dilakukan, yaitu menyangkut kebersihan permukaan
panel yang akan dicat, kesiapan peralatan pengecatan dan bahan, serta
kondisi lingkungan ruang pengecatan.

Peralatan pengecatan merupakan peralatan yang spesifik


sehingga diperlukan perawatan yang kontinue.
Overlapping adalah suatu teknik pengecatan pada permukaan
benda kerja, sehingga penyemprotan yang pertama dan berikutnya
akan menyambung. Overlap biasanya antara 1/3 sampai ½.

Daya sebar cat adalah kemampuan untuk melapisi bidang


tertentu pada luasan dan ketebalan tertentu. Daya sebar dihitung
berdasarkan dari kepadatan cat dan dibagi ketebalan cat yang
diinginkan dalam satuan mikron. Isi kepadatan cat ditentukan oleh
banyaknya kandungan pigmen dan resin dalam cat tersebut. Sebagai
contoh, cat dengan isi kepadatan 70 %, berarti bahwa dalam 1 liter cat
tersebut mengandung 700 cc pigmen (zat pewarna) dan resin (zat
perekat).

Dalam setiap pekerjaan harus menggunakan sapetty


pengaman, bilamana sewaktu-waktu akan terjadi kecelakaan dan
pengaman sangat membantu untuk melakukan kenjutan pekerjaan.
DAFTAR RUJUKAN

Anonim. ( 2012 ) “Fachkunde Karosserie und Lackiertechnik” Verlag Europa


Lehrmittel
Anonim. (1995). Step 1 Pedoman Pelatihan Pengecatan. Jakarta : PT Toyota
– Astra Motor.
Anonim. (2008). Technical Data Sheet Dana Gloss. (http://
www.hempel.com.bh/pdfs/DANA GLOSS/599ME.pdf,
Team-B&P Toyota. (t.th.). Step 1 Pedoman Pelatihan Pengecatan. Jakarta: PT
Toyota Astra Motor
Gunadi, Teknik Bodi Otomotif Jilid 1 dan 2, Buku BSE
Lampiran lampiran foto kerja praktikum pengecatan bodi kendaraan
Proses melihat bodi kendaraan yang akan diperbaiki diagnosis sebelum
pengecatan.

Proses penghalusan dengan kertas gosok


Proses setelah didempul dan dihaluskan dengan kertas gosok
Proses pengecatan
Gambar saat pelapisan agar mengkilap
Gambar saat pemolesan

Hasil setelah dipoles


Penyerahan hasil kepada pelanggan
Foto saat pengumpulan

Foto saat observasi