You are on page 1of 5

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengukuran Audiometri


1. Telinga Kanan
a. Ananda
𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 500 +𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 1000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 2000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 4000
Hasil = 4
25+25+10+10
=
4

= 17,5 dB
b. Dinda
𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 500 +𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 1000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 2000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 4000
Hasil = 4

15+20+10+5
= 4

= 12,5 dB

c. Vero
𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 500 +𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 1000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 2000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 4000
Hasil= 4

15+20+5+10
= 4

= 12,5 dB

d. Taufik
𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 500 +𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 1000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 2000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 4000
Hasil= 4

10+10+5+0
= 4

= 6,25 dB

e. Naufal
𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 500 +𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 1000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 2000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 4000
Hasil= 4

10+10+0+5
= 4

= 6,25 dB
2. Telinga Kiri
a. Ananda
𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 500 +𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 1000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 2000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 4000
Hasil = 4
25+20+10+10
= 4

= 16,25 dB
b. Dinda
𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 500 +𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 1000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 2000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 4000
Hasil = 4
10+10+0+0
= 4

= 5 dB
c. Vero
𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 500 +𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 1000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 2000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 4000
Hasil = 4
20+20+5+5
= 4

= 12,5 dB
d. Taufik
𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 500 +𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 1000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 2000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 4000
Hasil= 4

15+15+10+5
= 4

= 11,25 dB

e. Naufal
𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 500 +𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 1000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 2000+𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 4000
Hasil=
4

15+15+10+15
= 4

= 13,75 dB
TABEL DATA PEMERIKSAAN AUDIOMETRI

KANAN HASIL KIRI HASIL


NAMA 1000 2000 3000 4000 6000 500 1000 2000 3000 4000 6000 500
Ananda 25 10 15 10 20 25 17,5 Normal 20 10 15 10 20 25 16,25 Normal
Dinda 20 10 15 5 0 15 12,5 Normal 10 0 5 0 5 10 5 Normal
Vero 20 5 5 10 0 15 12,5 Normal 20 5 0 5 10 20 12,5 Normal
Taufik 10 5 5 0 -5 10 6,25 Normal 15 10 5 5 5 15 11,25 Normal
Naufal 10 0 5 5 -10 10 6,25 Normal 15 10 10 15 -5 15 13,75 Normal
4.2. PEMBAHASAN
1. Telinga Kanan
a. Ananda
Berdasarkan pengukuran audiogram Ananda memiliki kemampuan
pendengaran dalam nilai ambang dengan rata-rata 17,5 dB, berdasarkan
Permenaker Trans RI Nomor 25/MEN/XII/2008, bahwa 17,5 dB dikategorikan
“Normal” karena dibawah 25 dB.
b. Dinda
Berdasarkan pengukuran audiogram Dinda memiliki kemampuan pendengaran
dalam nilai ambang dengan rata-rata 12,5 dB, berdasarkan Permenaker Trans
RI Nomor 25/MEN/XII/2008, bahwa 12,5 dB dikategorikan “Normal” karena
dibawah 25 dB
c. Vero
Berdasarkan pengukuran audiogram Vero memiliki kemampuan pendengaran
dalam nilai ambang dengan rata-rata 12,5 dB, berdasarkan Permenaker Trans
RI Nomor 25/MEN/XII/2008, bahwa 12,5 dB dikategorikan “Normal” karena
dibawah 25 dB
d. Taufik
Berdasarkan pengukuran audiogram Taufik memiliki kemampuan
pendengaran dalam nilai ambang dengan rata-rata 6,25 dB, berdasarkan
Permenaker Trans RI Nomor 25/MEN/XII/2008, bahwa 6,25 dB dikategorikan
“Normal” karena dibawah 25 dB
e. Naufal
Berdasarkan pengukuran audiogram Naufal memiliki kemampuan
pendengaran dalam nilai ambang dengan rata-rata 6,25 dB, berdasarkan
Permenaker Trans RI Nomor 25/MEN/XII/2008, bahwa 6,25 dB dikategorikan
“Normal” karena dibawah 25 dB
2. Telinga Kiri
a. Ananda
Berdasarkan pengukuran audiogram Ananda memiliki kemampuan
pendengaran dalam nilai ambang dengan rata-rata 16,5 dB, berdasarkan
Permenaker Trans RI Nomor 25/MEN/XII/2008, bahwa 16,5 dB dikategorikan
“Normal” karena dibawah 25 dB.
b. Dinda
Berdasarkan pengukuran audiogram Dinda memiliki kemampuan pendengaran
dalam nilai ambang dengan rata-rata 5 dB, berdasarkan Permenaker Trans RI
Nomor 25/MEN/XII/2008, bahwa 5 dB dikategorikan “Normal” karena
dibawah 25 dB
c. Vero
Berdasarkan pengukuran audiogram Vero memiliki kemampuan pendengaran
dalam nilai ambang dengan rata-rata 12,5 dB, berdasarkan Permenaker Trans
RI Nomor 25/MEN/XII/2008, bahwa 12,5 dB dikategorikan “Normal” karena
dibawah 25 dB
d. Taufik
Berdasarkan pengukuran audiogram Taufik memiliki kemampuan
pendengaran dalam nilai ambang dengan rata-rata 11,25 dB, berdasarkan
Permenaker Trans RI Nomor 25/MEN/XII/2008, bahwa 11,25 dB
dikategorikan “Normal” karena dibawah 25 dB
e. Naufal
Berdasarkan pengukuran audiogram Naufal memiliki kemampuan
pendengaran dalam nilai ambang dengan rata-rata 13,75 dB, berdasarkan
Permenaker Trans RI Nomor 25/MEN/XII/2008, bahwa 13,75 dB
dikategorikan “Normal” karena dibawah 25 dB
Dari pengukuran audiogram yang telah dilakukan telah dijabarkan diatas bahwa
pengukuran yang dilakukan pada 5 mahasiswa tersebut mendapatkan hasil dengan
rata-rata terendah 6,25 dB dan tertinggi 17,5 pada telinga kanan kemudian rata-rata
terendah 5 dB dan tertinggi 16,25 dB yang artinya memiliki kemampuan pendengaran
normal karena berdasarkan Permenaker Trans RI Nomor 25/MEN/XII/2008 bahwa
dengan nilai ambang dibawah 25 dB memiliki kemampuan pendengaran yang normal
dari telinga kanan maupun telinga kiri.