You are on page 1of 2

Hematologi

Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang
membentuk darah. Darah merupakan bagian penting dari sistem transport. Darah merupakan
jaringan yang berbentuk cairan yang terdiri dari 2 bagian besar yaitu plasma darah dan bagian
korpuskuli. Dalam arti lain hematologi juga dikenal sebagai cabang ilmu kedokteran mengenai
sel darah, organ pembentuk darah, dan kelainan yang berhubungan dengan sel serta organ
pembentuk darah. Disiplin medis ini relatif modern karena komposisi seluler darah tidak bisa
efektif dipelajari sampai penemuan mikroskop. Studi mikroskopis darah pertama kali dicoba dan
didokumentasikan secara rinci oleh Leeuwenhoek (1632-1723) yang mengidentifikasi eritrosit.
Leukosit dan trombosit ditemukan kemudian, setelah perbaikan dalam kualitas lensa. Asal
katanya dari bahasa Yunani haima artinya darah. Hematologi mengkaji mengenai Transportasi
(sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air), Termoregulasi (pengatur suhu tubuh),
Imunologi (pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri), Homeostasis (mengatur keseimbangan
zat, pengatur pH tubuh). Adapun tujuan diadakannya pemeriksaan hematology adalah
Mendeteksi kelainan hematologi (anemia dan leukemia) bila timbul dugaan adanya kelainan
jumlah dan fungsi dari sel darah, kelainan sistemik (hati dan ginjal) yang dapat mempengaruhi
sel darah baik bentuk maupun fungsinya, Membantu diagnosis penyakit infeksi dengan melihat
kenaikan atau penurunan jumlah leukosit serta hitung jenisnya, Mendeteksi beberapa penyakit
perdarahan yang berkaitan dengan kuantitas dan kualitas trombosit seperti demam berdarah.

Sistem hematologi tersusun atas darah dan tempat darah diproduksi, termasuk sumsum
tulang dan nodus limfa. Darah merupakan medium transport tubuh, volume darah manusia
sekitar 7%-10% berat badan normal dan berjumlah sekitar 5 liter. Darah terdiri atas 2 komponen
utama, yaitu plasma darah, bagian cair darah yang sebagian besar terdiri atas air, elektrolit, dan
protein darah dan butir-butir darah ( blood corpuscles), yang terdiri atas eritrosit (sel darah
merah), Leukosit (sel darah putih), Trombosit (platelet) butir pembeku darah.

Cairan darah tersusun atas komponen sel yang tersuspensi dalam plasma darah. Sel
darah dibagi menjadi eritrosit ( sel darah merah, normalnya 5 ribu per mm3 darah) dan leukosit 9
sel darah putih, normalnya 5000 – 10000 per mm3 darah). Terdapat sekitar 500 – 1000 eritrost
tiap satu lekosit. Lekosit dapat berada dalam berapa bentuk; eosinofil, basofil, monosit, netrofil,
dan limfosit. Fragmen-fragmen sel tak berinti yang disebut trombosit ( normalnya 150000 –
450000 per mm3 darah). Komponen seluler darah ini normalnya menyusun 40% - 45% voume
darah. Fraksi darah yang ditempati oleh eritrosit disebut hematokrit. Darah terlihat sebagai cairan
merah, opak, dan kental. Warnanya ditentukan oleh hemoglobinyang terkandung dalam sel darah
merah.

Volume darah manusia skitar 7% - 10% berat badan normal dan berjumlah sekitar 5 litet.
Darah bersirkulasi di dalam system vaskulerdan berperan sebagai penghubng antar organ tubuh,
membawa oksigen yang diabsobsi oleh paru dan nutrisi yang diabsobsi oleh traktus
gastrointestinal ke sel tbuh ntuk metabolisme sel. Darah juga mengangkut produsi sampah yang
dihasilkan oleh metabolism sel ke paru, kulit, dan ginjal yang akan ditransformaasidan dibuang
ke luar dari tubuh. Darah juga membawa hormone dan antibody ke tempat sasaran atau tujuan.
Darah adalah organ khusus, yang berbeda dengan organ lain. Untuk menjalankan fungsinya
darah harus tetap berada dalam keadaan cairan normal. karena berupa cairan, selalu terdapat
bahaya kehilangan darah dari sistem vaskuler akibat trauma. atau kegagalan sum-sum tulang atau
keduanya dapat menimbulkan anemia. anemia bukan merupakan penyakit atau gangguan fungsi
tubuh. secara fisiologis, anemia terjadi apabila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin untuk
mengangkut O2 ke jaringan.
Pemeriksaan hematologi dinilai sangat penting bagi kesehatan manusia, berikut ini
merupakan beberapa contoh pemeriksaan hematologi yang biasa dilakukan dalam bidang
kesehatan yakni hematologi rutin, fibrinogen, Test Agregasi Trombosit (TAT), golongan darah
dan rhesus serta IgM Anti Salmonella Typhi. Pertama, hematologi rutin yaitu mengetahui adanya
kelainan darah seperti anemia (kurang darah), adanya infeksi atau kelainan sel darah putih yang
lain, alergi dan gangguan pembekuan darah akibat kelainan jumlah trombosit. Kedua, fibrinogen
yang berguna untuk mengetahui adanya kelainan pembekuan darah, mengetahui adanya resiko
terjadinya pembekuan darah (peningkatan resiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan
Stroke dan mengetahui adanya gangguan fungsi hati). Ketiga, Test Agregasi Trombosit (TAT)
yang berguna untuk mengetahui gangguan agregasi. Hiperagregasi berarti peningkatan
kecenderungan trombosit membentuk agregasi, sehingga meningkatkan resiko stroke dan PJK
sedangkan hipoagregasi berarti trombosit "malas" membentuk bekuan, sehingga meningkatkan
resiko perdarahan. Keempat, golongan darah dan rhesus untuk mengetahui golongan darah
berdasar sistem ABO dan Rhesus faktor. Dalam tranfusi darah, darah donor dan darah penerima
harus sesuai golongannya berdasarkan sistem ABO dan Rhesus faktor. Dan yang terakhir IgM
Anti Salmonella Typhi yang berfungsi untuk mendeteksi penyakit Tifus