You are on page 1of 30

Referat

Dermatitis Atopik
Coas : Laura Citra Pratiwi
Pembimbing
dr. Dinna Devi, M.Ked(DV), Sp.DV
DERMATITIS ATOPIK

Dematitis atopi adalah peradangan kulit berupa


dermatitis yang kronis residif, disertai rasa gatal,
dan mengenai bagian tubuh terentu terutama di
wajah pada bayi (fase infantil) dan bagian fleksural
ekstremitas (pada fase anak).

Sinonim
Eksema konstitusional
Neurodermatitis diseminata
Eksema fleksural
Prurigo Besnier
Etiologi dan Patogenesis

Penyebab : belum diketahui


Dan patogenesisnya sangat komplek, tetapi
terdapat beberapa faktor yang dianggap
berperan sebagai faktor pencetus ini
misalnya :
1. Faktor genetik
2. Faktor imunologik
3. Faktor gaya hidup
4. Faktor psikologi
Imunologik

Sitokin TH2 dan TH1 berperan dalam


patogenesis D.A, dimana pada
penderita D.A jumlah TH2 meningkat
dan TH1 menurun.
Reaksi hipersensitivitas
tipe 1
Antigen merangsang terbentuknya IgE
dan kemudian menempel pada dinding
sel mast. Bila kontak lagi dengan
antigen yang sama, akan terjadi reaksi
antigen-IgE pada permukaan sel mast,
sel mast berdegranulasi, keluarlah
bahan vasoaktif amin dan akan
menimbulkan gejala dermatitis.
80 % penderita DA :
IgE serum me
pe sesuai dengan keparahan penyakit

Gatal & Reaktivitas Kulit tanda pada DA

Gatal : - rangsangan imunologik dan nonimunologik


- ambang rangsang rendah
Eksaserbasi gatal :
Alergen
Kelembaban yang rendah
Keringat berlebihan
Bahan iritan ( wol, sabun, deterjen )

MENGGARUK
Kulit penderita DA
Kering = xerosis

Lipid epidermis

TEWL kehilangan air mel. Epidermis


(Trans Epidermal Water Lost)
Gejala Klinis

Gatal

Papula

Likenifikasi

Lesi eksematosa : eritema, papulo-vesikel


erosi, ekskoriasi, krusta
Distribusi DA
Distribusi DA infantil
Klasfikasi Dermatitis Atopi
1.Fase Infantil

I. BENTUK INFANTIL ( 2 bln 2 thn )


Awitan 2 6 bl

Lokasi : wajah, pipi, dahi, leher,


pergelangan tangan, dan tungkai terutama
di bagian volar atau fleksor.
2. DA fase anak

II. BENTUK ANAK ( 2 th 10 th )


Lanjutan
Timbul sendiri
Lokasi :
lipat siku, lutut
leher
Pergelangan tangan / kaki
Bibir & perioral
Kadang2 : paha belakang, bokong
3.DA Fase Remaja dan
Dewasa
III.Bentuk Remaja & Dewasa (12 th 30 th )

Lokasi :
Dahi, kelopak mata, perioral
Leher, dada bagian atas
Lipat siku, lutut
Punggung tangan

Kelainan biasanya simetris


Dermatitis atopik selalu
disertai rasa gatal
DIAGNOSIS

Diagnosis DA berdasarkan kriteria Hanifin-


Rajka dengan kriteria mayor dan kriteria
minor.
HARUS ADA :
Pruritus
Morflogi dan distribusi khas
Kronik dan residif
Ditambah 3 tanda minor lainnya
Diagnosis Banding

Pada bayi dermatitis seberoik,


psoriasis, dan dermatitis popok.
Pada anak dermatitis numularis,
dermatitis intertriginosa, dermatitis
kontak, dan dermatitis traumatika.
Pada dewasa neurodermatitis atau
liken simpleks kronikus.
Komplikasi

DA yang mengalami perluasan dapat


menjadi eritroderma. Atrofi kulit dapat
terjadi akibat pemberian kortikosteroid
jangka panjang.
Pemeriksaan penunjang

Hanya dilakukan bila ada keraguan


klinis.
Uji kulit dilakukan bila ada dugaan
pasien alergik terhadap debu atau
makanan tertentu, bukan untuk
diagnostik.
PENATALAKSANAAN

UMUM
Identifikasi dan eliminasi faktor pencetus
Pemakaian sabun : khusus untuk kulit kering
Bahan pakaian : katun
Lingkungan : suhu jgn terlalu panas
Penatalaksanaan Umum

Alergen spesifik
Makanan , tu pada bayi dan anak
Usia me resiko alergi makanan berkurang
Jns makanan : susu sapi, telur, kacang2an
dll
Tungau debu rumah
Stress emosional
Infeksi penderita DA rentan terhadap
infeksi bakteri, virus, jamur
Tungau debu rumah
Dermatophagoides pteronyssinus
Penggunaan kapuk (-)
Sprei, sarung bantal mite proof
Karpet dalam ruangan (-)
Mainan berbulu (-)
Bersihkan debu rumah (rak, buku dll)
PENATALAKSANAAN
KHUSUS
SISTEMIK
Antihistamin
Kortikosteroid jika luas dan eksaserbasi
Antibiotika jika infeksi sekunder

TOPIKAL
Kortikosteroid :
sesuai stadium dan usia
Pelembab ( digunakan untuk mengatasi gangguan
sawar kulit)
Obat penghambat kalsineurin (pimekrolimus atau
tokrolimus)