You are on page 1of 15

TRANSFORMASI NILAI FINANSIAL MENJADI NILAI EKONOMIS

Makalah ini disusun guna melengkapi tugas Mata Kuliah Evaluasi Proyek
Dosen Pengampu : Dra.Sudati Nur Sarfiah, M.M.

Disusun Oleh :

1. Fauziah Eka Permadani (1610101004)


2. Fani Aprilia (1610101017)
3. Deby Lyana Dewi (1610101021)
4. Heni Nurmayanti (1610101059)
5. Fatin Damayanti (1610101060
6. Diaz Sisco Handio (1610101091)

K1 EKONOMI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TIDAR
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami limpahkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Transformasi
Nilai Finansial menjadi Nilai Ekonomis”.
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Evaluasi Proyek. Dalam bab ini kami
membahas tentang pengertian, perbedaan, serta transformasi nilai finansial menjadi nilai
ekonomis. Kami selaku penulis, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyelesaian makalah ini. Dengan selesainya makalah ini kami berharap
semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, khususnya bagi para pembaca.
Sebagai manusia biasa kami sadar bahwa pembuatan makalah ini masih jauh dari
sempurna. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, dan kelemahan adalah milik
kita sebagai makhluk. Maka, untuk terciptanya makalah yang lebih baik dimasa depan, kami
mohon sekiranya para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun.

Magelang, 5 April 2019

Penulis

DAFTAR ISI
i
KATA PENGANTAR ...............................................................................................................i
DAFTAR ISI ........................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah.....................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...............................................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan.................................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Analisis Finansial Ekonomi ............................................................................3
2.2 Perbedaan Analisis Finansial dan Ekonomi ......................................................................3
2.3 Alasan Dilakukan Analisa Ekonomi Dan Finansial .........................................................7
2.4 Alat Perhitungan Arus Dana .............................................................................................7
2.5 Transformasi Nilai Finansial Menjadi Nilai Ekonomis ....................................................9
2.6 Manfaat Ekonomi Dan Sosial .........................................................................................10
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................................12
3.2 Saran ...….........................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................13

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Sebelum suatu proyek akan dilaksanakan/dikerjakan, terlebih dahulu perlu diadakan
perhitungan besarnya biaya serta berapa besar manfaat yang dihasilkan dari proyek
tersebut. Untuk memperbaiki penilaian dalam berinvestasi maka dilakukanlah analisis
proyek. Dalam analisis proyek, terdapat nilai-nilai yang perlu diperhatikan dalam
mempersiapkan perencanaan proyek seperti nilai finansial dan ekonomi.

Di dalam nilai finansial, suatu proyek dilihat dari badan atau orang yang menanam
modalnya dalam proyek atau yang berkepentingan langsung dalam proyek, sehingga
modal saham (equity capital) menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan. Untuk melihat
nilai finansial suatu proyek, maka dilakukanlah analisis finansial. Hasil dari analisis
finansial ini biasanya dikenal dengan istilah “private returns”. Sedangkan nilai ekonomi
suatu proyek dilihat dari sudut pandang perekonomian sebagai keseluruhan. Untuk
melihat nilai ekonomi suatu proyek maka dilakukanlah analisis ekonomi. Yang harus
diperhatikan di dalam analisis ekonomi yakni hasil total yang digunakan dalam suatu
proyek untuk kepentingan masyarakat atau perekonomian sebagai suatu keseluruhan,
tanpa melihat siapa yang menyediakan sumber-sumber tersebut dan tanpa melihat siapa-
siapa di dalam masyarakat yang akan menerima hasil dari proyek tersebut. Hasil ini
dikenal dengan istilah “social returns” atau “economic returns” bagi proyek.

Untuk mendapatkan private returns dan social returns dalam suatu proyek, maka
perlu adanya transformasi nilai finansial menjadi nilai ekonomis. Transformasi dari kedua
nilai tersebut diharapkan mendatangkan keuntungan di masa depan yang merupakan
kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu proyek yang dilakukan. Oleh
karena itu, makalah ini akan membahas lebih jauh tentang transformasi nilai finansial
menjadi nilai ekonomis pada suatu proyek.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa itu analisis finansial dan analisis ekonomi?
2. Bagaimana perbedaan dan persamaan antara analisis finansial dan ekonomi?
3. Mengapa perlu dilakukan analisis finansial dan ekonomi?
4. Bagaimana alat perhitungan yang digunakan?
5. Bagaimana transformasi nilai finansial menjadi nilai ekonomis pada suatu proyek?
6. Bagaimana manfaat ekonomi dan sosial pada suatu proyek?

1
1.3 TUJUAN
Tujuan dari penulisan makalah ini, diantaranya:
1. Mengetahui apa itu analisa finansial dan analisa ekonomi dalam suatu proyek.
2. Mengetahuai perbedaan dan persamaan antara analisa finansial dan analisa ekonomi
dalam suatu proyek.
3. Mengetahui mengapa dilakukan analisa finansial dan analisa ekonomi.
4. Mengetahui alat perhitungan yang digunakan dalam analisa finansial dan analisa
ekonomi.
5. Mengetahui transformasi nilai finansial menjadi nilai ekonomis pada suatu proyek.
6. Mengetahui manfaat ekonomi dan sosial pada suatu proyek.

2
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Analisis Finansial dan Ekonomi
2.1.1 Analisis Finansial
Analisis finansial adalah analisis kelayakan yang melihat dari sudut
pandang lembaga/badan yang mempunyai kepentingan langsung dalam proyek
yang menginvestasikan modalnya dalam proyek. dalam Analisis finansial
cenderung memperhatikan segi cash flow yaitu perbandingan antara hasil
penerimaan atau penjualan kotor (gross sales) dengan jumlah biaya-biaya yang
dinyatakan dalam nilai sekarang untuk mengetahui kriteria kelayakan atau
keuntungan suatu proyek. Hasil finansial sering juga disebut “private returns”.
Beberapa hal lain yang harus diperhatikan dalam analisis finansial ialah waktu
didapatkannya returns sebelum pihak-pihak yang berkepentingan dalam
pembangunan proyek kehabisan modal.

2.1.2 Analisis Ekonomi


Analisa ekonomi adalah analisis yang melihat suatu kegiatan proyek dari
sudut perekonomian secara keseluruhan. Dalam analisis ekonomi yang
diperhatikan ialah hasil total, atau produktivitas atau keuntungan yang didapat
dari semua sumber yang dipakai dalam proyek untuk masyarakat atau
perekonomian sebagai keseluruhan, tanpa melihat siapa yang menyediakan
sumber-sumber tersebut dan siapa dalam masyarakat yang menerima hasil
proyek tersebut. Hasil itu disebut “social returns” atau “economic returns”.

2.2 Perbedaan Analisis Finansial dan Analisis Ekonomi


Menurut Djamin (2003), Soetriono (2006) perbedaan antara analisis finansial
dengan analisis ekonomi yakni:
2.2.1 Harga
Pada analisis finansial harga digunakan adalah harga pasar (market price),
sedangkan pada analisis ekonomi untuk mencari tingkat profitabilitas ekonomi
akan digunakan harga bayangan. Menurut Suad Husnan dan Suwarsono (2000),
beberapa cara penggunaan harga bayangan antara lain sebagai berikut:
a. Harga input output diperdagangkan
Harga bayangan yang digunakan untuk input output diperdagangkan
adalah harga internasional atau border price yang dinyatakan dalam satuan
moneter setempat pada kurs pasar. Menurut Djamin (2003), border price
yang relevan untuk input dan output impor adalah harga impor CIF lepas dari
3
pelabuhan (dikurangi segala jenis bea masuk, pajak impor, dan lain
sebagainya), sedangkan pada input-output yang merupakan barang ekspor
maka border price yang relevan digunakan adalah harga FOB pada titik
masuk pelabuhan ekspor.
b. Harga input tidak diperdagangkan
Harga bayangan dari input adalah consumer willingness to pay atau
kesediaan konsumen untuk membayar dalam hal ini adalah kesediaan pihak
yang berkepentingan dalam proyek untuk membayar.
c. Biaya tenaga kerja
Harga bayangan untuk biaya tenaga kerja adalah berapa sektor lain
bersedia membayar untuk tenaga kerja tersebut apabila usaha tani menarik
tenaga kerja dari sektor lain. Kalau proyek tersebut menciptakan tenaga
kerja, maka harga bayangan tenaga kerja jauh lebih rendah dibandingkan
dengan upah yang dibayarkan perusahaan kepada mereka.
d. Lahan
Harga bayangan modal untuk lahan diperhitungkan dari biaya
pengorbanan produksi (production foregone) yaitu hasil produksi dari tanah
bila tidak digunakan untuk proyek, untuk tanah yang tidak menghasilkan
maka harga bayangan dapat berupa harga sewa dari tanah tersebut.
e. Nilai tukar valuta asing
Harga bayangan untuk nilai valuta asing adalah nilai resmi yang
ditentukan oleh lembaga pemerintah yang berwenang dikali dengan faktor
konversi.

2.2.2 Pajak
Pembayaran pajak dalam analisis finansial akan dikurangkan pada manfaat
proyek atau dianggap sebagai biaya. Sedangkan pada analisis ekonomi
pembayaran pajak tidak dikurangkan dalam perhitungan benefit proyek yang
diserahkan pada pemerintah untuk kepentingan masyarakat sebagai keseluruhan,
dan oleh karena itu dianggap sebagai biaya.

2.2.3 Subsidi
Di dalam analisis finansial, subsidi (pengurangan pajak, pembatasan pajak
impor terhadap bahan baku, dapat pula berupa sarana-sarana lainnya yang dapat
dimanfaatkan proyek yang bersangkutan) akan mengurangi biaya proyek, jadi
menambah benefit proyek. Sedangkan pada analisis ekonomi, subsidi tidak
dihitung sebagai salah satu penyebab bertambahnya keuntungan oleh karena itu
tidak dihitung.
2.2.4 Keuntungan atau Benefit
4
Yang harus diperhatikan di dalam analisis ekonomi yakni hasil total yang
digunakan dalam suatu proyek untuk kepentingan masyarakat atau
perekonomian sebagai suatu keseluruhan, tanpa melihat siapa yang
menyediakan sumber-sumber tersebut dan tanpa melihat siapa-siapa di dalam
masyarakat yang akan menerima hasil dari proyek tersebut. Hasil ini dikenal
dengan istilah “social returns” atau “economic returns” bagi proyek. Untuk
mendapatkan private returns dan social returns dalam suatu proyek, maka perlu
adanya transformasi nilai finansial menjadi nilai ekonomis. Transformasi dari
kedua nilai tersebut diharapkan mendatangkan keuntungan di masa depan yang
merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu proyek
yang dilakukan.

2.2.5 Bunga modal

Bunga pinjaman dari Luar Negeri dan dalam negeri yang alokasinya
ditentukan oleh pemerintah bukan merupakan biaya. Bunga pinjaman Luar
Negeri untuk proyek yang mengikat dihitung saat pelunasan.

Tabel 1. Perbedaan Analisis Finansial dan Ekonomi


No. Keterangan Analisis Finansial Analisis Ekonomi
1 Harga Harga biji kopi yang Harga biji kopi yang diterima
output diterima petani petani dengan harga bayangan
dengan harga pasar yaitu harga FOB pada titik masuk
per satuan berat pelabuhan ekspor
2 Harga input Harga pasar per Harga FOB dan CIF per satuan
satuan unit dari unit dari semua input dikali
semua input yang dengan nilai tukar valuta asing
digunakan dalam
usaha tani kopi
3 Harga Harga atau upah Harga yang dinilai dari jumlah
tenaga kerja aktual tenaga kerja production foregons, biaya
pengangkutan tenaga kerja

5
tersebut dari daerah tempat
tinggalnya ke lokasi proyek dan
biaya makan dan pakaian
4. Nilai tukar Nilai resmi yang Nilai resmi yang ditentukan oleh
valuta asing ditentukan oleh lembaga pemerintah yang
lembaga pemerintah berwenang dikali dengan faktor
yang berwenang konfersi
5 Bunga Tingkat suku bunga Tingkat suku bunga tabungan
modal tabungan tabungan yang berlaku ditambah dengan
yang berlaku tingkat inflasi
6. Pajak Pembayaran yang Pembayaran yang tidak
dikeluarkan dari dikeluarkan dari manfaat proyek
manfaat proyek jadi tidak dimasukkan dalam
sehingga dianggap biaya proyek
sebagai biaya (cost)
dalam proyek
7 Subsidi Suatu pembayaran Sumber-sumber yang dialihkan
transfer dari (transfer payment) sehingga
masyarakat kepada subsidi tidak dimasukkan dalam
proyek sehingga akan biaya proyek
mengurangi biaya
proyek atau
menambah manfaat
8 Keuntungan Net benefit = private Net economic benefit = social
atau benefit returns returns atau economics returns

2.3 Alasan Dilakukan Analisa Ekonomi Dan Finansial


Terdapat beberapa alasan mengapa analisa ekonomi dan finansial perlu dilakukan,
diantaranya:

1. Ketidaksempurnaan pasar (termasuk didalamnya berbagai distorsi yang timbul


karena peraturan pemerintah). Contoh-contoh yang bisa dijumpai adalah adanya
pengendalian harga (termasuk pengendalian suku bunga kredit), proteksi,
kedudukan monopoli, dan sebagainya.
2. Adanya pajak dan subsidi. Pajak berarti pendistribusian sebagian kekayaan
konsumen (dalam hal pajak penjualan) atau perusahaan (dalam pajak penghasilan)
ke pemerintah. Adanya pajak penghasilan akan mengurangi profitabilitas proyek di
mata perusahaan, tetapi meningkatkankekayaan pemerintah.

6
3. Berlakunya konsep consumers surplus dan producers surplus. Penjelasan kedua
konsep tersebut akan diberikan kemudian. Tetapi keduanya bisa dijelaskan sebagai
berikut. Pada saat terjadi penambahan supply karena adanya suatu proyek, maka
mungkin sekali terjadi penurunan harga. Bagi perusahaan yang melaksanakan
proyek tersebut, harga yang relevan tentu saja adalah harga yang baru (yang lebih
rendah dari harga yang lama karena terjadi penurunan harga). Dari sisi konsumen,
sebaliknya mereka diuntungkan dalam hal bisa memperoleh barang sama dengan
harga yang lebih murah. Bukankah ada manfaat yang dinikmati oleh konsumen
kalau mereka bisa membeli produk dengan harga yang lebih murah?
4. Demikian pula jika terjadi kenaikan demand karena adanya suatu proyek (misal
demand akan bahan baku meningkat) sehingga terjadi kenaikan harga. Perusahaan
sponsor proyek tersebut harus membayar harga yang lebih mahal, tetapi bukankah
kenaikan harga tersebut sekarang dinikmati oleh produsen bahan baku tersebut?

2.4 Alat Perhitungan Arus Dana (cash flow)


2.4.1 Perhitungan rugi – laba
Perhitungan arus dana sebagai hasil investasi menggambarkan semua penerimaan dan
pengeluaran dalam jangka waktu tertentu. Perhitungan rugi-laba terdapat pada laporan
keuangan yang meringkas penerimaan dan pengeluaran suatu perusahaan selama
periode akuntansi. Berikut merupakan contoh laporan laba rugi.

2.4.2 Neraca

7
Perhitungan sumber dan arus dana melalui perubahan dana pada neraca
menggambarkan kekayaan perusahaan pada tahun tertentu. Neraca terdiri atas aktiva
(kekayaan perusahaan) dan pasiva (hutang, equity pemegang saham, modal yang
ditanam dan laba yg ditahan). Selain itu, terdapat perubahan nilai kekayaan
perusahaan dalam neraca dari tahun ke tahun yang menggambarkan perubahan
sumber dan penggunaan. Berikut merupakan contoh neraca.

2.4.3 Perubahan Modal


Perubahan modal merupakan perkiraan sumber dan penggunaan dana yang
menggambarkan perkiraan rugi laba, neraca, dan arus dana.
- Arus masuk merupakan sumber dana.
- Arus keluar merupakan penggunaan dana.
- Penyeimbang merupakan kas bank akhir tahun analisa & tahun
sebelumnya.
Perubahan modal dapat dirumuskan menjadi: Sisa dana tahun lalu + arus
masuk – arus keluar tahun ini mrp sisa dana akhir tahun ini.

2.4.4 Contoh Analisis Finansial dan Ekonomi


Bahan bakar minyak diproduksi pertamina dengan harga dalam negeri 3.000/lt.
sedangkan permintaan dari LN dijual dengan harga 5.000/lt. Konsekuensi dari
digunakannya minyak dalam negeri bagi perekonomian sebesar 2.000/lt karena
kesempatan menjual ke LN menjadi hilang, sehingga analisisnya menjadi:
 Financial cost: 3.000
 Economic cost: 2.000

2.5 Transformasi Nilai Finansial Menjadi Nilai Ekonomis


Hasil
dari
analisis
finansial
ini
biasanya
dikenal
dengan
istilah
“private
returns”.

8
Sedangkan hasil dari analisis ekonomi dikenal dengan istilah “social returns” atau
“economic returns” bagi proyek. Untuk mendapatkan private returns dan social
returns dalam suatu proyek, maka perlu adanya transformasi nilai finansial menjadi
nilai ekonomis. Selain itu, transformasi nilai finansial menjadi nilai ekonomis ini juga
dimaksudkan untuk menciptakan efisiensi alokasi sumber-sumber ekonomi yang
digunakan untuk menghasilkan suatu output dengan nilai ekonomi tertinggi.

Alasan mengapa suatu proyek dibangun untuk mendapatkan nilai ekonomi


tertinggi adalah supaya manfaat sosial dan manfaat ekonominya dapat dirasakan
masyarakat luas. Jadi, proyek-proyek yang menghasilkan penerimaan modal yang
lebih besar dari biaya yang dikeluarkan dinyatakan layak secara finansial.
Keuntungan finansial ini jika memberikan dampak positif bagi khalayak ramai maka
keuntungannya bisa mendatangkan manfaat ekonomi.

Pada bagian awal juga telah dikemukakan tentang kemungkinan terjadinya


perbedaan antara analisa aspek keuangan dan aspek ekonomis. Perbedaan ini
disebabkan oleh adanya sudut tinjau yang berbeda yang tercemin dalam actual
cost/revenue dan real cost/revenue.

Akibat dari perbedaan ini pula perlu dilakukan penyesuaian terhadap biaya
dan manfaat proyek bisnis, yakni dilakukan dengan memperhatikan konsep shadow
price dan pembayaran transfer. Usaha penyesuaian ini merupakan pekerjaan yang
cukup sulit, khususnya pada penyesuaian perhitungan manfaat ekonomi.

Khusus untuk bisnis yang menghasilkan produk tradeable, dicoba dikenakan


kriteria investasi tambahan, yakni unit domestic resource cost atau UDRC dan
effective rate of protection (ERP) sebagai kriteria tambahan.

Pada bagian akhir ditunjukkan usaha-usaha yang masih sedang berjalan dan
cukup mendapat perhatian dunia, yakni penilaian proyek bisnis dengan lebih
memperhatikan efek distributifnya, walaupun kerangka teori untuk pendekatan ini
belum jelas benar.

2.6 Manfaat Ekonomi Dan Sosial


Pengukuran manfaat lebih sulit dibanding pengukuran biaya ekonomi. Karena
disamping manfaat ekonomi yang diterima secara langsung berupa output. Proyek

9
bisnis yang dapat diukur dengan satuan moneter, terdapat manfaat sekunder dan
manfaat intangibel yang sulit diukur dengan satuan moneter.

Pengukuran manfaat ekonomi utama (primair) yang berupa output utama dan
penentuan manfaatnya dilakukan dengan penghasilan devisa, maka perlu juga
mendapakan penyesuaian dengen konsep harga bayangan.

Beberapa manfaat dari suatu proyek bisnis yang kadang-kadang sulit diukur
dalam satuan moneter adalah:

a. Meningkatnya tingkat konsumsi


b. Membantu proses pemerataan pendapatan
c. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi
d. Mengurangi ketergantungan (menambah swadaya negara)
e. Mengurangi pengangguran (menambah kesempatan kerja)
f. Manfaat sosial budaya dan lain-lain.

Dari beberapa manfaat tersebut jika misalnya suatu proyek bisnis lebih
menekankan pada efek sosial dan distributif, maka manfaat tersebut hendaknya
diusahakan, dinyatakan dalam satuan ukur yang yang jelas, kecuali jika memang
proyek bisnis ini menekankan pada aspek finansial. Ini tidak berarti bahwa dalam
analisa ekonomi tidak terdapat statement laporan biaya dan manfaat secara jelas dan
dari laporan ini setelah dilakukan penyesuaian biaya dan manfaat seperti yang
dibahas terdahulu diterapkan kriteria investasi yang lazim berlaku. Sebagai contoh
lain bentuk manfaat ekonomi proyek bisnis pengangkutan biasanya adalah :
a. Kurangnya biaya eksploitasi para pemakasi proyek bisnis tersebut.
b. Mendorong pembangunan.
c. Menghemat waktu bagi penumpang dan angkutan barang.
d. Bertambahnya kenyamanan dan perasaan menyenangkan.

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Analisis finansial merupakan suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan
manfaat untuk menentukan apakah suatu bisnis akan menguntungkan selama umur bisnis
(Husnan Suswarsono, 2000). Sementara itu, analisis yang melihat suatu kegiatan proyek
dari sudut perekonomian secara keseluruhan disebut analisis ekonomi.

Perbedaan perhitungan diantara keduanya dapat ditinjau dari beberapa hal,


diantaranya: harga output, harga input, harga tenaga kerja, nilai valuta asing, bunga
modal, pajak, subsidi, dan keuntungan (benefit).

Untuk mendapatkan private returns dan social returns dalam suatu proyek, maka
perlu adanya transformasi nilai finansial menjadi nilai ekonomis. Selain itu, transformasi
nilai finansial menjadi nilai ekonomis ini juga dimaksudkan untuk menciptakan efisiensi
alokasi sumber-sumber ekonomi yang digunakan untuk menghasilkan suatu output
dengan nilai ekonomi tertinggi.

Pada proyek yang layak ( feasible) atau memiliki keunggulan komparatif, berarti dari
segi efisien proyek tersebut dinilai menguntungkan, dengan kata lain opportunities cost
dari sarana produksi yang dipakai oleh proyek lebih rendah daripada opportunities cost
sumber-sumber yang perlu digunakan untuk mendapatkan atau menghemat satu dolar.
Sebaliknya jika proyek tidak layak atau tidak memiliki keunggulan komparatif, artinya
proyek tersebut mengakibatkan pemborosan sumber-sumber nasional karena peluang
investasi yang tersedia diluar proyek masih mampu memberikan tingkat keuntungan
yang lebih tinggi.

3.3 Saran

Dalam mengerjakan suatu proyek baik besar maupun kecil harus mempertimbangan
dari kedua aspek yaitu aspek finansial dan aspek ekonomi. Hal ini dikarenakan suatu
proyek alangkah baiknya bermanfaat tidak hanya untuk pihak-pihak tertentu atau
golongan, tetapi proyek tersebut bermanfaat bagi masyarakat luas. Untuk mengurangi
terjadinya praktik penyimpangan atau kecurangan dalam hal realisasi anggaran suatu
proyek diharapkan adanya bentuk pengawasan terhadap kinerja karyawan.

11
DAFTAR PUSTAKA

Husnan, Suad., Suwarsono Muhammad. 2008. Studi Kelayakan Proyek. Yogyakarta. Unit
Penerbit dan Percetakan. 2008. Halaman 311-328

Soetriono (2011, 22 Februari). Analisis Finansial dan Ekonomi. Dikutip 5 April 2019 dari
http://irtusss.blogspot.com/2011/02/analisis-finansial-dan-ekonomi.html?m=1

12