You are on page 1of 3

UJIAN GEOKIMIA PETROLEUM

WULAN SARI PUSPITA NINGRUM


101216022
GL2

1. Hasil analisis reflektansi vitrinit dari gambar dibawah ini menyatakan bahwa populasi pada
histogram terdiri dari populasi pribumi dan tertata ulang. Alasan pemilihan populasi
pribumi dikarenakan pada kedalaman 1500 hingga 1900 menunjukkan nilai reflektansi
vitrinit dengan nilai yang relatif berkelanjutan semakin tinggi, lalu pada kedalaman 2100
hingga 2500 juga menunjukkan kenaikan nilai yang besar pada reflektansi vitrinitnya,
artinya tidak ada batas nilai yang menunjukkan suatu lonjakan atau penurunan yang
signifikan sehingga apabila dikaitkan dengan bentuk dari histogramnya, nilai dari
reflektansi vitrinit akan menunjukkan seperti histogram di bawah ini.

Pribumi Tertata Ulang


(Rework)

Gambar 1 Soal Ujian Geokimia Petroleum Universitas Pertamina

Sementara, pada kedalaman 2000 terdapat histogram lain yang menunjukkan histogram
tertata ulang (rework), alasan penunjukkan histogram merupakan tertata ulang karena
memiliki puncak yang menunjukkan nilai dengan kisaran lebih tinggi apabila dibandingkan
dengan nilai pribumi maupun penggeronggongan, karena umumnya untuk nilai
penggeronggongan akan memiliki anomali nilai reflektansi vitrinit yang lebih kecil.
Adanya histogram rework ini dimungkinkan terjadi adanya endapan lain yang mengalami
proses tertata ulang, lalu ketika pengambilan sampel, endapan yang telah mengalami tertata
ulang akan ikut terangkat. Sehingga, dari pemaparan diatas, untuk nilai Ro pada kedalaman
2000 dapat ditentukan melalui kisaran nilai dari histogram pribumi yang menunjukkan
kisaran antara 0,72 hingga 0,80, dan diperoleh harga Reflektansi vitrinit dikedalaman
tersebut adalah 0,76, yang artinya masih menunjukkan kenaikan nilai Ro.
2. Berdasarkan hasil analisis dari nilai TOC, HI, dan Ro pada gambar dibawah ini
menunjukkan adanya suatu anomali negatif.

Gambar 2 Soal Ujian Geokimia Petroleum Universitas Pertamina

Pada kedalaman 2000 terjadi penurunan secara drastis untuk nilai Ro hingga sampai
kedalaman 2300, lalu dikedalaman 2400, nilai Ro mengalami lonjakan kembali, dan seperti
meneruskan kisaran nilai dari kedalaman 1900, sementara untuk nilai HI dikedalaman 2000
hingga 2300 mengalami lonjakan drastis, dan mengalami penurunan kembali di kedalaman
2400. Interpretasi adanya penurunan secara drastis yang berkaitan dengan HI dan Ro
adalah terjadinya perbedaan tipe kerogen di kedalaman 2000-2300. Tipe kerogen dapat
diidentifikasi oleh nilai HI, umumnya, kekayaan nilai HI akan menunjukkan pantulan
vitrinit yang semakin rendah pada tipe I dan II (Price dan Barker,1985). Anomali ini
ditunjukkan dengan pembacaan dari kedalaman 1500-1900 dengan kekayaan nilai HI 100-
98, diidentifikasi merupakan tipe kerogen III. Lalu, pada kedalaman 2000 sampai 2300,
terjadi anomali negatif yang menunjukkan tingginya nilai HI yang diikuti oleh pantulan
nilai vitrinit yang semakin rendah, sehingga pada kedalaman ini menunjukkan tipe kerogen
I dan II. Sementara, di kedalaman 2400 sampai 2500, kekayaan nilai HI dan Ro
menunjukkan tipe kerogen III kembali.

3. Dari gambar dibawah ini menunjukkan adanya anomali pada Tmaks yang berada
dikedalaman 2300 hingga 3000 m.
Gambar 3 Soal Ujian Geokim Petroleum Universitas Pertamina

Tmaks pada kedalaman 2300 menunjukkan indeks harga yang mengalami penurunan.
Seharusnya, harga tmaks akan sebanding dengan kedalaman, artinya apabila semakin dalam,
nilai tmaks akan semakin tinggi. Anomali ini diinterpretasi karena adanya gangguan sesar yaitu
sesar naik.

Gambar 4 Rekonstruksi Sesar Naik Sebagai Upaya Interpretasi (Dokumentasi Pribadi)

Sesar naik menyebabkan lapisan yang berada di kedalaman menjadi terangkat naik, hal ini
ditunjukkan dengan nilai tmaks pada formasi A yang awalnya merupakan nilai tmaks
dengan kisaran 420 dengan posisi yang dekat dengan permukaan lalu terus mengalami
kenaikan sesuai dengan teori bahwa semakin dalam nilai tmaks juga harusnya terus
meningkat, namun, dikedalaman 2300 nilai tmaks menunjukkan penurunan kembali di
nilai 427, hal ini menjadi interpretasi bahwa lapisan ini terangkat naik, dan merupakan
bagian dari formasi A.