You are on page 1of 33

APPENDICITIS

Dr. W. SUMANTI, SpB-KBD


BAGIAN BEDAH FK UNSRAT /
RSU Prof. Dr. RD. KANDOU
MANADO

APPENDISITIS
Insidens

10 % Z. pra-antibiotica
2 % Z. antibiotica
- Jarang pada bayi / orok
- Meninggi pada anak
- Maximum pada masa remaja
- Menurun pada umur > tua
Dewasa dan orangtua relatif umum

: = 1 : 1 anak pre-puber
: = 3 : 2 remaja
: = sama masa > 25
tahun

A. APPENDIKS
B. CAECUM
C. ILEUM TERMINAL

PATOGENESA
Obstruksi radang
- Hyperplasia folikel limfe 60 %
( submukosa appendix ) { Anak }
- Fecalith / Fecal stasis 35 % { dewasa }
- Benda asing lain
4%
- Strictura / Tumor App. Caecum 1 %

Hyperplasia jaringan limfoid obstruksi


partial lumen Appendisitis
- Infeksi traktus respiratorius atas
- Morbilli
- Mononucleosis
- Penyakit lain pembesaran jaringan
limfoid

PEMBENTUKAN FECALITH
Serat masuk lumen appendix
rangsangan
sekresi mukus (kaya Calcium) kental
dan melekat pada seratnya DST2 nya

KAUSA INTRALUMINER LAIN / BENDA ASING

Ascaris, Taenia, E. vermicularis


Biji-bijian sayuran
Batu-batu kecil
Barium yang kental
Carcinoma caecum, Carsinoid
Metastasis carsinoma ke appendix

BILA ADA OBSTRUKSI PADA APPENDIKS


4 Faktor peranan :
1. Isi lumen
2. Derajat obstruksi
3. Sekresi lanjutan mukosa
4. Serosa yang tak elastis
Mukus dalam lumen meningkat Tekanan Intraluminer
Bakteri virulen robah mukus Pus
Sekresi mukus bertambah Tekanan Intraluminer
Obstruksi pembuluh limfe oedema appendiks
kuman2 diapedesis ulcera pada mukosa Stadium
appendisitis akuta focalis.

Keluhan :

- Nyeri lokal sekitar umbilikus


Nyeri lokal epigastrium
- Anoreksia, muntah, mual
{ Usus halus dan appendiks persarafan visceralis yang
sama }
Tekanan intraluminer lama kelamaan obstruksi vena
trombosis oedema >> + ischemia kuman
menyebar ke dinding appendiks serosa yang
meradang peritoneum parietalis nyeri pada
peritoneum lokal Stadium appendisitis akuta
suppurativa
Keluhan : nyeri lokal pada daerah perut quadran kanan
bawah.
Selanjutnya obstruksi pada arteri Gangraen
Stadium Appendisitis gangrenosa

Sekresi berlebihan dan tekanan intra luminer perforasi


pada daerah gangren pus tersebar
Stadium Appendisitis akuta perforata
Perlangsungan appendisitis tidak progresif adhesi
antara app. Ak dengan belokan2 usus sekitar, peritoneum
& omentum
- Appendikuler infiltrat
- Peri-appendikuler phlegmone
Perforasi terlokalisir peritonitis lokal lama2 bila
tidak diobati Abses appendikuler
Perforasi Peritonitis generalisata
- Bayi / anak & orang tua sekali mekanisme
ketahanan tubuh tidak efektif

Gambaran Klinik :
- Nyeri abdomen difus Epigastrium / sekitar umbilicus.
- Anoreksia
- Nausea
- Muntah-muntah
- Nyeri perut kanan kuadran kanan bawah
Nyeri
: Selalu ada pada appendisitis
Anoreksia : Selalu ada pada appendisitis
Nausea : 90 % penderita appendisitis
Muntah
: Variabel
: - 1-2 x
- sering pada anak dan remaja
- orang tua jarang / <
- sesudah nyeri

PEMERIKSAAN FISIS
- Nyeri tekan lokal (Mc Burney)
- Nyeri lepas (Rovsings)
- Defence musculair
- Hyperestesi kutaneus
- Psoas sign
- Obturator sign
- Nyeri daerah pelvis sebelah kanan (RT)
- Rovsing sign
Toucher Rectal :
- Mengesampingkan kista ovarium dan abses tuba
- Nyeri tekan pelvis bagian kanan (pelvic appendisitis)
- Massa dalam pelvis bagian kanan (pelvic appendisitis)

Insidens Perforasi : < 20 % 24 jam pertama


> 70 % 48 jam
Appendisitis akuta
Appendisitis akuta + Peritonitis lokal
Appendisitis akuta + Peritonitis abses
Appendisitis akuta + Peritonitis difusa
Seharusnya Diagnosa dan Appendektomi dilakukan dalam
24 jam sejak mulainya gejala
- Appendisitis akuta dirawat spontan appendisitis
chronika
- 50 % appendisitis rekurens
- Appendektomi : 6 8 minggu kemudian

- Serangan2 ulangan
- Tak begitu mendadak
(Exacerbasi akut dp appendisitis chronika)
- Sakit perut kanan bawah
(Appendisitis subakuta)
- Rontgen : Fecalith
Ba-enema non filling appendiks (obstruksi)
- Tindakan : Appendektomi elektif
- Tidak dalam serangan
- Keluhan sering mengganggu
- Tinggal jauh terpencil

Perforasi app akut : peritonotis difusa


(wall off process gagal)
- diagnosis perionitis umum
- tindakan appendectomy
laparotomy
- drainage ??
intra abdominal multiple drain ??
Pasca bedah
Perawatan seperti konservatif.

DD
Anak : GE akut
Mesenteric lymphadenitis
Pyelitis
Meckel diverticulitis
Invaginasi
Duplikasi usus
Peritonotis primer
Henoch-schonlein purpura
LLA

Remaja/dewasa muda
: Penyakit2 ovarium dan tuba
KET
Mittelschemerz
Endometriosis
Salphingitis
: Acut regional enteritis
Batu ureter/ginjal kanan
Torsio testis
Akut epididimitis

Dewasa : Akut divertikulitis


Perforasi ulcus duodenum
Perforasi ulcus ventrikel
Cholecystitis akut
Pancreatitis
Obstruksi intestinal
Perforasi ca caecum
Perforasi divertikulum ileum
Oklusi pembuluh darah
Ruptur aneurisma aorta

Laboratorium
Lekosit & dif count biasanya abnormal
(korelasikelainan app).
1/3 pnderita lekosit normal
diff. count shift to the left
Urin : Albuminuria ringan & bbrp lekosit pada
20% pria dengan app. Akut
Bakteri dalam sedimen urin
Sel darah merah dalam urine app
yang kontak dengan ureter.

X ray : Tak ada tanda2 patognomonik


- Fecalith
- Caecum melebar
- Gas dalam lumen appendix
(gangren / perforasi)
- Skoliosis (psoas shadow hilang)
- Regio kanan bawah tidak ada gas
- Oedem dinding abdomen

Tindakan pada operasi appendix akuta


- Insisi : - Transversal
- Gridiron
- Paramedian kanan
- Pararectus( Battle)
- Puntung App : meso app. Dipisahkan
Appendix diangkat (antegrad
atau retrograd)
Jahitan purse string/ Z.
Double ligasi bila oedem.

Drainage
Sebelum ditutup : cuci luka op dan fossa
iliaca dengan larutan campuran
antibiotik
Pemasangan drain ??
Penutupan luka operasi :
Jahit + drain atau dibiarkan kulit dan sub
cutan terbuka

Tindakan pada Appendix Infiltrat:


Non operatif : App. Acuta > 50 jam.
- Catatan klinis lengkapposisi fowler
- Grafik nadi.suhu tiap 1-2 jam
- Aspirasi cairan lambung/takar urine
- Infus /cairan iv mula2 (48 jam)
- Diet berangsur cairpadat
- Antibiotika
- Evaluasi periodik : tumor, leukosit,LED, RT

Tindakan pada appendikular abses


- 1/3 penderita dengan massa pada
daerah apptetap ada dengan terapi
konservatif app abses
- Insisi : * pada bagian yang paling menonjol
* medial dari crista iliaca
- Otot2 dinding perut dipisah/split
- Tumor didekati dari posterior/ aspek
retro peritoneal
- Explorasi abses hatijangan merusak
dinding medial abses.
- Kalau app mudah dicapai appendektomi

- Pasang drain tube(3 hari) kemudian irigasi


dengan cairan + antibiotik
- Luka op ditutup : Jahit otot?
Insisi kulit tak dijahit
- Perawatan secara Ochsner Sherren.

Komplikasi pasca bedah


- App utuh 5 %
- App gangren/perforasi 30%
- Infeksi luka
- Abses : *Pelvis
*Subfrenik
*Intra peritoneal
- Fistula fecal
- Portal pyemi multipel abses hati.
- Obstruksi usus *paralitik
* mekanik

Prognosa:
Mortalitas < 1 tiap 100.000
App akut gangrene < 0,6%
App perforasi 5%
Morbiditas 10 % pada semua
penderita

Appendicitis pada orang tua


- Anorexia, nausea, nyeri tak begitu
menonjol
- Mortalitas : * daya tahan
* penyakit lain
* tertunda tindakan operasi
- Fisik : * Tak khas
* Nyeri kanan bawah saja
* Kembung
* Tanda2 obstruksi usus halus
> 30% perforasi :* Blood supply
* Fisik
* Tertunda operasi

Appendicitis pada kehamilan


- 1:1000 graviditas
- Mortalitas me pada triwulan terakhir
- > sering pada 6 bulan pertama
- Gejala pada trimester terakhir agak lain
* Posisi caecum
* Posisi appendix
* Lokal nyeri
* Omentum