You are on page 1of 27

Metode

1. Manajemen Unit
1. Struktur Organisasi
Berdasarkan hasil Kajian Situasional pada tanggal 27 Maret 2019 dengan metode observasi dan wawancara
kepada Kepala Ruangan Bougenvile di dapatkan data bahwa terdapat struktur organisasi ruangan seperti berikut:

STRUKTUR ORGANISASI
Kepala Instalasi Rawat Inap

Sri Suhartini, AMK

Kepala Ruangan Administrasi

Listiany Pramanik, S.Kep, Ners Nurwendah, S.Sos

TIM I TIM II TIM III TIM IV

PERAWAT PRIMER PERAWAT PRIMER PERAWAT PRIMER PERAWAT PRIMER

Novi Trian. P, AMK Emi Muharami, AMK Saima Yulianti, Amd.Kep Novi Triani.P, AMK

euis Vevi.
Perawat Associate Perawat Assoctiate Perawat Assoctiate
Perawat Assoctiate
1. Sumi Lestari, Amd. Kep 1. Uum Mulyati, AMK 1. Eka Komalasari, S.Kep. Ners
1. Rini Nuraeni S.Kep
2. Isna. P, S.Kep, Ners 2. Neng Ima Rahmawati, AMK
2. Hera Ratnaningsih, AMK 2. Geget Dwi.N, AMK
3. Rani. K, S.Kep, Ners 3. Nursari Pujiati
3. Ai Yuyun, AMK 3. Eni Rohaeni, AMK
4. Rani. D. A S.Kep, Ners
5. Neng Riska. D, S.Kep, Ners
6. Yuli Y, Amd. Kep
7. Nina. M, S.Kep, Ners
8. Riantina. G. M, S.Kep, Ners
9. Novita.A. A, Amd. Kep
Hasil Analisa:
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi pada tanggal 27-1 April dengan
kepala ruangan di ruang bougenville didapatkan hasil bahwa struktur
organisasi di ruangan tersebut menggunakan metode modifikasi primer.
Menurut Nursalam (2016) Metode Asuhan keperawatan primer adalah
sistem asuhan keperawatan dimana satu orang perawat bertanggung jawab
penuh selama 24 jam terhadap asuhan keperawatan pasien mulai pasien masuk
sampai pasien keluar rumah sakit. Mendorong praktik kemandirian perawat
ada kejelasan antara pembuat rencana asuhan dan pelaksana. Metode primer
ini ditandai dengan adanya keterkaitan kuat dan terus menerus antara pasien
dan perawat yang ditugaskan untuk merencanakan, melakukan dan koordinasi
asuhan keperawatan saelama pasien dirawat.
Menurut Nursalam (2014), metode tim biasa digunakan pada pelayanan
keperawatan di unit rawat inap, unit rawat jalan, dan unit gawat darurat.
Metode tim terbagi atas 2-3 tim yang terdiri dari kepala ruangan, ketua tim
dan perawat pelaksana. Metode Tim memungkinkan pelayanan keperawatan
yang menyeluruh dan memungkinkan komunikasi antartim, sehingga konflik
mudah diatasi dan memberi kepuasan kepada anggota tim.
Menurut Ratna Sudarsono (2000), metode ini melakukan pengorganisasian
pelayanan/asuhan keperawatan yang dilakukan perawat profesional untuk
sekelompok pasien semenjak masuk rumah sakit sampai pulang (tanggung
jawab total). perawat melakukan dua pendekatan dengan metode tim dan
primer melalui kombinasi kedua model ini diharapkan terdapat kontiuitas
asuhan keperawatan dan akuntabilitas asuhan keperawatan terdapat pada
perawat primer.
2. Urain Tugas
Standar Operasional Pelaksanaan
(Metode Modifikasi Primer)
NO Tugas Ya Tidak

I. KEPALA RUANGAN V
1) Melaksanakan fungsi perencanaan,
meliputi
a. Merencanakan jumlah dan kategori
tenaga perawatan serta tenaga lain
sesuai kebutuhan.
b. Merencanakan jumlah jenis V
peralatan perawatan yang
diperlukan sesuai kebutuhan.
c. Merencanakan dan menetukan V
jenis kegiatan/asuhan keperawatan
yang akan diselenggarakan sesuai
kebutuhan pasien
2) Melaksanakan fungsi penggerakan V
dan pelaksanaan, meliputi :
a. Mengatur dan mengkoordinasikan
seluruh kegiatan pelayanan ruang
rawat.
b. Menyusun dan mengatur daftar V
dinas tenaga perawatan dan tenaga
lain sesuai kebutuhan dan
ketentuan atau peraturan yang
berlaku.
c. Melaksanakan program orientasi V
kepada tenaga perawatan baru atau
tenaga lain yang akan bekerja
diruang rawat.
d. Memberi pengarahan dan motivasi V
kepada tenaga perawatan untuk
melaksanakan asuhan keperawatan
sesuai ketentuan/standar.
e. Mengkoordinasikan seluruh V
kegiatan yang ada dengan cara
bekerja sama dengan berbagai
pihak yang terlibat dalam
pelayanan di ruang rawat.
f. Mengadakan pertemuan berkala V
dengan pelaksana perawatan dan
tenaga lain yang berada diwilayah
tanggug jawabnya.
g. Meningkatkan pengetahuan dan V
keterampilan di bidang perawatan
antara lain melalui pertemuan
ilmiah.
h. Mengenal jenis dan kegunaan V
barang/peralatan serta
mengusahakan pengadaannya
sesuai kebuthan pasien agar
tercapai pelayanan yang optimal.
i. Menyusun permintaan rutin V
meliputi kebutuhan alat, obat dan
bahan lain yang diperlukan diruang
rawat.
j. Mengatur dan mengkoordinasikan V
pemeliharaan peralatan agar selalu
dalam keadaan siap pakai.
k. Mempertangungjawabkan V
pelaksanan inventarisasi peralatan.
l. Melaksanakan program orientasi V
kepada pasien dan keluarganya,
meliputi penjelasan tentang
peraturan rumah sakit, tata tertib
ruangan, fasilitas yang ada cara
penggunaannya serta kegiatan rutin
sehari-hari di ruangan.
m. Mendampingi dokter selama V
kunjungan keliling (visite dokter)
untuk pemeriksaan pasien dan
mencatat program pengobatan,
serta menyampikan kepada staf
untuk melaksanakannya.
n. Mengelompokan pasien dan V
mengatur penempatannya di ruang
rawat menurut tingkat
kegawatannya, infeksi dan non
infeksi untuk memudahkan
pemberian asuhan keperawatan.
o. Mengadakan pendekatan kepada V
setiap pasien yang dirawat untuk
mengetahui keadaanya dan
menampung keluhan serta
membantu memecahkan masalah
yang dihadapinya.
p. Mejaga perasan pasien agar merasa V
aman dan terlindungi selama
pelaksanaan pelayanan perawatan
berlangsung.
q. Memberi penyuluhan kesehatan V
terhadap pasien atau keluarga
dalam batas kewenangan.
r. Menjaga perasaan petugas agar V
merasa aman dan terlindungi
selama pelaksanaan pelayanan
perawatan berlangsung.

s. Memelihara dan mengembangkan V


sistem pencatatan dan pelaporan
asuhan keperawatan dan kegiatan
lain yang dilakukan secara tepat
dan benar. Untuk tindakan
perawatan selanjutnya.
t. Mengadakan kerjasama yang baik V
dengan kepala ruang yang lain,
seluruh kepala bidang, kepala
bagian, kepala instalasi dan kepala
unit di RS.
u. Menciptakan dan memelihara V
suasana kerja yang baik antara
petugas, pasien dan keluarganya,
sehingga memberikan ketenangan.
v. Meneliti pengisian formulir sensus V
harian pasien ruangan.
w. Memeriksa dan meneliti pengisian V
daftar permintaan makanan
berdasarkan macam dan jenis
makanan pasien, kemudian
memeriksa dan meneliti ulang saat
penyajian sesuai dengan diitnya.
x. Memelihara buku register dan V
berkas catatan medik.
y. Membuat laporan harian dan V
bulanan mengenai pelaksanaan
kegiatan asuhan keperawatan, serta
kegiatan lain di ruang rawat.
3) Melaksanakan fungsi pengawasan, V
pengendalian dan penilaian meliputi :\
a. Mengawasi dan menilai
pelaksanaan asuhan keperawatan
yang telah ditentukan.
b. Melaksanakan penilaian terhadap V
upaya peningkatan pengetahuan
dan ketrampilan di bidang
perawatan.
c. Mengawasi dan mengendalaikan V
pendayagunaan peralatan
perawatan serta obat-obatan secara
efektif dan efisien
d. Mengawasi pelaksanaan sistem V
pencatatan dan pelaporan kegiatan
asuhan keperawatan serta mencatat
kegiatan lain di ruang rawat.
II. PERAWAT PRIMER V
1) Menerima pasien dan mengkaji
kebutuhan pasien secara
komprehensif.
2) Membuat tujuan dan rencana V
keperawatan.
3) Melaksanakan rencana yang telah V
dibuat selama praktek bila diperlukan.
4) Mengkomunikasikan dan V
mengkoordinasikan pelayanan yang
diberikan oleh disiplin ilmu lain
maupun perawat lain.
5) Mengevaluasi keberhasilan asuhan V
keperawatan.
6) Membuat jadwal perjanjian klinik. V
7) Mengadakan kunjungan rumah bila V
perlu.
8) Bertanggung jawab penuh selama 24 V
jam terhadap asuhan keperawatan
pasien mulai dari pasien masuk
sampai keluar rumah sakit.
9) Mengikuti timbang terima V
10) Menerima pasien dan mengkaji V
kebutuhan pasien secara komperhensif
11) Membuat tujuan dan rencana V
keperawatan.
12) Melaksanakan rencana yang telah V
dibuat selama ia dinas.
13) Mengkomunikasikan dan V
mengkoordinasikan pelayanan yang
diberikan oleh disiplin lain maupun
perawat lain.
14) Mengevaluasi keberhasilan yang V
dicapai.
15) Menerima dan menyesuaikan rencana. V
16) Menyiapkan penyuluhan untuk V
pulang.
17) Melaksanakan sentralisasi obat. V

18) Mendampingi visite. V


19) Melaksanakan ronde keperawatan V
bersama dengan kepala ruangan dan
perawat associate.
20) Melaporkan perkembangan pasien V
kepada kepala ruangan.

a) III. PERAWAT ASOSIATE

Seorang perawat yang diberikan wewenang


dan ditugaskan untuk memberikan
pelayanan keperawatan langsung kepada
klien.
Tugas Pokok
a. Memberikan perawatan secara langsung
berdasarkan proses keperawatan dengan
sentuhan kasih sayang.
1. Melaksanakan tindakan perawatan V
yang telah disususun.
2. Mengevaluasi tindakan V
keperawatan yang telah diberikan
3. Mencatat dan melaporkan semua V
tindakan perawatan dan repons
klien pada catatan perawatan.
b.Melaksanakan program medik dengan
penuh tanggung jawab.
1) Pemberian obat. V
2) Pemeriksaan laboratorium. V
3) Persiapan klien yang akan V
dioperasi.
c. Memperhatikan keseimbangan
kebutuhan fisik , mental, dan spiritual
dari klien, :
1) Memelihaara kebersihan klien dan V
lingkungan.
2) Mengurangi penderitaan klien V
dengan memberi rasa aman,
nyaman dan ketenangan.
3) Pendekatan dengan komunkasi V
terapiutik.
d. Mempersiapkan klien secara fisik dan V
mental untuk menghadapi tindakan
perawatan dan pengobatan serta
diagnostik..
e. Melatih klien untuk menolong dirinya V
sendiri sesuai kemampuannnya.
f. Memberi pertolongan segera pada V
kien gawat atau sakaratul maut.
g. Membantu kepala ruangan dalam
ketatalaksaaan ruangan secara
administratif.
1) Menyiapkan data klien baru, V
pulang atau meninggal.
2) Sensus harian dan formulir. V
3) Rujukan atau penyuluhan PKMRS. V
h. Mengatur dan menyiapkan alat-alat V
yang ada diruangan
i. Menciptkan dan memelihara V
kebersihan, keamanan, kenyamanan
dan keindahan ruangan.
j. Melaksankan tugas dinas V
pagi/sore/malam secara bergantian.
k. Memberi penyuluhan kesehatan V
kepada klien sehubungan dengan
penyakitnya.
l. Melaporkan segala sesuatu mengenai V
keadaan klien baik lisan maupun
tertulis.
m. Membuat laporan harian. V
n. Mengikuti timbang terima. V
o. Mengikuti kegiatan ronde V
keperawatan.
p. Melaksanakan rencana keperawatan V
yang dibuat oleh perawat primer
q. Berkoordinasi dengan perawat V
associate yang lain dan perawat
primer.
r. Melakukan evaluasi formatif V
s. Pendokumentasian tindakan dan V
catatan perkembangan pasien.

t. Melaporkan segala perubahan yang V


terjadi atas pasien kepada perawat
primer.
Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 27 – 1 April 2019 yang
dilakukan di Ruang Bougenville didapatkan ada beberapa tugas Kepala
Ruangan, perawat primer, perawat assosiete hampir seluruhnya sudah
melakukan tugas sesuai dengan uraian tugasnya dengan uraian-uraian tugas
berdasarkan Nursalam, 2014.

3. Hak Dan Kewajiban Pasien Yang Tertulis di Rumah Sakit

1) Hak Pasien :
a) Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang
berlaku di Rumah Sakit.
b) Memperoleh informasi mengenai Hak dan Kewajiban Pasien.
c) Berhak atas pelayanan yang manusiawi, adil, jujur tanpa
diskriminasi.
d) Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar
profesi (SPO).
e) Memperoleh layanan yang efektif dsn efisien sehingga pasien
terhindar dari kerugian fisik dan materi.
f) Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan.
g) Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginan dan
peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.
h) Meminta konsultasi tentang penyakit yang diderita kepada dokter
lain yang mempunyai Surat Izin Praktek baik di luar maupun di
Rumah Sakit.
i) Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita
termasuk data-data medisnya.
j) Mendapatkan informasi tentang kondisi penyakit yang dideritanya
serta perkiraan biaya pengobatan.
k) Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan
dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.
l) Didamping keluarga di saat kritis.
m) Menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaannya selama hal
tersebut tidak mengganggu pasien lainnya.
n) Berhak atas keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam
perawatan di Rumah Sakit.
o) Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perilaku Rumah Sakit
terhadap dirinya.
p) Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan
agama dan kepercayaan yang dianutnya.
q) Menggugat Rumah Sakit apabila apabila Rumah Sakit diduga
memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar, baik secara
perdata maupun pidana.
r) Mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai dengan
standar pelayanan melalui media sesuai dengan ketentuan peraturan
peruandang-undangan.
2) Kewajiban Pasien :
Mematuhi peraturan yang berlaku di Rumah Sakit
a) Menggunakan fasilitas Rumah Sakit secara bertanggung jawab.
b) Menghormati hak-hak pasien lain, pengunjung dan hak tenaga
kesehatan serta petugas lainnya yang bekerja di Rumah Sakit.
c) Memberikan informasi yang jujur, lengkap dan akurat sesuai
kemampuan dan pengetahuannya tentang masalah kesehatannya.
d) Memberikan informasi mengenai kemampuan finansial dan jaminan
kesehatan yang dimilikinya.
e) Mematuhi rencana terapi yang direkomendasikan oleh tenaga
kesehatan di Rumah Sakit dan disetujui oleh pasien yang
bersangkutan setelah mendapatkan pejelasan sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan.
f) Menerima segala konsekuensi atas keputusan pribadinya untuk
menolak rencana terapi yang direkomendasikan oleh tenaga
kesehatan dan / atau tidak mematuhi petunjuk yang diberikan oleh
tenaga kesehatan dalam rangka penyembuhan pentyakit atau masalah
kesehatannya.
g) Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

Hasil Analisa :
Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 27-1 April 2019 dengan
keluarga pasien didapatkan hasil bahwa 20 orang dari keluarga pasien
mengetahui adanya hak dan kewajiban pasien akan tetapi keluarga pasien
belum memahami mengenai hak dan kewajiban tersebut meskipun sudah
dilakukan penjelasan dari petugas pada saat pasien mendaftar dan
diberikan selembaran juga mengenai hak dan kewajiban pasien tersebut.

a. Tata Tertib Rawat Inap


1) Kewajiban Para Pengunjung
a) Keterangan Pengunjung pasien rawat inap
Jam Besuk :
- Pagi : 11.00 s/d 12.00 WIB
- Sore : 17.00 s/d 18.00 WIB
b) Sesudah jam berkunjung, harap segera meninggalkan ruangan.
c) Pasien dapat ditunggu oleh satu orang anggota keluarga terdekat
dan mengurus kartu penunggu pasien ke petugas ruang perawatan
setempat.
d) Apabila penunggu pasien dilebihkan lebih dari satu orang dan atas
pertimbangan petugas ruangan maka keluarga dapat mengurus
surat izin menunggu dan akan mendapatkan kartu tunggu dari
petugas.
e) Kartu penunggu pasien berlaku untuk satu orang.
2) Larangan Bagi Pengunjung
1) Tidak membawa senjata tajam dan senjata api.
2) Tidak membawa anak kecil dibawah umur 10 tahun masuk keruang
perawatan.
3) Tidak ramai, gaduh, ribut.
4) Tidak membawa barang berharga dan uang dalam jumlah besar.
5) Dilarang bermain diluar ruangan sesedah jam berkunjung selesai.
6) Dilarang merokok diseluruh area Rumah Sakit.

Hasil Analisa :
Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 27-1 April 2019
didapatkan hasil bahwa di ruangan tersebut sudah sesuai dengan tata tertib
yang tersedia di ruangan karena sudah terdapat petugas keamanan untuk
mengatur pengunjung dan pintu selalu dikunci.

b. Penerapan Metode Asuhan Keperawatan


Berdasarkan hasil kajian situasi yang dilakukan pada tanggal 27-1

April didapatkan hasil bahwa diruang bougenville menggunakan metode

modifikasi primer. Terdapat 4 perawat primer dibawah pengawasan dari

kepala ruangan. Menurut kepala ruangan dipilihnya metode modifikasi

primer karena dinilai kurang efektif. kelebihan dari metode keperawatan

tersebut perawat penanggung jawab setiap ruangan dapat mengetahui

mengenai keadaan pasien disetiap ruangannya sedetil mungkin dan

melakukan tindakan perawatan lebih maksimal tetapi kekurangan dalam

metode tersebut adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM),

dipengaruhi juga dengan ruangan yang berkapasitas 37 tempat tidur,

tetapi 2 rusak dengan tingkat ketergantungan seluruhnya adalah total.

Metode modifikasi primer diruangan terbagi atas 4 perawat primer, dan

tiap perawat primer membawahi 3-9 perawat Assoctiate. Pendidikan

perawat primer di ruangan bougenville masih ada yang berpendidikan D3

yang telah melakukan berbagai pelatihan. Dari hasil wawancara yang


dilakukan selama 5 hari kepada 22 orang perawat. Sebanyak 2 orang

perawat mengetahui mengenai metode modifikssi primer tersebut tetapi

tidak dapat menjelaskan mengenai metode modifikasi primer. Berdasarkan

uraian tugas perawat primer di ruangan sudah dilaksanakannya tugas

perawat primer yaitu melakukan asuhan keperawatan dimana satu orang

perawat bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap asuhan

keperawatan pasien mulai pasien masuk sampai pasien keluar rumah sakit.

Hasil Analisis:

Dari hasil kajian di ruang Bougenville terdapat 3 perawat primer

yang berpendidikan D3 keperawatan da. Menurut Nursalam (2014) dalam

standar metode asuhan keperawatan professional, perawat primer haruslah

perawat yang mempunyai spesifikasi dan pendidikan Ners. Metode asuhan

keperawtan primer adalah sistem asuhan keperawatan dimana satu orang

perawat bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap asuhan

keperawatan pasien mulai pasien masuk sampai pasien keluar rumah sakit.

Berdasarkan SP2KP tugas perawat primer adalah memenuhi

kebutuhan pasien secara total selama dirawat dirumah sakit, melakukan

pengkajian secara konferhensif dan merencanakan asuhan keperawatan,

mengadakan komunikasi dan koordinasi dalam merencanakan asuhan

keperawatan dan membuat rencana pulang pasien, memberikan Asuhan

Keperawatan pasien sesuai rencana dan mengkoordinasikan dengan tim

anggota kesehatan lain, melakukan rujukan kepada pekerja sosial, kontak


dengan lembaga sosial dimasyarakat, membuat jadwal perjanjian klinik,

mengadakan kunjungan rumah (Perry, Potter. 2009).

Di ruang Bougenville salah satu perawat primer memberikan asuhan

keperawatan kepada 5-6 pasein dimana terjadi ketidakseimbangan jumlah

pekerjaan antara perawat primer 1 dan 2 sedangkan normalnya perawat

pelaksana menangani 4-5 pasien (Direktorat Bina Pelayanan Keperawatan

DEPKES RI 2009).

1. Mengobservasi timbang terima (operan)

Berdasarkan hasil observasi dalam 3 shift dan selama 4 hari

didapatkan hasil perawat ruang Bougenville telah melakukan timbang

terima yang diawali dengan pembukaan oleh kepala ruangan, setelah itu

doa dan dimulai operan dari dinas sebelumnya ke dinas selanjutnya yang

isinya adalah menjelaskan kondisi pasien saat ini seperti ttv, keluhan

utama dan tindakan yang telah dilakukan kepada perawat dinas

selanjutnya, lalu diakhiri dengan penutup. Berdasarkan hasil wawancara

pada tanggal 20 juli 2018, di ruang bougenville belum terdapat SOP

mengenai timbang terima pasien.


Prosedur Timbang Terima Pasien

28 29 30 31 01
P S P S M P S P S M P S
Persiapan Persiapan Personal: √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

1. Timbang terima
dilaksanakan setiap
pergantian sif/operan
2. Prinsip timbang terima, √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
semua pasien baru masuk
dan pasien yang dilakukan
timbang terima khususnya
pasien yang memiliki
permasalahan yang
belum/dapat teratasi serta
yang membutuhkan
observasi lebih lanjut
3. PA/PP menyampaikan √ √
timbang terima kepada PP (
yang menerima
pendelegasian) berikutnya, √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
hal yang perlu disampaikan
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √
dalam timbang terima:
a. Aspek umum yang
meliputi: M1 s/d M5
b. Jumlah pasien
c. Identitas pasien dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
diagnosa medis
d. Data (keluhan/subjektif √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
dan objektif)
e. Masalah keperawatan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
yang masih muncul
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
f. Intervensi keperawatan
yang sudah dan belum
dilaksanakan (secara
umum)

g. Intervensi kolaboratif dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √


dependen
h. Rencana umum dan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
persiapan yang perlu
dilakukan (persiapan
operasi, pemeriksaan
penunjang, dan program
lainnya).

Pelaksanaan Nurse Station √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √


1. Kedua kelompok dinas
sudah siap (sif jaga)

2. Kelompok yang akan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √


bertugas menyiapkan buku
catatan
3. Kepala ruangan/ketua √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
tim/penanggung jawab shift
membuka acara operan
4. Penyampaian yang jelas, √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
singkat dan padat oleh
perawat jaga

5. Perawat yang akan berdinas √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √


melakukan klarifikasi
Di Bed Pasien √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
6. Kepala ruangan
menyampaikan salam dan PP
menanyakan kebutuhan
dasar pasien

7. Perawat jaga selanjutnya √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √


mengkaji secara penuh
terhadap masalah
keperawatan, kebutuhan, dan
tindakan yang telah /belum
dilaksanakan, serta hal-hal
penting lainnya selama masa
perawatan
8. Hal-hal yang sifatnya khusus √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
dan memerlukan perincian
yang matang sebaiknya
dicatat secara khusus untuk
kemudian diserahterimakan
kepada petugas berikutnya
Post 1. Diskusi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
Timbang
Terima 2. Pelaporan untuk timbang √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
terima dituliskan secara
langsung pada format
timbang terima yang
ditandatangani oleh PP
yang jaga saat itu dan PP
yang jaga berikutnya
diketahui oleh kepala
ruangan
3. Ditutup oleh karu √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Hasil Kajian Situasi:

Hasil observasi pada tanggal 27 Maret - 01 April didapatkan

Kegiatan timbang terima di ruangan bougenville sudah sesuai dengan

tahapan-tahapan timbang terima yang sudah ditentukan.

Hasil Kajian Teori

Menurut Nursalam (2008), timbang terima adalah suatu cara

dalam menyampaikan sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan keadaan

klien. Handover adalah waktu dimana terjadi perpindahan atau transfer

tanggungjawab tentang pasien dari perawat yang satu ke perawat yang

lain.Tujuan dari handover adalah menyediakan waktu, informasi yang

akurat tentang rencana perawatan pasien, terapi, kondisi terbaru, dan

perubahan yang akan terjadi dan antisipasinya.

2. Mengobservasi Pre dan Post Confrence


Berdasarkan hasil observasi selama 5 hari dari tanggal 27 Maret -

01 April 2018, pre dan post conference yang dilakukan diruangan

Bougenville sudah sesuai karena precoference, postconfrence dan

timbang terima dilakukan tidak secara bersamaan. Kepala ruangan

memimpin Preconfrence dan postconfrence pada saat dinas pagi dan

ketika dinas malam dipimpin oleh perawat primer.

PRE-POST COMFERENCE

No Dokumentasi: No Revisi: Halaman

Standar Tanggal berlaku: Ditetapkan di:


Manajemen
Keperawatan

Pengertian Comference merupakan pertemuan tim yang dilakukan


setiap hari. Comference dilakukan sebelum (pre) atau
setelah (post) melakukan operan dinas, sore atau malam
sesuai dengan jadwal dinas perawatan pelaksanaan.

Tujuan Role Play dalam kelompok

Kebijakan 1. Membantu untuk mengidentifikasi masalah-masalah


pasien
2. Merencanakan asuhan dan merencanakan evaluasi hasil
3. Mempersiapkan hal-hal yang akan ditemui di lapangan
4. Memberikan kesempatan untuk berdiskusi tentang
keadaan pasien
Persiapan Menghubungi kepala ruangan dan perawat yang mungkin
akan terlibat dalam pelaksanaan

Prosedur Kerja 1. Ketua tim atau penanggung jawab tim membuka acara
2. Berdoa
3. Ketua tim atau penanggung jawab tim menanyakan
asuhan keperawatan yang telah dilakukan oleh perawat
dinas sebelumnya terutama pada pasien/masalah yang
perlu didiskusikan
4. Diskusi yang dipimpin oleh ketua tim atau penanggung
jawab
5. Ketua tim atau penanggung jawab tim menanyakan
rencana harian masing-masing perawat pelaksana
6. Ketua tim atau penanggung jawab tim memberikan
masukkan dan tindak lanjut terkait dengan asuhan yang
diberikan saat itu
7. Ketua tim atau penanggung jawab tim memberikan
reinforcement.
8. Ketua tim atau penanggung jawab tim menutup acara
Unit Terkait Kepala ruangan, perawat ruangan.
Hasil Kajiam Situasi :

Dalam melakukan pre dan post conference dilihat dari prosedur

uraian sudah sesuai dengan teori .

Kajian Teori

Pre Conference adalah komunikasi kepala primer dan perawat

pelaksana setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut

yang dipimpin oleh ka primer atau penanggung jawab primer. Jika yang

dinas pada primer tersebut hanya 1 (satu) orang, maka pre conference

ditiadakan. Isi pre conference adalah rencana tiap perawat (rencana harian)

dan tambahan rencana dari kepala primer dan penanggung jawab primer

(Modul MPKP, 2006)

Post Conference adalah komunikasi kepala primer dan perawat

pelaksana tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada

shift berikutnya. Isinya adalah hasil asuhan keperawatan tiap perawatan dan

hal penting untuk operan (tindak lanjut). Post conference dipimpin oleh

kepala primer atau penanggung jawab primer (Modul MPKP, 2006).

c. Pelaksanaan Discharge Planing

Berdasarkan hasil observasi di ruang Bougenville selama 5 hari

didapatkan hasil bahwa terdapat 27 pasien pulang, 27 pasien diberikan

discharge planning secara lisan dan tulisan secara lengkap serta

mengevaluasi kembali penjelasan yang telah diberikan perawat kepada


keluarga pasien. Di ruang Bougenville sendiri sudah terdapat SOP

discharge planning dengan lembar ceklis yang ada di status pasien dan

lebih memudahkan perawat dalam mengisi discharge planning.

Analisa data

Discharge planning merupakan suatu rencana yang disusun secara

sistematis untuk klien, sebelum keluar dari Rumah Sakit yang dimulai

dari mengumpulkan data sampai dengan masuk area perawatan yaitu

meliputi pengkajian, rencana perawatan, implementasi dan evaluasi

(Nursalam, 2012). Ketika pasien meninggalkan rumah sakit, sekali lagi

menekankan informasi yang telah anda berikan sebelumnya dan program

dokter untuk medikasi, tindakan, atau peralatan khusus. Menekankan

perjanjian rujukan sehingga pasien jelas tentang hal-hal yang harus

dilakukan Menyakinkan pasien dan keluarga memahami keterbatasan

pasien Mendorong pasien dan keluarga untuk datang kembali ke rumah

sakit bila kondisinya tidak membaik atau memburuk. Ketika pasien pulih,

memberikan motivasi untuk kembali ke kehidupan dan perannya yang

normal seperti sebelum sakit (Ester, 2005).

d. Meninjau Pelaksanaan Sentralisasi Obat

Berdasarkan hasil observasi selama 5 hari pada tanggal 27 Maret -01

April di ruang Bougenville , pelaksanaan sentralisasi obat sudah ada dan

telah dilaksanakan. Terdapat loker obat pasien dengan kode kamar dan

nama pasien di setiap loker pasien dan obat pasien dipisah satu sama
lain, untuk penomoran loker masih menggunakan nama saja belum ada

label identitas yang menunjukan nama dan nomor rekam medis klien

untuk memudahkan perawat dalam menemukan loker obat klien.

Perawat di ruangan dalam meracik obat sudah di dalam ruangan khusus

dispensing di ruangan bougenville. Untuk obat sisa yang bisa dipakai

kembali untuk penyimpanan sudah disimpan di dalam kulkas

Hasil Analisis:

Berdasarkan rujukan Nursalam (2017), teknik pengelolaan obat adalah

pengelolaan obat dimana seluruh obat yang di berikan kepada pasien baik

obat oral maupun obat injeksi diserahkan sepenuhnya kepada perawat.

Penanggung jawab pengelolaan obat adalah kepala ruangan yang secara

operasional dapat didelegasikan kepada staf yang ditunjuk

(Nursalam.2002). Pengeluaran dan pembagian obat tersebut dilakukan

oleh perawat dimana pasien atau keluarga wajib mengetahui dan ikut serta

mengontrol penggunaan obat tersebut.Sentralisasi obat adalah pengelolaan

obat di mana seluruh obat yang akan diberikan kepada pasien diserahkan

pengelolaan sepenuhnya oleh perawat (Nursalam, 2011). Dalam

melakukan sentralisasi obat diperlukan loker penyimpanan obat pasien dan

diberi label berupa nama pasien dan nomor medrek, perawat melakukan

informed consent kepada keluarga pasien bahwa akan dilakukan

sentralisasi obat dan mengisi lembar serah terima obat, untuk obat sisa

dimasukan kedalam lemari pendingin untuk menjaga kualitas obat dan

ditulis tanggal kadaluarsa obat.


e. Studi Dokumentasi Keperawatan

Hasil yang di dapat Pada saat dinas pagi,siang dan malam ada

perawat primer untuk pendokumentasian, pendokumentasian

dilakukan oleh perawat perimer. Sistem pendokumentasian di Ruang

Bougenville sudah sesuai dengan pendokumentasian asuhan, yang

meliputi pendokumentasian dalam status klien, dilakukan oleh

pearawat primer dan jika tidak ada perawat primer pendokumentasian

dilakukan oleh perawat pelaksana. Format pengkajian diagnosa dan

intervensi sudah ada dan dalam bentuk format cekhlist sehingga dapat

memudahkan perawat dalam mengkaji pasien.

a. Pengkajian

Pengkajian tentang proses keperawatan dilakukan dengan cara

observasi dan studi dokumentasi serta wawancara. Format

pengkajian sudah ada dan dalam bentuk lembar cekhlist sehingga

dapat memudahkan perawat dalam mengkaji pasien. Data yang di

dapat adalah:

- Identitas klien;

- Riwayat kesehatan;

- Pemeriksaan fisik;

- Skrining gizi;

- Kebutuhan dasar; dan

- Status fungsional pasien


b. Diagnosa Keperawatan dan Rencana Asuhan Keperawatan

Dari hasil studi dokumentasi status pasien dapat diketahui

bahwa status perawatan pasien sudah dituliskan mengenai

diagnosis keperawatan dan intervensi keperawatan. Lembar

pendokumentasian diagnosis keperawatan sudah langsung

tercantum diagnosanya, perawat menandai dengan cara menceklis

sesuai dengan kondisi pasien.

c. Implementasi Keperawatan

Implementasi yang dilakukan sesuai dengan perencanaan yang

telah dibuat di lembar intervensi.

d. Evaluasi dan Catatan Perkembangan

Berdasarkan hasil studi dokumentasi, evaluasi dokumentasi

dituliskan dalam bentuk SOAP dan terdapat tanda tangan dari

pengirim pesan dan penerima pesan. Format catatan perkembangan

berisi : nama, No. CM, ruang dengan kolom yang berisi tanggal,

giliran/ jam, perkembangan pasien, nama/paraf. Berdasarkan hasil

observasi dan wawancara, format catatan perkembangan dituliskan

setiap shift (hari).

Analisa Data

Berdasarkan hasil observasi dari tanggal 27 Maret – 01

April SAK yang ada diruang Bougenvilee dokumentasi

keperawatan yang dilakukan oleh 16 orang perawat dari 22

perawat sudah melakukan pendokumentasian yang telah sesuai.


Menurut Douglas, asuhan keperawatan yang sudah direncanakan

dengan baik akan menimbulkan motivasi dan rasa tanggung jawab

perawat yang tinggi sehingga akan membuat mutu asuhan

keperawatan meningkat, yang tentunya akan membuat pasien

merasa mendapatkan kepuasan. Tanggung jawab perawat harus

dijalankan dengan maksimal dan teliti, se-hingga perlu adanya

motivasi dari atasan supaya pelaksanaan tanggung jawab perawat

tersebut berjalan dengan baik.

f. Meninjau Pelaksanaan Supervisi

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan kepada

kepala ruangan selama 5 hari dari mulai tanggal tanggal 27 Maret –

01 April, didapatkan data bahwa kepala ruangan selalu melakukan

supervisi kepada perawat diruang Bougenville, supervisi yang

dimaksud berupa pemantauan ketepatan tindakan sesuai dengan

SOP yang ada di ruangan, meninjau dan mengontrol pelaksanaan

asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien, meninjau

pendokumentasian asuhan keperawatan di status apakah sudah

sesuai atau belum dengan standar, memantau secara langsung

pelaksanaan timbang terima antar perawat dan pelaksanaan

manajemen unit di ruangan.

Analisa data

Kegiatan yang dilakukan oleh kepala ruangan di ruang Bougenville

saat diobservasi adalah pemantauan ketetapan sesuai SOP yang ada


diruangan, mengontrol dan meninjau pelaksanaan pemberian

asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien, meninjau

pendokumentasian asuhan keperawatan di status dan memantau

langsung pelaksanaan timbang terima antar perawat.berdasarkan

hasil observasi tersebut kepala ruangan telah menjalankan tugas

supervise.