You are on page 1of 37

1

a. Kunci Jawaban Formatif 3 ................................................... 52


b. Lembar Kerja 3 .................................................................... 53

2. Kegiatan Belajar 4
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 4 ........................................ 53
b. Uraian Materi 4 .................................................................... 53
c. Rangkuman 4 ...................................................................... 73
d. Tugas 4 ............................................................................... 75
e. Tes Formatif 4 ..................................................................... 75
f. Kunci Jawaban Formatif 4 .................................................. 78
g. Lembar Kerja 4 ................................................................... 78

3. Kegiatan Belajar 5
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran 5 ........................................ 79
b. Uraian Materi 5 .................................................................... 79
c. Rangkuman 5...................................................................... 97
d. Tugas 5 .............................................................................. 99
e. Tes Formatif 5 .................................................................... 100
f. Kunci Jawaban Formatif 5 .................................................. 101
g. Lembar Kerja 5 ................................................................... 101

III EVALUASI ........................................................................................ 153


Kunci Jawaban.................................................................................. 157

IV PENUTUP ........................................................................................ 161

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 162

2
i
PERISTILAHAN / GLOSSARY

AC (Alternating Current) = arus bolak balik


afektif = sikap
aktifitas lab = kegiatan yang menggunakan fasilitas lab
akuntabilitas = pertanggung jawaban
alat lab = alat-alat yang digunakan untuk pelaksanaan praktikum atau penelitian
analis = pengelola bahan kimia di lab
asam mineral = asam bukan dari senyawa karbon
asam mineral oksidator = asam yang dapat mengoksidasi zat lain
asam organik = asam dari senyawa karbon
Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) = instrumen pengukur kadar logam (ppm)
awareness = peduli
bahan alat = bahan dasar suatu alat dibuat
bahan eksplosif = bahan yang dapat menimbulkan ledakan
bahan kimia oksidator = bahan kimia yang menunjang proses pembakaran
bahan kimia piroforik = bahan yang dapat terbakar ketika kontak dengan udara pada suhu
< 54,44 0C
bahan korosif = bahan yang menjadikan logam mudah berkarat
bentuk alat = penampilan alat dan artistiknya
blower = pengisap gas pada lemari asap
buku induk = buku utama berupa rekapitulasi alat/zat
cairan combustible = cairan yang mempunyai titik bakar  37,8 0C.
cairan flammable = cairan yang mempunyai titik bakar < 37,8 0C dan tekanan uap  40
pon/inci2 pada 37,8 0C.
chemical waste disposal = penanganan limbah kimia
chemicals = bahan kimia = zat
chemicals storage room = ruang penyimpanan bahan kimia
commanding = pemberian perintah
conclusion = kesimpulan berdasarkan data
controlling = pengendalian
coordinating = pengkoordiasian
curiousity = keingintahuan
daftar barang/alat/zat = catatan barang/alat/zat yang terurut

2
daya guna alat = fungsi / kegunaan alat
dehumadifier = alat penurun kelembaban
demineralizer = alat penghasil air bebas ion
destillizer = alat penghasil aquadet /air suling
didactics of science education = didaktik pendidikan sains
directing = pengarahan
eksperimen = rangkaian kegiatan untuk memverifikasi dan menguji hipotesis berdasarkan
bukti-bukti empiris
emergency response = penanganan darurat
equipment storage room = ruang penyimpanan alat
equipments = alat laboratorium
estetika = keindahan
eyewash station = unit pencuci mata
fasilitas lab = bangunan, alat dan bahan kimia
fenomena = gejala
fire extingusher = pemadam api
fire hydrant = pemadan api dengan pengaliran air
flash point = titik bakar = suhu minimum cairan untuk menghasilkan uap sehingga
terbakar dengan udara
fume hood = lemari asap = lemari yang berfungsi mengisap gas
Gas Chromatoghaphy-Mass Spectrometer (GCMS) = instrumen untuk memisahkan atau
mengetahui komponen suatu zat
glasswear = alat-alat gelas
gloves = pelindung/sarung tangan
goggle = pelindung wajah
guided inquiry = ikuiri terbimbing = penyelidikan terbimbing penuh
handbook = buku yang berisi data fisis suatu zat
hazard information = informasi resiko bahaya
hierarki = jenjang
inference = kesimpulkan yang dimuati pendapat
Infra Red Spectrometer (IR) = instrumen pengukur vibrasi/getaran zat
instruments room = ruang instrumen
inventory = inventarisasi = pencatatan
kalibrasi alat = peneraan alat agar kerjanya tepat

3
kartu barang/alat/zat = kartu yang mencatat spesifikasi barang/alat/zat
katalog alat atau bahan = buku yang berisi ciri-ciri suatu alat atau bahan
kepala laboratorium = pemimpin beberapa lab
kepraktisan bawa/simpan (portable) alat = fleksibilitas mudah tidaknya suatu alat untuk
dibawa atau disimpan.
kerja dasar laboratorium = memanaskan, menyaring, mengaduk dsb
kerosene = minyak tanah
keselamatan (safety) alat = nilai keamanan alat bila digunakan tidak menimbulkan bahaya
bagi pemakai maupun menimbulkan kerusakan bagi alat itu sendiri.
keselamatan suatu alat
ketelitian (accuracy) = tingkat keakuratan pengukuran
ketua laboratorium = pemimpin suatu lab
key person = orang penentu
kode barang = kode barang sesuai dari katalog yang digunakan
kognitif = pengetahuan
konsentrasi = kadar suatu zat
kooperatif = bekerjasama
kreatif = banyak ide
kritis = berpikir analisis
labeling = pelabelan
laboran = pembantu atau juru lab
laboratory = laboratorium = tempat yang dilengkapi peralatan untuk melangsungkan
eksperimen, penelitian atau pembelajaran
laboratory rules = tata tertib laboratorium
laboratory work = kerja lab = kegiatan menggunakan fasilitas lab
larutan buffer = larutan yang pH nya tidak mudah berubah
LCD (liquid Crystal Display) = papan/layar pada alat elektronik
less guided inquiry = inkuiri dengan porsi pembimbingan rendah
LPG (Liquid Petroleum Gas) = gas bahan bakar yang dicairkan
maintenance = pemeliharaan
manajemen = pengelolaan = pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien
microsoft Excel = program aplikasi komputer
MSDS (Materials Safety Data Sheets) = lembar data pengamanan bahan kimia
multiple hazards = bermacam-macam resiko bahaya

4
Nilai alat = nilai total dari daya guna , struktur, ketelitian, reliabilitas, bahan, ukuran,
bentuk, reparasi, kepraktisan bawa/simpan, dan keselamatan suatu alat
nilai pedagogik alat = kemampuan alat untuk mempermudah pembelajaran
nilai reparasi alat = fleksibilitas mudah tidaknya suatu alat untuk diperbaiki
nomor induk = nomor berdasarkan buku induk aalt / zat
non biodegradable = tidak terurai secara biologis
Nuclear Magnetic Resonance Spectrometer (NMR) = instrumen penentu posisi atom
dalam molekul
objektif = sesuai apa adanya
open inquiry = ikuiri terbuka = penyelidikan lepas = penelitian
ordering = penataan = pengaturan agar tertata baik
organizing = pengorganisasian
outdate chemicals = bahan kimia kadaluarsa
partisipatif = berperan aktif
pembimbing praktikum = instruktur = guru = pemimpin praktikum
pengadministrasian = proses pencatatan fasilitas dan aktifitas lab
peralatan keperangkatan (set) = alat yang memiliki beberapa komponen
personal protection = perlindung badan
planning = perencanaan
practicals = praktikum = pembelajaran sains pada situasi nyata
practicals room = ruang praktikum = ruang untuk melaksanakan eksperimen
prediction = ramalan
preparation room = ruang persiapan = ruang untuk menyiapkan alat, bahan, dan menguji
coba prosedur
psikomotor = keterampilan fisik
qonditio sin quanon = keadaan yang tidak bisa dibantah
reliabilitas = keajegan hasil pengukuran
repair room = ruang bengkel
responsif = tanggap
rumus kimia = lambang kimia dari suatu zat
sains = ilmu kimia, fisika, biologi, dll.
Scanning Electron Microscope (SEM) = instrumen penentu struktur permukaan padatan
secondary containment = wadah sekunder
segregation = pemisahan

5
semi guided inquiry = inkuiri semi terbimbing = penyelidikan setengah dibimbing
shelves = lemari rak
shower = penyembur air
skimming = membaca cepat
spare part = suku cadangnya
spesifikasi alat = peciri alat secara khusus yang membedakan dengan alat lain
staff room = ruang pembimbing
staffing = ketenagaan
storage facilities = fasilitas penyimpanan
storing = penyimpanan
struktur alat = tingkat kerumitan rangkaian alat dan kejelasan proses kerja
supplier = penyedia = perusahaan alat / zat
teknisi = pengelola alat di lab
toleran = menerima pandangan orang lain
tools = perkakas = alat untuk memperbaiki suatu benda
ukuran (size) alat = besar atau kecilnya dimensi alat
ulet = tidak mudah menyerah
Ultra Violet-Visible Spectrometer (UV-Vis) = instrumen pengukur serapan zat terhadap
cahaya ultra violet dan cahaya tampak
verification practical = praktikum pembuktian
weighting room = ruang timbang
work safety = keselamatan kerja
X-Ray Diffractometer (XRD) = instrumen penentu struktur kristal
zat radioaktif = zat yang mengeluarkan sinar (, , ).

6
BAB I
PENDAHULUAN

A. Deskripsi
Modul ini berjudul Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api
Ringan. Materi pelajaran meliputi menidentifikasi jenis dan tipe alat pemadam api ringan
yang tersedia; memilih dan mengoperasikan alat pemadam api ringan; merawat alat
pemadam api ringan dan mengganti bahan aktif alat pemadam api ringan.

Beberapa kemampuan (competencies) dan kinerja (performance) yang harus dicapai


setelah anda mempelajari modul ini adalah sebagai berikut :

Kemampuan dan Kinerja yang harus dicapai


Pengetahuan Keterampilan Sikap
 Menjelaskan  Menempatkan APAR  Mau berpartisipasi
pengertian Alat dengan tepat dalam

7
Pemadam Api Ringan  Mensimulasikan mengidentifikasi
(APAR) penggunaan APAR jenis dan tipe alat
 Mengenali posisi-  Memeriksa bahan aktif pemadam api ringan
posisi penempatan dalam APAR dengan yang tersedia
APAR cermat agar selalu siap
 Menjelaskan jenis dan digunakan setiap saat
tipe APAR yang
tersedia
 Menjelaskan cara
menggunakan APAR
dan jenis api yang
bisa dipadamkan.
 Memastikan bahan
aktif didalam APAR
tidak kedaluarsa

 Menjelaskan Alat  Menggunakan Alat  Mau berpartisipasi


pelindung diri yang Pelindung Diri dalam memilih dan
dikenakan  Memilih APAR dengan mengoperasikan
 Menjelaskan jenis api benar APAR
berdasarkan tanda  Mengoperasikan APAR
dari bahan yang  Membersihkan dan
terbakar mengaktifkan kembali
 Menjelaskan cara APAR yang telah
mengoperasikan digunakan
APAR dengan cara
yang tepat dan benar

Kemampuan dan Kinerja yang harus dicapai


Pengetahuan Keterampilan Sikap
 Menjelaskan APAR
siap diisi kembali
dengan bahan aktif

 Menjelaskan cara  Menempatkan APAR  Mau berpartisipasi


menempatkan APAR dengan tepat merawat APAR
dengan benar  Merawat APAR sesuai
 Menjelaskan merawat prosedur secara berkala
APAR sesuai prosedur
 Menjelaskan cara
memeriksa kondisi
makanis dan bahan
aktif APAR mengikuti
SOP
 Menjelaskan APAR
yang mendekati batas
kedaluarsa

 Menjelaskan cara  Memilih bahan aktif  Mau berpartisipasi

8
memeriksa dan APAR dalam mengganti
menguji mengikuti  Mengganti bahan aktif bahan aktif APAR
ketentuan perusahaan APAR sesuai instruksi
 Menjelaskan kerja
pelabelan APAR yang
baru diganti

Dengan dimilikinya kemampuan kognitif, psikomotor, afektif yang dijadikan


sasaran pada modul ini, diharapkan anda mempunyai bekal dalam minimal
mengoperasikan dan merawat alat pemadam api ringan.
Kemampuan mengoperasikan dan merawat alat pemadam api ringan yang tepat
sangatlah membantu dalam penanggulangan kebakaran dengan cepat dan tepat apabila
terjadi kebakaran yang kejadiannya tiba-tiba. Membantu mengurangi timbulnya resiko
dan dampak negatif dari insiden kebakaran. Dengan demikian kebakaran dapat lebih awal
dapat diatasi untuk mencegah kebakaran yang sulit untuk dikeendalikan dan mengurangi
kerugian akibat kebakaran.

B. Prasyarat
Untuk menguasai secara optimal kemampuan yang dituntut dari Modul
Mengoperasikan dan Merawat Alat Pemadam Api Ringan dipersyaratkan anda menguasai
:
Modul Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Kemampuan khusus yang harus anda tekuni dan latih secara intensif dari modul
yang dipersyaratkan tersebut adalah :
(1) Mengenali dengan baik prosedur penanganan keadaan darurat
(2) Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
(3) Terampil menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Dengan memiliki kemapuan diatas, anda diharapkan memiliki kesan yang kuat
tentang karakter yang berkaitan dengan penanggulangan keadaan darurat. Dengan
demikian, anda akan lebih mudah dalam mempelajari serta mengaplikasikan pengetahuan
yang dipelajari dalam praktik yang berkaitan dengan modul ini.

C. Petunjuk Penggunaan Modul

9
Modul ini dirancang sebagai bahan untuk melangsungkan pembelajaran maupun
kerja mandiri. Untuk meningkatkan proses dan hasil belajar, maka pada bagian ini
diberikan panduan belajar bagi siswa dan panduan mengajar bagi guru.
1. Panduan belajar bagi siswa
a. Bacalah dengan cepat keseluruhan modul ini (skimming)
b. Buatlah diagram yang berisikan materi utama yang dibicarakan
dalam modul ini berikut aktifitas yang diminta. Beri kotak segi empat untuk
setiap materi/konsep utama yang dibicarakan. Tiap kotak diberi nomor urut
untuk memudahkan penelusuran isi konsepnya.
c. Siapkan kertas kosong HVS berukuran 10 x 10 cm (lebih baik
lagi kertas lipat berwarna yang banyak dijual di toko buku). Tuliskan nomor dan
makna atau isi konsep sesuai yang tercantum dalam diagram.
d. Pahami isi masing-masing konsep yang tertera pada diagram.
e. Diskusikan dengan guru dan teman-teman tentang konsep-konsep
yang belum anda fahami hingga mendapat kejelasan
f. Jawablah semua soal-soal yang menguji penguasaan konsep,
kemudian periksa hasilnya dengan kunci jawaban yang disediakan. Pelajari
kembali apabila penguasaan kurang dari 80%. Ingat ! Kunci jawaban hanya di
gunakan setelah anda mengerjakan soal, dan hanya digunakan untuk
mengetahui pemahaman nyata anda.
g. Latihlah cara mengoperasikan dan merawat alat pemadam api
ringan yang tersedia disekolah atau dilingkungan sekitar anda yang
memungkinkan dapat digunakan untuk berlatih. Terapkan aturan-aturan yang
telah anda pelajari. Sewaktu anda menata alat, bahan, dan fasilitas umum
alangkah baiknya anda menyiapkan Buku cataan untuk mencatat hal-hal dan
pengalaman penting selama belajar praktik mengoperasiakan APAR. Jika
memungkinkan latihan mengoperasikan dan merawat APAR ini dilakukan
melalui kunjungan/magang di Perusahaan, Industri, Lembaga Penelitian atau
Perguruan Tinggi, kemudian hasil kunjungan tersebut anda diskusikan atau
diberikan komentar. Perlu diperhatikan bahwa keterampilan mengoperasikan
dan meraw APAR ini tidak bisa ditransfer dari orang lain sekalipun dari Ibu dan
Bapak Guru, tanpa anda mencobanya langsung.
2. Panduan Mengajar bagi Guru

10
a. Sebelum pembelajaran dengan modul ini dilangsungkan, terlebih dahulu
dipersiapkan OHT (Overhead Transparencies) yang memuat struktur
materi/konsep utama dalam bentuk diagram. Transparansikan beberapa contoh
APAR, karakteristiknya, cara mengoperasikan dan cara merawatnya.
b. Tugaskan pada siswa untuk membaca Modul secara berkelompok. Hal-hal yang
belum difahami didiskusikan dan penjelasannya menggunakan media
transparan yang telah dipersiapkan.
c. Tugaskan pada siswa untuk menguji penguasaan konsep dengan cara
mengerjakan soal-soal yang telah ada dalam modul. Bagi siswa yang belum
mencapai penguasaan minimal 80% disuruh untuk mempelajari kembali secara
mandiri di rumahnya.
d. Tugaskan tiap kelompok siswa untuk praktik cara menempatkan, cara
menggunakan, cara pemeriksaan bahan aktif dalan APAR, cara perawatan
APAR dan mensimulasikan penggunaan APAR yang ada di laboratorium.
Diskusikan pekerjaan siswa yang kurang tepat. Bila perlu siswa ditugaskan
untuk berkunjung/magang ke Laboratorium Industri, Lembaga Penelitian atau
Perguruan Tinggi untuk mengamati penataan alat dan bahan secara nyata.
Diskusikan hasil temuan siswa dari tempat yang mereka kunjungi.
e. Evaluasi kemampuan siswa sesuai sasaran yang tercantum dalam modul ini
baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Penilaian aspek
pengetahuan dapat menggunakan soal yang tercantum dalam modul. Penilaian
keterampilan dan merawat APAR dilakukan dengan menggunakan lembar
pengamatan seperti dicontohkan pula dalam modul ini. Penilaian sikap dan
keterampilan sebaiknya dilakukan sejak proses pembelajaran berlangsung,
sedangkan penilaian pengetahuan dilakukan setelah pengkajian modul dalam
pembelajaran selesai.

D. Tujuan Akhir
Tujuan akhir yang harus dicapai setelah menyelesaikan modul ini tertuang pada
tabel sebagai berikut :

Kondisi/variabel yang
Kinerja yang diharapkan Kriteria keberhasilan
diberikan
Terampil (P) dan aktif  Konsep penataan alat
berpartisipasi (A) dalam  Konsep dasar cara berdasarkan jenis bahan

11
mengoperasikan dan dasar dan fungsi
merawat APAR  Konsep penataan bahan
dikuasai minimal 80% berdasarkan sifat kimia dan
fisis
mengoperasikan dan
 Menunjukkan hasil  Disediakan alat-alat
merawat APAR yang
kerja mengoperasikan laboratorium yang harus
dipersyaratkan (K)
dan merawat APAR, ditata penempatannya
dan teratur  Disediakan bahan-bahan
kimia yang harus ditata
penempatannya

K = Kognitif
P = Psikomotor
A = Afektif

E. Cek Kemampuan
Berikut ini merupakan lembar pengecekan kemampuan anda terhadap isi materi
yang akan dicapai pada modul. Lembar isian tersebut harus dipandang sebagai alat
evaluasi diri, oleh karena itu harus diisi dengan sejujurnya, dan apabila sebagian besar
pertanyaan sudah anda kuasai, maka anda dapat mengerjakan soal atau minta pengujian
praktek pada guru.

Berikan tanda cek (V) pada kolom yang disediakan!


Tingkat Penguasaan
No. Aspek yang harus dikuasai
Baik Sedang Kurang
Pemahaman anda tentang makna pengelolan
1
laboratorium
Keterampilan anda menyusun struktur
2
organisasi laboratorium
Keterampilan anda menyusun jadwal
3
penggunaan laboratorium
Pemahaman anda tentang makna
4
laboratorium
Pemahaman anda tentang fungsi
5
laboratorium
Keterampilan anda dalam merancang
6
tingkatan praktikum

12
Pengenalan anda tentang beberapa fasilitas
7
umum laboratorium
Pemahaman anda tentang penggunaan
8
fasilitas umum laboratorium
Keterampilan anda menyusun/menata
9
fasilitas umum laboratroium
Pemahaman anda tentang makna penataan
10
alat dan bahan
Pengenalan anda terhadap bahan dasar
11
penyusun alat yang ada di laboratorium
Pemahaman anda tentang klasifikasi alat di
12
laboratorium
Pemahaman anda tentang spesifikasi alat
13
yang ada di laboratorium
Pemahaman anda terhadap fungsi alat yang
14
ada di laboratorium
Keterampilan anda menggunakan semua alat
15
yang ada di laboratorium
Pemahaman anda tentang cara menata alat di
16
laboratorium
Partisipasi anda dalam menata alat di
17
laboratorium
Keterampilan anda dalam menata alat di
18
laboratorium
Pengenalan anda terhadap ujud bahan kimia
19
di laboratorium
Pemahaman anda tentang klasifikasi bahan
20
kimia yang ada di laboratorium
Pemahaman anda tentang spesifikasi bahan
21
kimia yang ada di laboratorium
Pemahaman anda tentang fungsi bahan
22
kimia di laboratorium
Keterampilan anda dalam memperlakukan
23
bahan kimia di laboratorium
Pemahaman anda dalam menata bahan kimia
24
di laboratorium
Partisipasi anda dalam menata bahan kimia
25
di laboratorium
Keterampilan anda dalam menata bahan
26
kimia di laboratorium
Pemahaman anda tentang makna
27 pengadministrasian alat dan bahan kimia di
laboratorium
Pemahaman anda tentang buku katalog alat
28
dan bahan kimia
Keterampilan anda dalam menggunakan
29
buku katalog alat dan bahan kimia

13
BAB II
PEMBELAJARAN

Kegiatan Belajar 1
Kompetensi : Mengoperasikan dan merawat alat pemadam api ringan
Sub Kompetensi : Mengidentifikasi jenis dan tipe alat pemadam api ringan
(APAR) yang tersedia
Kelas/Semester : 1/Ganjil
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (@ 45 menit)
Pertemuan ke : 1
Tujuan pembelajaran :
Setelah mempelajari modul ini, siswa diharapkan dapat :
 Mendeskripsikan bahaya kebakaran
 Mendeskripsikan dasar-dasar dari sistem/teknik pemadaman api/kebakaran
 Menjelaskan definisi APAR
 Menjelaskan syarat penempatan APAR
 Menjelaskan cara penempatan APAR
 Mendeskripsikan jenis dan tipe APAR
 Menempatkan APAR dengan tepat

14
 Mensimulasikan penggunaan APAR
 Memeriksa bahan aktif dalam APAR dengan cermat agar selalu siap dipakai

b. Uraian materi 1

Kebakaran

Kebakaran merupakan kejadian yang tidak dikehendaki karena bersifat


menghanguskan dan merugikan. Banyak kasus-kasus kebakaran yang menimbulkan
bukan saja kerugian bahkan merenggut korban jiwa yang tidak sedikit. Disamping itu
kebakaran memiliki andil menimbulkan polusi atau emisi yang berdampak menurunkan
kualitas lingkungan. Memperhatikan bahaya yang ditimbulkan kebakaran maka sudah
selayaknya pengetahuan dan keterampilan untuk mengatasi memadamkan kebakaran
secara dini perlu dimiliki siapa saja yang beresiko menghadapi kebakaran. Selain itu, yang
terpenting adalah sikap mental (attitude) untuk selalu memiliki kesadaran dalam usaha
pencegahan kebakaran.
Kebakaran yang masih sering terjadi adalah suatu hal yang tidak dikehendaki
sehingga betapa perlunya kewaspadaan, pencegahan dan penaggulangan kebakaran harus
terus ditingkatkan. Pada tahap awal terjadinya kebakaran, yaitu saat api masih dalam
tahap baru mulai terjadi, api dapat dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan
(APAR) dengan media yang sesuai.
Keberhasilan penaggulangan kebakaran adalah kecepatan dan ketepatan. Makin
cepat penanggulangan suatu kebakaran maka kerugian yang lebih besar dapat dihindari.
Lokasi APAR harus jelas dan mudah dijangkau, juga harus diklasifikasikan dengan benar,
mempunyai kapasitas yang memadai untuk kebakaran, dan harus berada pada kondisi
yang dapat dioperasikan. Dengan demikian keterampilan menggunakan APAR dengan
tepat diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam pemadaman kebakaran secara dini.

Bahaya Kebakaran

Bahaya kebakaran adalah bahaya yang ditimbulkan oleh adanya nyala api yang
tidak terkendali yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda. Tindakan
awal harus cepat dan tepat diperlukan pengetahuan yang baik tentang cara-cara
pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, salah satunya pengetahuan tentang
APAR.

Klasifikasi Kebakaran

Klasifikasi kebakaran adalah penggolongan macam-macam kebakaran


berdasarkan jenis apinya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi No.14/MEN/80, penggolongn ini dimaksudkan, agar dapat ditentukan
sistem pemadaman api yang tepat, sehingga dapat diplih alat-alat atau bahan-bahan
pemadam yang cocok untuk kelas kebakaran tersebut. Klasifikasi kebakaran dibedakan
menjadi 4 kelas, yaitu :

- Kelas-A :
Adalah kebakaran dari bahan padat bukan logam yang mudah terbakar.

15
Contoh : Kertas, kayu, plastik dan kain tekstil
- Kelas-B :
Adalah kebakaran dari bahan cair atau gas
Contoh : Cairan dan gas yang mudah menyala, seperti bensin, solar, butana dan LPG
- Kelas-C :
Adalah kebakaran yang disebabkan oleh arus listrik pada peralatan-peralatan seperti
permesinan, generator dan panel listrik.
Contoh : Kebakaran peralatan listrik yang sedang dilalui arus listrik
- Kelas-D :
Adalah kebakaran dari bahan-bahan logam
Contoh : Magnesium, aluminium, seng dan titanium

Segitiga Api.

Pada prinsipnya terjadinya api karena adanya reaksi tiga unsur, yaitu bahan bakar,
panas dan oksigen dalam perbandingan yang seimbang akan menimbulkan nyala api.
Hubungan ketiga unsur tersebut dikenal dengan istilah segitiga api, yaitu suatu segitiga
dimana sisinya adalah bahan bakar(bahan yang mudah terbakar), api(heat/panas), dan
udara(oksigen). Bila salah satu unsur tersebut tidak ada atau kadarnya kurang maka tidak
akan terjadi nyala api.
Dasar-dasar dari sistem/teknik pemadaman api/kebakaran sesungguhnya adalah
merusak keseimbangan reaksi tersebut dengan cara :

- Penguraian (Starvation) :
Adalah sistem pemadaman dengan cara memisahkan atau menjauhkan benda-benda
yang dapat terbakar.
Contoh :
Misal terjadi kebakaran di dalam gudang file berisi tumpukan kertas. Sebebum
kebakaran meluas, maka tumpukan kertas yang terdekat dengan sumber api harus segera
dibongkar dan dipindahkan/diamankan. Tindakan tersebut dilakukan bersama-sama
dengan pemadaman, misalnya penyemprotan air.

- Pendinginan (Cooling) :
Adalah pemadaman dengan cara menurunkan panas, sehingga temperatur bahan yang
tebakar turun sampai dibawah titik nyalanya.
Titik Nyala adalah temperatur terendah dari suatu bahan untuk dapat berubah bentuk
menjadi uap, dan menyala bila tersentuh api.
Contoh :
Penyemprotan air pada benda-benda yang terbakar.

- Isolasi
Adalah pemadaman api dengan jalan menurunkan kadar oksigen (sampai di bawah
12%), pada lokasi di sekitar benda-benda yang terbakar. Dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu :
Smothering : Mengurangi atau memisahkan udara/oksigen dengan bahan yang terbakar.
Contoh :
Menutup benda-benda yang tebakar dengan karung atau handuk yang dibasahi air, misal
pada kebakaran yang bermula dari kompor dan pemadaman dengan menggunakan
serbuk atau tepung kimia kering.

16
Dillution : Mengurangi atau mengusir udara/oksigen dari benda yang terbakar dengan
menyemprotkan bahan kimia tertentu atau mengurangi perbandingan udara dan bahan
bakar sampai dibawah konsentrasi batas bisa terbakar (pengenceran=diluting).
Contoh :
Pemadaman kebakaran dengan menggunakan CO2.

- Breaking Chain Reaction (Pemutusan Rantai Reaksi) :


Adalah teknik pemadaman untuk memutuskan rantai reaksi pembakaran dengan
memakai bahan kimia khusus.
Contoh :
Pemadaman kebakaran dengan menggunakan Halon 1211.

Semua pemadaman menggunakan APAR harus dimulai dan dilakukan dari atas angin
(tidak melawan arah angin), yaitu sebagai berikut :

A. Air bertekanan :
Disemprotkan ke sumber api (bahan yang terbakar).

B. Cairan yang mudah menguap :


Semprotkan ke sumber api dengan diratakan keseluruh permukaan yanag terbakar.

C. Busa
1. Semprotkan kedinding bagian dalam dari tempat kebakaran.
2. Penutupan permukaan yang terbakar dengan busa harus secara sempurna. Jangan
sekali-kali menyemprotkan busa kepermukaan cairan yang terbakar atau busa
yang sedang menutup permukaan.

B. Dry Chemical :
1. Disemburkan mulai dari tepi api terdekat.
2. Dikibaskan ke kiri dan ke kanan

C. CO2
Disemprotkan ke sumber api dengan menggerakkan corong keseluruh permukaan
bahan yang terbakar.

Langkah-langkah Penggunaan

A. Cairan yang mudah menguap


Cara menggunakan :
1. Turunkan tabung dari tempatnya
2. Buka segelnya
3. Buka selang dari jepitannya
4. Cabut pen penahan/pengaman katup
5. Pegang horn (nozzle) dengan tangan kiri ke arah atas, kemudian tekan katup
dengan tangan kanan (tujuan untuk mencoba alat )
6. Bawa alat tersebut ke tempat kebakaran
7. Semprotkan ke sumber api dengan meratakan ke seluruh permukaan yang terbakar

17
B. Busa (Foam)
Cara menggunakan :
1. Turunkan tabung dari tempatnya
2. Bawa alat tersebut ke tempat kebakaran
3. Buka segelnya
4. Buka selang dari jepitannya
5. Balikkan busa tersebut sambil mengarahkan nozzle ke api. Untuk kebakaran
minyak di lantai semprotkan busa dari tepi api terdekat sampai busa menutupi
seluruh permukaan yang terbakar

C. Dry Chemical
Cara menggunakan :
1. Turunkan tabung dari tempatnya
2. Buka segelnya
3. Buka selang dari jepitannya
4. Cabut pen penahan/pengaman katub
5. Pegang horn (nozzle) dengan tangan kiri ke arah atas, kemudian tekan katup
dengan tangan kanan (tujuan untuk mencoba alat berisi atau tidak)
6. Bawa alat tersebut ke tempat kebakaran
7. Semprotkan dry chemical mulai dari tepi api terdekat dengan mengibaskan horn
kekiri dan kekanan sebaik mungkin (jarak 8 feet)

D. Carbon Dioxide (CO2)


Cara menggunakan :
1. Turunkan tabung dari tempatnya
2. Lepaskan horn dari jepitannya
3. Putuskan lead seal
4. Pegang horn (nozzle) dengan tangan kiri ke arah atas, kemudian tekan katup
dengan tangan kanan (tujuan untuk mencoba alat )
5. Bawa alat tersebut ke tempat kebakaran
6. Semprotkan ke sumber api dengan menggerakkan corong keseluruh permukaan
bahan yang terbakar

Kemampuan APAR

Kemampuan pamadaman alat ini tergantung kepada angka yang tertulis seperti huruf dan
nomor.
Huruf adalah menunjukkan kelas kebakaran dimana alat tersebut bisa efektif.
Nomor adalah menunjukkan ukuran dari api yang akan dipadamkan.

Contoh :
Sebuah alat pemadam api ringan diklasifikasikan dengan rating 4A : 20B :C
Artinya :
- Kemampuan pemadamnya harus sekitar 4X kebakaran Kelas-A
- Kemampuan pemadamnya sekitar 20X kebakaran Kelas-B
- Dapat dipoergunakan untuk memadamkan suatu kebakaranyang menyangkut
listrik

18
Kegiatan Belajar 2
Kompetensi : Mengoperasikan dan merawat alat pemadam api ringan
Sub Kompetensi : Memilih dan mengoperasikan APAR
Kelas/Semester : 1/Genap
Alokasi Waktu : 4 jam pelajaran (@ 45 menit)
Pertemuan ke : 1
Tujuan pembelajaran :
Setelah mempelajari modul ini, siswa diharapkan dapat :
 Menggunakan APD sesuai ketentuan perusahaan
 Memilih APAR berdasarkan identifikasi jenis api
 Mengoperasikan APAR dengan cara yang tepat dan benar mengikuti
ketentuan penggunaan jenis dan tipe APAR yang bersangkutan

Pendahuluan

Terjadinya kecelakaan kerja dalam industri disebabkan karena beberapa faktor


antara lain faktor peralatan dan faktor manusia. Untuk mengurangi terjadinya kecelakaan
kerja dapat dilakukan dengan memperbaiki kinerja peralatan yang digunakan maupun
SDM yang memakainya, sehingga peralatan dan SDM yang menanganinya dapat
berfungsi seperti yang dikehendaki oleh sistem dan kecelakaan kerja dapat dikurangi atau
dihindari. Tentang dasar-dasar keselamatan & kesehatan kerja ( K3 ) yang harus dimiliki
oleh SDM yang bekerja di lingkungan Industri.
Kebakaran merupakan kejadian yang tidak dikehendaki karena bersifat menghanguskan
dan merugikan. Banyak kasus-kasus kebakaran yang menimbulkan bukan saja kerugian
bahkan merenggut korban jiwa yang tidak sedikit. Disamping itu kebakaran memiliki
andil menimbulkan polusi atau emisi yang berdampak menurunkan kualitas lingkungan.
Memperhatikan bahaya yang ditimbulkan kebakaran maka sudah selayaknya pengetahuan
dan keterampilan untuk mengatasi memadamkan kebakaran secara dini perlu dimiliki
siapa saja yang beresiko menghadapi kebakaran. Selain itu, yang terpenting adalah sikap
mental (attitude) untuk selalu memiliki kesadaran dalam usaha pencegahan kebakaran.

19
Bagian-bagian penting APAR

Media pemadam (Extinguisher Agent) yang biasa dipakai pada APAR (Portable
Fire Extinguisher) adalah :

1. APAR dengan media jenis air dari tabung bertekanan

Sifat daripada media pemadam jenis ini antara lain, daya menghisap panas besar
dan menghantarkan arus listrik. APAR ini tersedia dalam ukuran 2,5 galon atau 9,5 liter.
Nilai kemampuan pemadamannya adalah 2A.
Karena media pemadam ini air bersih, maka alat pemadam ini mempunyai
kemampuan hanya untuk kebakaran Kelas A. Alat ini biasanya bertekanan sampai 100
PSI (6,8 kg/cm2). Ketika diisi penuh beratnya kira-kira 35 pounds. Jarak pemadaman yang
efektif kira-kira 3,2 – 6,2 meter dan mempunyai waktu pengeluaran kira-kira 1 menit.
Aliran air dapat dibuka/distop melalui tuas operasi atau nozzle.
Konstruksi tabung umumnya terbuat dari stainless steel. Alat ini tidak untuk
ditempatkan pada suatu tempat yang temperaturnya di bawah 40oF. (4oC) dan diperlukan
suatu campuran anti beku untuk pemakaian di bawah -40 oF. Penambahan garam untuk
melindungi pembekuan di dalam air dilarang karena menyebabkan korosi pada tabung
APAR dan mekanisme operasi.

2. APAR dengan media jenis carbon dioxide (CO2)

Bagian-bagian penting dari APAR ini antara lain:


a. Untuk APAR yang dapat dibawa/dijinjing (portable fire extinguisher) :
- Tersedia dalam ukuran 2,5 sampai 20 pounds ( 1,2-9,1kg )
- Nilai kemampuan pemadaman 1-10B:C
- Waktu pengeluaran media 8-20 detik
- Jarak penyemprotannya adalah dari 1-2,4 meter
b. Untuk APAR dalam bentuk roda :
- Tersedia dalam ukuran 50-100 pounds ( 22,7 sampai 45,4 kg )
- Nilai kemampuan pemadaman 10-20B:C
- Waktu pengeluaran media 8-20 detik
- Jarak penyemprotannya adalah dari 1-2,4 meter
Jenis alat ini diisi dengan cairan carbon dioxide (CO 2). Media ini disemprotkan
melalui katub pengeluaran yang dapat dibuka/ditutup sesuai keperluan. Pembekuan
bukan suatu masalah dan alat ini dapat dipergunakan pada lokasi tanpa memanas. Cairan
CO2 dengan cepat menjadi cairan seperti gas. APAR jenis ini dapat digunakan untuk
memadamkan kebakaran kelas B dan C.

20
Sifat daripada media pemadam jenis ini antara lain :
- Sifat merubah bentuk cair ke bentuk gas membutuhkan panas yang diambil dari
panas nyala, sehingga temperatur turun dan nyalapun akan padam.
- Tidak menghantarkan arus listrik.

Catatan :
- Apabila memegang nozzle alat pemadam api jenis ini jangan dipegang pada
bagian ujungnya tetapi peganglah pada selangnya.
- Pengoperasian harus sepenuhnya dibuka untuk mencegah pembekuan saluran keluar.
- Gas CO2, sebagai media pemadam berupa cairan yang disimpan dalam tabung dalam
tekanan 1000 -1100 psi ( 70 – 77 kg/cm2 ).
- Untuk Gas N2, sebagai media pemadam tetap berupa gas, sebab mencairkan N2 harus
tekananya besar dan temperaturnya sangat rendah.
- Dalam ruang tertutup dengan kadar CO2 dan N2 yang lebih dari 20% dapat mematikan
(beracun)

3. APAR dengan media jenis tepung kimia kering

APAR ini tersedia dalam 2 jenis, yang dibedakan atas metode penyemprotan dari
media, yaitu :
a. APAR jenis tabung bertekanan
APAR ini biasanya mempunyai penyemprotan media dengan tekanan udara kering atau
nitrogen, yang disimpan bersama-sama dengan media pemadam.
b. APAR jenis gas cartridge
Tabung APAR ini berisi media pemadam tepung kimia kering. Tabung APAR ini juga
mempunyai cartridge sebagai penggerak alat pemadam tepung kimia kering yang
disimpan dalam tabung tekanan tinggi yang terletak di luar.

Media APAR jenis tepung kimia kering terdiri dari :


a. Tepung Kimia Reguler, bahan dasarnya Soda kue/NaHCO3 :
Tepung kimia ini digunakan untuk kebakaran minyak, gas dan listrik.
b. Tepung Kimia Multipurpose (serba guna), bahan dasarnya NH4H2PO4 (Ammonium
Phospat) dipakai untuk kebakaran Kelas A, B dan C.

Sifat daripada media pemadam jenis padat ini antara lain :


- Menutupi permukaan yang terbakar,
- Membatasi serta mengurangi ikut sertanya udara untuk membentuk nyala
- Mendesak udara dari permukaan yang sedang terbakar, karena butiran halus
berupa kabut ini lebih berat dari pada udara
- Tidak mengalirkan arus listrik
Tepung kimia kering paling efektif untuk memadamkan api pada area besar dari
cairan yang terbakar, terutama sekali pada arus yang bebas tertumpah. APAR jenis
tepung kimia kering tersedia dalam ukuran-ukuran yang beraneka ragam, yaitu 4 – 30 lbs
( 1,8-14 kg ) untuk jenis alat pemadam api yang dapat diangkat/dijining dengan tangan,
sedangkan untuk jenis beroda mempunyai ukuran 45 – 350 lbs (20-159 kg).
Prinsip cara penggunaan APAR ini adalah disemburkan mulai dari tepi api terdekat
dikibaskan kekiri dan kekanan.

21
Untuk mengatasi kebakaran logam ( Kelas D ) digunakan tepung kimia khusus,
yaitu Ternary Eutectic Chloride ( T.E.C )

Sifat daripada media pemadam jenis ini antara lain :


- Menutupi permukaan yang terbakar.
- Membatasi serta mengurangi ikut sertanya udara untuk membentuk nyala
- Tidak mengalirkan arus listrik.
- Tidak membentuk kabut halus tetapi akan meleleh bila kena panas dan akan
membentuk lapisan kerak pada permukaan yang terbakar.

4. APAR dengan media jenis busa

Alat pemadam ini ada dua yaitu busa mekanik dan busa kimia. Alat ini sama dengan
alat pemadam jenis air yang bertekanan kecuali nozzle untuk alat ini khusus. Tabungnya
mempunyai tanda bercat biru dan busa yang digunakan membentuk suatu selimut untuk
menekan dan memadamkan api. Selimut busa yang tertinggal dalam posisi yang cukup
lama masih bisa memadamkan nyala api yang tersisa.
Pada busa kimia terbentuknya busa karena reaksi kimia, sedangkan pada busa
mekanik terbentuknya busa karena campuran antara air, udara dan foam compound
(Aqueous Film Forming Foam dengan Air) melalui peralatan khusus dan harus
digerakkan dengan tekanan (secara mekanik).
Bahan baku cairan busa adalah:
- Busa Protein, campuran protein dan fluore ( busa fluofo protein ).
- Busa Sintesis, Fluoro Carbon Surfactant atau Fluoro Chemical disebut busa light
water atau busa AF3, cairan berbahan baku hidrokarbon surfactant atau deterjen.
Untuk memadamkan cairan yang terbakar dalam sebuah drum busa pemadam
diarahkan keatas api, sehingga menyebabkan busa mengalir dan menyebar keseluruh
permukaan cairan yang terbakar. Media ini paling efektif digunakan untuk memadamkan
api di dalam kaleng yang berisi cairan yang mudah terbakar, seperti cat yang mempunyai
panas dan bila menyala lagi jika terkena oksigen.
Alat pemadam jenis foam ini ada dua yaitu AFFF (Aqueous Film Forming Foam)
dan busa kimia. Alat pemadam api AFFF ini tersedia ukuran 2,5 galon (9,5 liter) dengan
kemampuan pemadaman 3A:20B dan dalam ukuran 33 galon (125 liter) dengan
kemampuan pemadaman 20A:160B.
Media pemadam AFFF merupakan suatu campuran dari AFFF dangan air, yang
mana akan membentuk busa mekanik ketika disemprotkan melalui nozzle. Alat pemadam
ini secara umum ditekan dengan udara bertekanan dan mempunyai jarak semprotan dari 1
sampai 2 meter dengan penyemprotan sekitar 24 detik.
Prinsip cara menggunakan media jenis busa ini adalah disemprotkan ke dinding
bagian dalam dari tempat kebakaran. Penutupan permukaan yang terbakar dengan busa
harus sempurna. Jangan sekali-kali menyemprotkan busa ke permukiaan cairan yang
terbakar atau busa yang sedang menutup permukaan.

5. APAR dengan media jenis Halon

Alat pemadam api jenis Halon, merupakan cairan yang mudah menguap terdiri
dari :
- BCF (Bromo chloro difluoro methane) = Halon 1211
- BTM (Bromo trifloro methane) = Halon 1301

22
BCF mempunyai aplikasi yang luas dan bekerja sangat cepat serta melawan api
yang menyala kembali dari suatu kebakaran yang telah dipadamkan. Apar ini khusus
digunakan dalam pesawat terbang, kendaraan dan instalasi-instalasi penting.
Sifat daripada media pemadam jenis ini antara lain :
- Daya menghisap panas besar.
- Tidak menghantarkan arus listrik.
- Merusak kain, kertas karena cairan tersebut mengandung asam (zuur).
- Digunakan pada kebakaran kelas A, B dan C.

Halon 1211 disimpan dalam bentuk cairan dan dimasukkannya nitrogen sebagai
pendorong. Bahan pemadam menyemprot keluar dalam bentuk uap dan bintik-bintik
cairan kabut, bekerja sangat cepat serta melawan api yang menyala kembali dari suatu
kebakaran yang telah dipadamkan.
Halon 1211 hanya mengandung sedikit racun pada keadaan normal, tetapi bila
kandungan ini terurai oleh panas dapat berbahaya terutama bagi karyawan atau orang lain
yang berada dalam ruangan tanpa ventilasi maupun ruangan-ruangan sempit.
Alat pemadam api jenis Halon 1211 dengan tabung bertekanan tersedia kapa-
sitasnya dari 1-10 kg dengan kemampuan pemadaman 2B:C hingga 4A:80B:C. Jarak
penyemprotan berkisar 2,5 - 4,6 meter tergantung ukuran dari alat pemadam.Waktu
penyemprotan akan berkisar dari 8 hingga15 detik.
Prinsip cara penggunaan APAR jenis Halon ini adalah disemprotkan ke sumber api
dengan diratakan keseluruh permukaan yang terbakar.

6. APAR dengan media jenis AF-11

Alat pemadam api ringan AF-11 tersedia dalam bentuk portable dengan ukuran
bervariasi dari 1 sampai 35 kg. AF-11 adalah sebuah produk baru pengganti alat pemadam
jenis Halon 1211. Produk ini merupakan campuran bahan kimia dichloro trifluoro ethane
(HCFC-123 ) dengan konsentrat Hartindo yang digunakan sebagai media pemadam api.
Media ini lebih aman terhadap lingkungan, tidak beracun, tidak meninggalkan
kotoran. AF-11 tidak mengandung Halon dan Bromida (racun mematikan mahluk hidup)
dan dapat digunakan hanya dengan menekan atau melepas tekanan pada handlenya serta
dapat digunakan berkali-kali sampai isinya habis. AF-11 sangat cocok untuk kebakaran
Kelas A, B, atau C.

Kebakaran yang masih sering terjadi adalah suatu hal yang tidak dikehendaki
sehingga betapa perlunya kewaspadaan, pencegahan dan penaggulangan kebakaran harus
terus ditingkatkan. Pada tahap awal terjadinya kebakaran, yaitu saat api masih dalam
tahap baru mulai terjadi, api dapat dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan
(APAR) dengan media yang sesuai.
Keberhasilan penaggulangan kebakaran adalah kecepatan dan ketepatan. Makin
cepat penanggulangan suatu kebakaran maka kerugian yang lebih besar dapat dihindari.
Lokasi APAR harus jelas dan mudah dijangkau, juga harus diklasifikasikan dengan benar,
mempunyai kapasitas yang memadai untuk kebakaran, dan harus berada pada kondisi
yang dapat dioperasikan. Dengan demikian keterampilan menggunakan APAR dengan
tepat diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam pemadaman kebakaran secara dini.
Bahaya kebakaran adalah bahaya yang ditimbulkan oleh adanya nyala api yang
tidak terkendali yang dapat mengancam keselamatan jiwa maupun harta benda. Tindakan
awal harus cepat dan tepat diperlukan pengetahuan yang baik tentang cara-cara

23
pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, salah satunya pengetahuan tentang
APAR.
Pada prinsipnya terjadinya api karena adanya reaksi tiga unsur, yaitu bahan bakar,
panas dan oksigen dalam perbandingan yang seimbang akan menimbulkan nyala api.
Hubungan ketiga unsur tersebut dikenal dengan istilah segitiga api, yaitu suatu segitiga
dimana sisinya adalah bahan bakar(bahan yang mudah terbakar), api(heat/panas), dan
udara(oksigen). Bila salah satu unsur tersebut tidak ada atau kadarnya kurang maka tidak
akan terjadi nyala api.
Dasar-dasar dari sistem/teknik pemadaman api/kebakaran sesungguhnya adalah
merusak keseimbangan reaksi tersebut dengan cara :
- Penguraian (Starvation) :
Adalah sistem pemadaman dengan cara memisahkan atau menjauhkan benda-benda
yang dapat terbakar.
Contoh :
Misal terjadi kebakaran di dalam gudang file berisi tumpukan kertas. Sebebum
kebakaran meluas, maka tumpukan kertas yang terdekat dengan sumber api harus segera
dibongkar dan dipindahkan/diamankan. Tindakan tersebut dilakukan bersama-sama
dengan pemadaman, misalnya penyemprotan air.
- Pendinginan (Cooling) :
Adalah pemadaman dengan cara menurunkan panas, sehingga temperatur bahan yang
tebakar turun sampai dibawah titik nyalanya.
Titik Nyala adalah temperatur terendah dari suatu bahan untuk dapat berubah bentuk
menjadi uap, dan menyala bila tersentuh api.
Contoh :
Penyemprotan air pada benda-benda yang terbakar.

- Isolasi
Adalah pemadaman api dengan jalan menurunkan kadar oksigen (sampai di bawah
12%), pada lokasi di sekitar benda-benda yang terbakar. Dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu :
Smothering : Mengurangi atau memisahkan udara/oksigen dengan bahan yang terbakar.
Contoh :
Menutup benda-benda yang tebakar dengan karung atau handuk yang dibasahi air, misal
pada kebakaran yang bermula dari kompor dan pemadaman dengan menggunakan
serbuk atau tepung kimia kering.
Dillution : Mengurangi atau mengusir udara/oksigen dari benda yang terbakar dengan
menyemprotkan bahan kimia tertentu atau mengurangi perbandingan udara dan bahan
bakar sampai dibawah konsentrasi batas bisa terbakar (pengenceran=diluting).
Contoh :
Pemadaman kebakaran dengan menggunakan CO2.

- Breaking Chain Reaction (Pemutusan Rantai Reaksi) :


Adalah teknik pemadaman untuk memutuskan rantai reaksi pembakaran dengan
memakai bahan kimia khusus.
Contoh :
Pemadaman kebakaran dengan menggunakan Halon 1211.

24
APAR = Alat Pemadam Api Ringan

APAR (Portable Fire Extinguisher) adalah alat pemadam api yang berbentuk
tabung yang ringan dan mudah dibawa, digunakan dan dioperasikan oleh satu oranag
untuk memadamkan api pada mula terjadinya kebakaran, beratnya antara 0,5-16 kg.

Definisi APAR

APAR adalah alat pemadam api yang berbentuk tabung yang ringan dan mudah
dibawa, digunakan dan dioperasikan oleh satu oranag untuk memadamkan api pada mula
terjadinya kebakaran, beratnya antara 0,5-16 kg.

Jenis APAR

A. Menurut Kelas Kebakaran :


Alat pemadam api ringan dapat diklasifikasikan sesuai atau menurut
penggunaannya, dan dapat dibagi menjadi 4 kelas kebakaran sesuai dengan Peraturan
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.14/MEN/80, yaitu ;

Kelas-A : Untuk kebakaran bahan padat bukan logam


Contoh : Kertas, kayu dan kain tekstil
Kelas-B : Untuk kebakaran bahan cair dan gas
Contoh : Cairan dan gas yang mudah menyala
Kelas-C : Untuk kebakaran instalasi listrik bertegangan
Contoh : Kebakaran peralatan listrik yang sedang dilalui arus listrik
Kelas-D : Untuk kebakaran logam
Contoh : Magnesium dan titanium

D. Menurut Jenis Media Pemadamnya :


1. Bahan Cair :

25
a. Air bertekanan
b. Cairan yang mudah menguap :
- BCF (Bromo Chloro DiFluoro Methane) atau Halon 1211
- BTM (Bromo Trifluoro Methane) atau Halon 1301
c. Soda acid
2. Bahan Busa :
a. Busa kimia (Chemical Foam)
b. Busa Mekanik (Mechanical Foam)
3. Bahan Padat :
Dry chemical atau tepung kimia kering
4. Bahan Gas :
CO2 (Carbon Dioxide/gas asam arang)

E. Menurut Jenis Konstruksi Tabung :


1. Tipe Stored Pressure
adalah APAR yang bahan pemadamnya dapat keluar karena adanya dorongan gas lain
yang dikempakan dengan bahan pemadamnya di dalam tabung.
Gas pendorong yang dikempakan dalam tabung biasanya adalah gas N2.

2. Tipe Gas Cartridge


adalah APAR yang bahan pemadamnya didorong keluar oleh gas bertekanan yang keluar
dari tabung gas (cartridge) yang dipasang di dalam tabung tersendiri.
Gas bertekanan yang dikempakan dalam cartridge biasanya adalah gas CO2.

Tipe konstruksi

STORED
CO2

PRESSURE
( N2 )
CARTRIDGE

Syarat Pemasangan/Penempatan APAR :


- Pada posisi yang mudah dilihat dengan jelas
- Mudah dicapai
- Dilengkapi dengan tanda pemasangan
- Sesuai dengan golongan kebakarannya

Cara penempatan :

26
- Dipasang menggantung pada dinding dengan penguatan sengkang atau dengan
konstruksi penguat lainnya, atau di tempatkan dalam almari/peti (box) yang tidak
dikunci.
- Bila oleh suatu hal lemari/peti (box) tempat APAR tersebut harus dikunci, maka
bagian depan dari lemari/peti (box) tersebut harus diberi kaca pengaman yang dapat
dipecah kan bila akan digunakan.
- Tebal kaca untuk lemari/peti (box) tersebut maksimum 2 mm, ukuran panjang dan
lebar bingkai kaca pengaman harus disesuaikan dengan besarnya APAR yang akan
ditempatkan.
- Tinggi penempatan APAR 1,2 meter dari dasar lantai. Untuk jenis dry chemical
dapat ditempatkan lebih rendah dengan syarat jarak bagian bawahnya tidak kuranag
dari 15 cm dari permukaan lantai.

Sedangkan Menurut Peraturan Menaker No. Per-04/Men/1980 maka:


- Apar harus siap pakai pada waktunya
- Jenis dan ukurannya harus sesuai
- Mudah dilihat dan mudah diambil
- Setiap orang dapat mengoperasikan dengan benar tidak membahayakan dirinya

Bagian-bagian penting APAR

Media pemadam (Extinguisher Agent) yang biasa dipakai pada APAR (Portable
Fire Extinguisher) adalah :

7. APAR dengan media jenis air dari tabung bertekanan

Sifat daripada media pemadam jenis ini antara lain, daya menghisap panas besar
dan menghantarkan arus listrik. APAR ini tersedia dalam ukuran 2,5 galon atau 9,5 liter.
Nilai kemampuan pemadamannya adalah 2A.
Karena media pemadam ini air bersih, maka alat pemadam ini mempunyai
kemampuan hanya untuk kebakaran Kelas A. Alat ini biasanya bertekanan sampai 100
PSI (6,8 kg/cm2). Ketika diisi penuh beratnya kira-kira 35 pounds. Jarak pemadaman yang
efektif kira-kira 3,2 – 6,2 meter dan mempunyai waktu pengeluaran kira-kira 1 menit.
Aliran air dapat dibuka/distop melalui tuas operasi atau nozzle.
Konstruksi tabung umumnya terbuat dari stainless steel. Alat ini tidak untuk
ditempatkan pada suatu tempat yang temperaturnya di bawah 40oF. (4oC) dan diperlukan
suatu campuran anti beku untuk pemakaian di bawah -40 oF. Penambahan garam untuk
melindungi pembekuan di dalam air dilarang karena menyebabkan korosi pada tabung
APAR dan mekanisme operasi.

8. APAR dengan media jenis carbon dioxide (CO2)

Bagian-bagian penting dari APAR ini antara lain:


a. Untuk APAR yang dapat dibawa/dijinjing (portable fire extinguisher) :
- Tersedia dalam ukuran 2,5 sampai 20 pounds ( 1,2-9,1kg )
- Nilai kemampuan pemadaman 1-10B:C
- Waktu pengeluaran media 8-20 detik

27
- Jarak penyemprotannya adalah dari 1-2,4 meter
b. Untuk APAR dalam bentuk roda :
- Tersedia dalam ukuran 50-100 pounds ( 22,7 sampai 45,4 kg )
- Nilai kemampuan pemadaman 10-20B:C
- Waktu pengeluaran media 8-20 detik
- Jarak penyemprotannya adalah dari 1-2,4 meter
Jenis alat ini diisi dengan cairan carbon dioxide (CO 2). Media ini disemprotkan
melalui katub pengeluaran yang dapat dibuka/ditutup sesuai keperluan. Pembekuan
bukan suatu masalah dan alat ini dapat dipergunakan pada lokasi tanpa memanas. Cairan
CO2 dengan cepat menjadi cairan seperti gas. APAR jenis ini dapat digunakan untuk
memadamkan kebakaran kelas B dan C.
Sifat daripada media pemadam jenis ini antara lain :
- Sifat merubah bentuk cair ke bentuk gas membutuhkan panas yang diambil dari
panas nyala, sehingga temperatur turun dan nyalapun akan padam.
- Tidak menghantarkan arus listrik.

Catatan :
- Apabila memegang nozzle alat pemadam api jenis ini jangan dipegang pada
bagian ujungnya tetapi peganglah pada selangnya.
- Pengoperasian harus sepenuhnya dibuka untuk mencegah pembekuan saluran keluar.
- Gas CO2, sebagai media pemadam berupa cairan yang disimpan dalam tabung dalam
tekanan 1000 -1100 psi ( 70 – 77 kg/cm2 ).
- Untuk Gas N2, sebagai media pemadam tetap berupa gas, sebab mencairkan N2 harus
tekananya besar dan temperaturnya sangat rendah.
- Dalam ruang tertutup dengan kadar CO2 dan N2 yang lebih dari 20% dapat mematikan
(beracun)

9. APAR dengan media jenis tepung kimia kering

APAR ini tersedia dalam 2 jenis, yang dibedakan atas metode penyemprotan dari
media, yaitu :
a. APAR jenis tabung bertekanan
APAR ini biasanya mempunyai penyemprotan media dengan tekanan udara kering atau
nitrogen, yang disimpan bersama-sama dengan media pemadam.
b. APAR jenis gas cartridge
Tabung APAR ini berisi media pemadam tepung kimia kering. Tabung APAR ini juga
mempunyai cartridge sebagai penggerak alat pemadam tepung kimia kering yang
disimpan dalam tabung tekanan tinggi yang terletak di luar.

Media APAR jenis tepung kimia kering terdiri dari :


a. Tepung Kimia Reguler, bahan dasarnya Soda kue/NaHCO3 :
Tepung kimia ini digunakan untuk kebakaran minyak, gas dan listrik.
b. Tepung Kimia Multipurpose (serba guna), bahan dasarnya NH4H2PO4 (Ammonium
Phospat) dipakai untuk kebakaran Kelas A, B dan C.

Sifat daripada media pemadam jenis padat ini antara lain :


- Menutupi permukaan yang terbakar,
- Membatasi serta mengurangi ikut sertanya udara untuk membentuk nyala
- Mendesak udara dari permukaan yang sedang terbakar, karena butiran halus

28
berupa kabut ini lebih berat dari pada udara
- Tidak mengalirkan arus listrik
Tepung kimia kering paling efektif untuk memadamkan api pada area besar dari
cairan yang terbakar, terutama sekali pada arus yang bebas tertumpah. APAR jenis
tepung kimia kering tersedia dalam ukuran-ukuran yang beraneka ragam, yaitu 4 – 30 lbs
( 1,8-14 kg ) untuk jenis alat pemadam api yang dapat diangkat/dijining dengan tangan,
sedangkan untuk jenis beroda mempunyai ukuran 45 – 350 lbs (20-159 kg).
Prinsip cara penggunaan APAR ini adalah disemburkan mulai dari tepi api terdekat
dikibaskan kekiri dan kekanan.

Untuk mengatasi kebakaran logam ( Kelas D ) digunakan tepung kimia khusus,


yaitu Ternary Eutectic Chloride ( T.E.C )

Sifat daripada media pemadam jenis ini antara lain :


- Menutupi permukaan yang terbakar.
- Membatasi serta mengurangi ikut sertanya udara untuk membentuk nyala
- Tidak mengalirkan arus listrik.
- Tidak membentuk kabut halus tetapi akan meleleh bila kena panas dan akan
membentuk lapisan kerak pada permukaan yang terbakar.

10. APAR dengan media jenis busa

Alat pemadam ini ada dua yaitu busa mekanik dan busa kimia. Alat ini sama dengan
alat pemadam jenis air yang bertekanan kecuali nozzle untuk alat ini khusus. Tabungnya
mempunyai tanda bercat biru dan busa yang digunakan membentuk suatu selimut untuk
menekan dan memadamkan api. Selimut busa yang tertinggal dalam posisi yang cukup
lama masih bisa memadamkan nyala api yang tersisa.
Pada busa kimia terbentuknya busa karena reaksi kimia, sedangkan pada busa
mekanik terbentuknya busa karena campuran antara air, udara dan foam compound
(Aqueous Film Forming Foam dengan Air) melalui peralatan khusus dan harus
digerakkan dengan tekanan (secara mekanik).
Bahan baku cairan busa adalah:
- Busa Protein, campuran protein dan fluore ( busa fluofo protein ).
- Busa Sintesis, Fluoro Carbon Surfactant atau Fluoro Chemical disebut busa light
water atau busa AF3, cairan berbahan baku hidrokarbon surfactant atau deterjen.
Untuk memadamkan cairan yang terbakar dalam sebuah drum busa pemadam
diarahkan keatas api, sehingga menyebabkan busa mengalir dan menyebar keseluruh
permukaan cairan yang terbakar. Media ini paling efektif digunakan untuk memadamkan
api di dalam kaleng yang berisi cairan yang mudah terbakar, seperti cat yang mempunyai
panas dan bila menyala lagi jika terkena oksigen.
Alat pemadam jenis foam ini ada dua yaitu AFFF (Aqueous Film Forming Foam)
dan busa kimia. Alat pemadam api AFFF ini tersedia ukuran 2,5 galon (9,5 liter) dengan
kemampuan pemadaman 3A:20B dan dalam ukuran 33 galon (125 liter) dengan
kemampuan pemadaman 20A:160B.
Media pemadam AFFF merupakan suatu campuran dari AFFF dangan air, yang
mana akan membentuk busa mekanik ketika disemprotkan melalui nozzle. Alat pemadam
ini secara umum ditekan dengan udara bertekanan dan mempunyai jarak semprotan dari 1
sampai 2 meter dengan penyemprotan sekitar 24 detik.
Prinsip cara menggunakan media jenis busa ini adalah disemprotkan ke dinding
bagian dalam dari tempat kebakaran. Penutupan permukaan yang terbakar dengan busa

29
harus sempurna. Jangan sekali-kali menyemprotkan busa ke permukiaan cairan yang
terbakar atau busa yang sedang menutup permukaan.

11. APAR dengan media jenis Halon

Alat pemadam api jenis Halon, merupakan cairan yang mudah menguap terdiri
dari :
- BCF (Bromo chloro difluoro methane) = Halon 1211
- BTM (Bromo trifloro methane) = Halon 1301
BCF mempunyai aplikasi yang luas dan bekerja sangat cepat serta melawan api
yang menyala kembali dari suatu kebakaran yang telah dipadamkan. Apar ini khusus
digunakan dalam pesawat terbang, kendaraan dan instalasi-instalasi penting.
Sifat daripada media pemadam jenis ini antara lain :
- Daya menghisap panas besar.
- Tidak menghantarkan arus listrik.
- Merusak kain, kertas karena cairan tersebut mengandung asam (zuur).
- Digunakan pada kebakaran kelas A, B dan C.

Halon 1211 disimpan dalam bentuk cairan dan dimasukkannya nitrogen sebagai
pendorong. Bahan pemadam menyemprot keluar dalam bentuk uap dan bintik-bintik
cairan kabut, bekerja sangat cepat serta melawan api yang menyala kembali dari suatu
kebakaran yang telah dipadamkan.
Halon 1211 hanya mengandung sedikit racun pada keadaan normal, tetapi bila
kandungan ini terurai oleh panas dapat berbahaya terutama bagi karyawan atau orang lain
yang berada dalam ruangan tanpa ventilasi maupun ruangan-ruangan sempit.
Alat pemadam api jenis Halon 1211 dengan tabung bertekanan tersedia kapa-
sitasnya dari 1-10 kg dengan kemampuan pemadaman 2B:C hingga 4A:80B:C. Jarak
penyemprotan berkisar 2,5 - 4,6 meter tergantung ukuran dari alat pemadam.Waktu
penyemprotan akan berkisar dari 8 hingga15 detik.
Prinsip cara penggunaan APAR jenis Halon ini adalah disemprotkan ke sumber api
dengan diratakan keseluruh permukaan yang terbakar.

12. APAR dengan media jenis AF-11

Alat pemadam api ringan AF-11 tersedia dalam bentuk portable dengan ukuran
bervariasi dari 1 sampai 35 kg. AF-11 adalah sebuah produk baru pengganti alat pemadam
jenis Halon 1211. Produk ini merupakan campuran bahan kimia dichloro trifluoro ethane
(HCFC-123 ) dengan konsentrat Hartindo yang digunakan sebagai media pemadam api.
Media ini lebih aman terhadap lingkungan, tidak beracun, tidak meninggalkan
kotoran. AF-11 tidak mengandung Halon dan Bromida (racun mematikan mahluk hidup)
dan dapat digunakan hanya dengan menekan atau melepas tekanan pada handlenya serta
dapat digunakan berkali-kali sampai isinya habis. AF-11 sangat cocok untuk kebakaran
Kelas A, B, atau C.

30
31
IKHTISAR FIRE FIGHTING TECNIQUE

I. SAFE LIFT FIRST

Semua tindakan pemadam api harus dilalui atau bersamaan dengan usaha
rescue(pertolongan) Operation.

II. SIKAP DAN TINDAKAN


a. Tegas dan disiplin
b. Tenang, waspada (mudah berfikir) self confident
c. Kompak dalam team work
d. Cepat dan effusion (terbiasa, berpengalaman, intellegentfire-drill)

III. SEBELUM MELAKUKAN FIRE FIGHTING PERLU DIPERHATIKAN :


a. Arah angin
b. Bahan yang terbakar (kelas bahan)
c. Posisi dari lingkungan
d. Vulume bahan yang terbakar
e. Alat pemadam yang tersedia dan harus diadakan
f. Lamanya telah terbakar

IV. PRINSIP TEKNIK PEMADAM API


Dengan merusak keseimbangan (memutus) percampuran/hubungan ketiga unsure dalam
segitiga api (fuel, oxygen, heat)
Dapat dilakukan dengan cara :
a. Pendinginan (Cooling)
Media yang digunakan berupa air, busa, dry chemical (terbatas), BCF (terbatas)
b. Isolasi (Smothering)
Media yang dapat dipakai uap air/embun, dry chemical, BCF, busa, gas CO2
c. Menghentikan/Mengambil Bahan Yang Terbakar (Starvation)
Dapat dilakukan dengan menutup keran pengatur bahan yang terbakar, mengambil
sebagian yangbelum terbakar dan membagi Rangkuman 1
 Pengelolaan (manajemen) diartikan sebagai proses pendayagunaan sumber
daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran secara optimal.

32
 Pengelolaan meliputi aspek POCCC (Planning, Organizing, Commanding,
Coordinating, Controlling), atau POSDCoRB (Planning, Organizing,
Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, Budgeting).
 Pengelolaan laboratorium meliputi aspek perencanaan, penataan,
pengadministrasian, pengamanan, perawatan, dan pengawasan terhadap
bangunan, peralatan umum, alat lab, bahan kimia, dan kegiatan lab.
 Unsur pengelola laboratorium terdiri dari Kepala Lab, Ketua Lab, Pimpinan
Praktikum, Teknisi, Analis dan Juru lab. Dalam sistem persekolahan
pengelola lab melibatkan unsur Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah
Bidang Kurikulum dan sarana, Guru, dan Juru lab/pesuruh sekolah.
 Kepala lab, dan Ketua Lab atau Kepala sekolah, Wakil Kela Sekolah Dan
Guru yang ditunjuk Kepala Sekolah memiliki tugas dengan posisi sebagai
perencana, pengarah, pengkoordinasi, dan pengawas terhadap jalannya
pengelolaan laboratorium. Sedangkan Teknisi, analis, juru lab dan guru mata
pelajaran memiliki tugas dengan posisi sebagai pelaksana.
 Tata tertib bekerja di laboratorium meliputi aspek perlindungan diri,
penanganan darurat, penanganan limbah, keamanan kerja, dan administrasi.

Tugas 1

1. Buatlah struktur organisasi pengelola laboratorium yang ada di sekolah


anda atau laboratorium industri dan laboratorium lembaga penelitian yang
anda kunjungi !
2. Buatlah rencana / jadwal penggunaan suatu laboratorium !

3. Catatlah tugas dan tanggungjawab masing-masing personel pengelola dari


suatu laboratorium yang anda kunjungi ! Berikan komentar dan saran
berkaitan dengan peningkatan pengelolaan laboratorium !

4. Dari tugas dan tanggungjawab personel pengelola laboratorium yang anda


temukan dari hasil kunjungan ke salah satu laboratorium, identifikasi
manakah tugas dari seorang Ketua Laboratorium dan tugas seorang Analis
yang termasuk ke dalam aspek perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), kepegawaian (staffing), pengarahan (directing), koordinasi
(coordinating), pelaporan (reporting), dan pembiayaan (budgeting).

33
5. Identifikasi aspek-aspek tata tertib penggunaan laboratorium yang
termasuk ke dalam kategori perlindungan diri (personal protection),
penanganan darurat (emergency response), penanganan limbah kimia
(chemical waste disposal), keamanan kerja (work safety), dan administrasi
(administration).

e. Tes Formatif 1
Berilah tanda silang (X) pada huruf B (jika benar) dan S (jika salah) dari
pernyataan yang diberikan.

1. Pengelolaan suatu lab yang ditangani oleh 1 B S


orang Ketua lab, 1 orang teknisi, dan 1 orang
analis lebih baik daripada ditangani oleh 2
orang teknisi dan 1 orang analis

1. Di suatu lab hanya ada seorang guru yang di- B S


tugasi sebagai Ketua lab tetapi mampu me-
nangani pekerjaan teknisi dan analis. Situasi
pengelolaan lab ini sudah menunjukkan adanya
pendayagunaan sumberdaya yang efektif dan
efisien

3. Dalam pengelolaan lab yang baik, membuat B S


perencanaan jauh lebih penting daripada
pengorganisasian atau pelaporan

4. Dalam rangka meningkatkan efisiensi, maka B S


seorang analis kimia dapat diberi tugas untuk
mereparasi peralatan lab yang rusak

5. Seorang teknisi yang sudah berpengalaman B S


dapat ditugasi untuk mengkoordinasikan
pelaksanaan berbagai jenis praktikum

6. Seorang guru kimia analisis yang akan melaku- B S


kan eksperimen untuk penelitiannya tidak perlu
mencatatkan penggunaan alat dan bahan yang
dipakainya, karena keseharian selalu membim-
bing praktikum siswa di lab tersebut.

7. Makan dan minum di laboratorium diperboleh- B S


kan asalkan sebelumnya mencuci tangan yang
bersih

8. Sekalipun lab dapat memberi peluang dalam B S


membina kreatifitas dan berpikir kritis, maka
seorang praktikan tidak diperkenankan meng-
gunakan alat dan bahan kimia di luar prosedur

34
kerja yang direncanakan

9. Melakukan praktikum yang menghasilkan gas B S


tidak selalu harus dilakukan di lemari asap, da-
pat saja dilakukan di ruang praktikum asalkan
jendela lab dibuka agar angin menghembus ke
ruang lab

10. Penggunaan jas lab pada saat bekerja di lab B S


kimia merupakan suatu keharusan karena
dapat melindungi percikan langsung bahan kimia
ke tubuh

f. Kunci Jawaban Formatif 1


B
B
S
S
S
S
S
B
S
B

f. Lembar Kerja 1

35