You are on page 1of 22

Disusun Oleh :

Brama Ragil Adithya


G1A215008

PEMBIMBING :
Dr. Hj. Eryasni Husni, Sp.PD. FINASIM
PENDAHULUAN

Hematemesis (muntah darah) dan Melena


(berak darah) Perdarahan SCBA

Indonesia ruptur varises gastroesofagus

Barat Tukak Peptik

Angka Kematian cukup Tinggi 26%

Gender LK : PR 2 :1
Anatomi Saluran Cerna
Hematemesis Melena
Perdarahan SCBA dari lumen saluran cerna
diatas (proksimal) lig. Treistz (jejenum, duodenum,
gaster, esophagus).

Hematemesis dimuntahkannya darah dari mulut


bisa dalam bentuk segar (bekuan/ gumpalan/
cairan warna merah cerah) atau berubah karena
enzim dan asam lambung menjadi kecoklatan dan
berbentuk seperti butiran kopi.

Melena keluarnya tinja yang lengket dan hitam


seperti aspal (ter) dengan bau khas, yang
menunjukkan perdarahan saluran cerna atas serta
dicernanya darah pada usus halus.

Hematochezia biasanya menandakan perdarahan


saluran cerna bagian bawah, meskipun dapat
ditemui pula pada lesi SCBA yang berdarah masif
dimana transit time dalam usus yang pendek.
Perdarahan SCBA Perdarahan
SCBB

Manifestasi klinik pada Hematemesis dan Hematokezia


umumnya atau melena

Aspirasi nasogatrik Berdarah Jernih

Rasio (BUN/kreatinin) Meningkat > 35 < 35

Auskultasi Usus Hiperaktif Normal


EPIDEMIOLOGI
varises esofagus dengan rata-rata 45-50 %

gastritis hemoragika dengan 20 - 25%.

ulkus peptikum dengan 15 - 20%

sisanya oleh keganasan, uremia dan sebagainya


ETIOLOGI
Pecahnya Varises Esophagus :
Terjadi mendadak dan Masif.
Nyeri Epigastrium (-)
Biasanya disebabkan o/ Hipertensi Portal
Sirosis Hepatis.
Angka kejadian 54,8%.
Darah warna Kehitaman setelah
Hematemesis disusul Melena.

Karsinoma Esophagus :
Lebih sering Melena : Hematemesis.
Disfagia, Badan mengurus + Anemis.
Muntah sesekali tidak Masif.
PanenEndoskopi tampak gambaran
karsinoma yang hampir menutup esophagus.
Sindrom Mallory-Weiss :
Muntah tanpa isi ( vomitus tanpa darah)
Muntah hebat ruptur mukosa dan
submukosa di bagian kardia/esofagus bawah
PERDARAHAN
Sifat perdarahan hematemesis tidak masif.
timbul setelah pasien berulangkali muntah
hebat, lalu disusul rasa nyeri di epigastrium.

Esofagogastritis korosiva
ditemukan penderita wanita dan pria yang
muntah darah setelah tidak sengaja meminum
air keras untuk patri.
Penderita juga mengeluh nyeri dan panas
seperti terbakar di mulut, dada dan epigastrium
Esofagitis dan tukak esophagus
perdarahan lebih sering bersifat intermiten atau
kronis, biasanya ringan, sehingga lebih sering
timbul melena dari pada hemetemesis.
Tukak esophagus jarang menimbulkan
perdarahan jika dibandingkan dengan tukak
lambung dan duodenum.

Gastritis erosiva hemoragika


merupakan urutan kedua penyebab perdarahan
saluran cerna atas.
Timbul akibat obat-obatan Aspirin, Ibuprofen,
golongan kortikosteroid, butazolidin, reserpin,
spironolakton.
Sifat hematemesis tidak masif dan timbul
setelah berulang kali minum obat-obatan
tersebut, disertai nyeri dan pedih di ulu hati.
Tukak lambung
sebelum hematemesis dan melena, pasien
mengeluh nyeri dan pedih di ulu hati selama
berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Sifat hematemesis tidak begitu masif, lalu
disusul melena.

Karsinoma Lambung
Insidensi Jarang.
keluhan rasa pedih dan nyeri di ulu hati, rasa
cepat kenyang, badan lemah.
Jarang mengalami hematemesis, tetapi sering
melena.
Tukak duodeni
Perdarahan terletak di bulbus.
Keluhan hematemesis dan melena,
sedangkan sebagian kecil mengeluh melena
saja.
nyeri dan pedih di perut atas agak ke kanan.
Insidensi tengah malam saat sedang tidur
pulas sehingga terbangun.
Keluhan << dengan Makanan.

Karsinoma papilla Vateri


Keluhan kolestatik ekstrahepatal, juga dapat
menimbulkan perdarahan tersembunyi (occult
bleeding), sangat jarang timbul hematemesis.
badan lemah, mual dan muntah
PATOFISIOLOGI

Mekanisme hematemesis melena meliputi :


Perdarahan tersamar.
Perdarahan Masif dengan Rejatan.

Faktor-faktor Perdarahan:
Faktor pembuluh darah (vasculopathy)
Faktor Trombosit (Trombophaty)

Pecahnya varises esofagus, terdapat 2 teori:


Teori erosi.
Teori Erupsi
MANIFESTASI KLINIS
Hematemesis :
Warna darah tergantung dari asam
hidroklorida dalam lambung + campurannya
dengan darah.
Vomitus setekah perdarahan muntah tampak
bewarana merah lalu merah gelap coklat atau
hitam.
Bekuan darah muntah akan tampak seperti
ampas kopi yang Khas.

Melena :
Feses Hitam seperti TER (42-72 jam).
Warna hitam kontak darah + HCL = Hematin
Kepala terasa ringan, mual, berkeringat dan
Haus.
DIAGNOSIS

ANAMNESIS :
Kapan terjadi perdarahan jumlah, durasi,
frekuensi perdarahan.
Riwayat perdarahan?
Perdarahan di bagian tubuh lainnya?
Riwayat muntah berulang? tanpa darah
Kebiasaan jamu/obat penghilang nyeri/
minuman beralkohol?
Penyakit Kronis??
Riwayat Transfusi sebelumnya?
PEMERIKSAAN FISIK :
Tekanan darah + Nadi posisi berbaring.
Perubahan ortostatik tekanan darah dan nadi
Ada/tidak vasokonstriksi perifer akral dingin
Kelayakan nafas dan tingkat kesadaran.

Keadaan hemodinamik
Perdarahan (%)

<8 Hemodinamik stabil

8 15 Hipotensi ortostatik

15 25 Renjatan (syok)

25 40 Renjatan + penurunan kesadaran

>40 Moribund (physiology futility)


Tanda Penyakit Kronik ikterus, spider nervi,
ascites, splenomegali, eritema palmaris, edema
tungkai.
Colok dubur warna feses menentukan
bagaimana nilai prognosis.
NGT aspirat putih kerus ( perdarahan tidak aktif)
Aspirat merah marun ( perdarahan masif)
Tanda Kulit pigmentasi Mukokutaneous pada
syndrom Peutz-Jeghers.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Darah rutin + cross-macth indikasi Transfusi

CT-BT,PP/PPT, APTT Kelainan faktor


pembekuan primer atau sekunder.

Faal Hati penyebab gangguan dari kelainan


Hati.

EKG + rontgen Thorax penyebab dari penyakit


jantung/paru kronis.

Endoskopi Gold standar identifikasi Stigmata


Perdarahan.
TATALAKSANA
PROGNOSIS

Identifikasi perdarahan saluran cerna sangat


diperlukan dalam pengelolaan pasien.

Identifikasi faktor resiko menentukan tingkat


Mortalitas.

Total skor kurang dari tiga merupakan indikasi


prognosis yang baik, sedangkan skor lebih dari
delapan mencerminkan risiko kematian tinggi.
Variabel Skor

0 1 2 3

Usia (tahun) <60 (tekanan darah 60-79 takikardi 80 Hipetensi


syok sistolik >100 mmHg, (tekanan darah (tekanan darah
nadi <100) sistolik >100 sistolik <100 mmHg,
mmHg, nadi>100) nadi >100)

Kormoditas Tidak ada yang mayor Gagal jantung, Gagal ginjal, gagal
penyakit jantung hati, keganasan
iskemik, komorbid yang telah
mayor lain bermetastasis

Diagnosis Maloory Weiss, tidak Diagnosis lain


ada lesi, tidak ada Keganasan saluran
stigmata perdarahan cerna atas

Stigmata Tidak ada atau terdapat Darah pada saluran


perdarahan dark spot cerna atas, adherent
mayor clot, visible/spurting
vessel

Sistem scoring Rockall terhadap risiko perdarahan ulang


dan kematian pada perdarahan gastrointestinal akut
TERIMAKASIH