You are on page 1of 17

A P P EN D IC ITIS

PEMBIMBING: dr. DENNISON, Sp.B

YOSHANDA KRISNA PADDIANSYAH


Anatom idan FisiologiAppendix
D efi
nisidan Insidensi

Apendisitis: peradangan dari apendiks


versiformis
Negara maju > negara berkembang.
Pria > wanita,
Bayi umur 2 tahun terdapat 1% atau
kurang.
Umur 2 - 3 tahun terdapat 15%.
Frekuensi mulai menanjak setelah usia 5
tahun dan mencapai puncaknya berkisar
pada umur 9 hingga 11 tahun.
Etiologi

Obstruksi lumen apendiks : Fekalit,


Limfoid hipertrofi, Barium, Cacing di
intestinal, Kanker sekum
Sekresi mukosa apendiks yang
persistent, distensi yang bertahap
dengan inflamasi pada apendiks,
pertumbuhan bakteri yang
berlebihan.
Patofi
siologi
G ejala dan Tanda Klinis

Nyeri/sakit perut: epigastrium mc


burney
Muntah (rangsangan viseral)akibat
aktivasi n.vagus
Obstipasikarena penderita takut mengejan
Panas (infeksi akut) bila timbul komplikasi
Rovsing Sign dan Blumberg Sign
Psoas Sign dan Obturator Sign
Rectal Toucher
Rovsing Sign & Blum bergs
Sign
Psoas Sign & O bturator Sign
Pem eriksaan Penunjang

Laboratorium: darah lengkap dan tes


protein reaktif (CRP).
Radiologi: foto polos abdomen, USG
dan CT-scan.
Alvarado Score
Yang dinilai Skor 1-4: Tidak
dipertimbangkan
Gejala Nyeri fossa iliaca 1
mengalami
dextra 1 apendisitis akut
5-6:
Anoreksia 1
Dipertimbangkan
Mual/muntah apendisitis akut,
Tanda Nyeri tekan iliaca 2 tapi tidak perlu
dextra 1 operasi segera
7-8:
Nyeri lepas iliaca 1 Dipertimbangkan
dextra mengalami
apendistis akut
Kenaikan suhu 9-10 : Hampir
Laboratoriu Leukositosis 2 definitif mengalami
m Neutrofil bergeser 1 apendisitis akut dan
dibutuhkan
ke kiri tindakan bedah
O hm an score
Variabel yang dinilai Skor yg
dinilai
Nyeri tekan kuadran kanan bawah 4.5
< 6: Jarang
Nyeri lepas 2.5
appendicitis
Tidak ada kesulitan berkemih 2.0
6-11.5:
Nyeri menetap 2.0
Kemungkinan
Leukosit > 10.000/mm3 1.5 appendicitis
Usia < 50 tahun 1.5 (Monitoring)

Relokasi nyeri ke kuadran kanan 1.0 > 11.5:


bawah 1.0 Appendisitis
sangat sering
Ketegangan dinding abdomen
Skor total 16
D iagnosis Banding

Gastroenteritis akut viral


Kelainan ovulasi
Infeksi panggul
Kehamilan di luar kandungan
Kista ovarium terpuntir
Endometriosis eksterna
Urolitiasis
Penatalaksanaan

Operasi
Open Appendectomy
Laparascopy Appendectomy

*Sebelum dan sesudah operasi


Antibiotik
Kom plikasi

Perforasi Peritonitis
Abses appendix
Tromboflebitis supuratif dari sistem
portal
Prognosis

Apendiktomi yang dilakukan sebelum


perforasi prognosisnya baik.
Kematian dapat terjadi pada
beberapa kasus.
Setelah operasi masih dapat terjadi
infeksi pada 30% kasus apendix
perforasi atau apendix gangrenosa.
D aftar Pustaka
Putz, R & Pabst, R. 2000. Atlas Anatomi Manusia SOBOTTA jilid 2
edisi 21. Jakarta: EGC.
Guyton B, Hall J. Propulsi dan Pencampuran Makanan dalam
Saluran Pencernaan. Dalam: Guyton B, Hall J, penyunting. 2008.
Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi ke-11. Jakarta: EGC.
Riwanto Ign. Usus halus, apendiks, kolon, dan anorektum.
Dalam: Sjamsuhidajat R, Jong WD, penyunting. 2010. Buku Ajar
Ilmu Bedah, Edisi ke-3. Jakarta: EGC.
Sabiston. 1994. Buku Ajar Bedah, Bagian 2. Jakarta: EGC.
Grace P.A & Borley N.R., At a Glance Ilmu Bedah edisi ketiga.
2005. Jakarta; Erlangga Medical Series.
Price dan Wilson. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit. Ed: Ke-6. Jakarta: EGC.
Monita, Nadia. 2009. Pencitraan Apendisitis. Fakultas Kedokteran
Universitas Tarumanegara. Jakarta.
Terim a Kasih