You are on page 1of 68

Kelompok 4

Fasilitator: dr. Angeline Novia Toemon, M.imun


Vony Wirawati FAA 115 030
Brigita Destiara T FAA 115 031
Megumi Wilhelmina P P FAA 115 032
Martina Lovenia R FAA 115 034
Anggi Pantria S FAA 115 035
Ikrimah FAA 115 036
Vania Belinda S FAA 115 037
Aprilouis Perdana FAA 115 038
Kadek Novittasari FAA 115 039
PEMICU 2
(seorang nenek dengan keluhan kuku jari tangan dan kaki
yang rapuh, tidak mengkilat)
Seorang nenek usia 60 tahun datang ke poli kulit RS
Danum. Beliau mengeluh sejak beberapa minggu kuku
jari tangan dan kaki nya mudah rapuh menyerupai
kapur,terutama kuku yang terkena bagian distal tampak
bercak putih atau kuning, diikuti hiperkeratosis subungual
dengan masa kuning keabuan yang menyebabkan
permukaan bebas kuku terangkat. Lesi meluas ke matriks
kuku. Awalnya keluhan terkena bagian hyponychium
bermigrasi ke bagian proksimal. Pasien pernah dibaeri
obat oral sebelumnya griseofulvin.
KATA SULIT : KATA KUNCI :
Kuku rapuh Perempuan 60 Tahun
Hiperkeratosis subungual Keluhan : Kuku rapuh
Matriks kuku menyerupai kapur
Hyponichium Hiperkeratosis subungual
Obat griseofulvin Pernah diberi obat oral
griseofulvin
IDENTIFIKASI MASALAH

Perempuan 60 Tahun mengeluh kuku jari tangan


dan kaki yang rapuh menyerupai kapur, tidak
mengkilat
Analisis Masalah
Nenek 60 Tahun

Keluhan Keluhan
Umum Penyerta
Hiperkeratosis
Kuku jari rapuh subungual dengan
seperti kapur massa kuning keabuan

Permukaan bebas
kuku terangkat

Lesi meluas
ke matriks
kuku

Anamnesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan Penunjang

Diagnosis banding :
Tinea unguium
Psoriasis kuku
Kandidiasis Kuku
DATA TAMBAHAN
Pemeriksaan
Pemeriksaan Kulit : penunjang/lanjutan
Morfologi : Bercak kuning Sinar wood : kuning
putih keabuan dengan batas kehijauan
tegas dari atas kuku sampai Pemeriksaan KOH :
lempeng kuku, simetris Fluoressensi KOH 10% : hifa
Effloresensi : Ring worm spiral dinding tipis
stratum corneum berbentuk lonjong
hiponichium pada batas
distal lempeng kuku.
Hiperkeratosis subungual
sampai matriks kuku
PERTANYAAN TERJARING
1. Interpretasikan tabel diagnosis banding pada
kasus !
2. Jelaskan anatomi Kuku !
3. Jelaskan tentang Tinea unguium !
4. Jelaskan tentang pemeriksaan
penunjang/lanjutan kuku !
5. Jelaskan tentang integumen !
6. Jelaskan tentang effloresensi kuku !
7. Jelaskan tentang Nail disease !
8. Jelaskan tentang klasifikasi Nail disease !
HIPOTESIS

PEREMPUAN 60 TAHUN MENGALAMI TINEA


UNGUIUM
1. Diagnosis Banding
Anamnesis: Pemeriksaan kulit Pemeriksaan
ditemukan: Penunjang/ Lab :
1. Bentuk Subungual Lokasi: semua kuku Gambaran
distalis : jari tangan &kaki. Histopatologi :
Bentuk ini mulai dari tidak khas
tepi distal atau Efloresensi/sifat-
distolateral kuku. sifatnya: Kuku Pemeriksaan KOH:
Proses ini menjalar menjadi rusak dan Kerokan Kuku +
ke proksimal dan rapuh serta suram KOH 40%
dibawah kuku warnanya,
terbentuk sisa kuku Permukaan kuku ada Biakan kerokan
yg rapuh. bercak batas jelas , skuama dibawah
Tinea
- Bila proses berjalan pulau-pulau opak, dan diatas kuku
Unguium terus kuku yg rapuh putih (berwarna menghasilkan
akan menyerupai kuning ), permukaan koloni jamur.
kapur. menjadi kasar.
2. Leukonikia trikofita:
Kelainan kuku ini
biasa disebut
keputihan
dipermukaan kuku
yang dapat dikerok
untuk dibuktikan
adanya elemen
jamur.
Anamnesis: Pemeriksaan kulit: Pemeriksaan
3. Bentuk subungual Penunjang/ Lab:
proksimalis :
-Bentuk ini dimulai
dari pangkal kuku
bagian proksimal ,
dan membentuk
gambaan klinis yg
khas yaitu kuku
bagian distal masih
utuh, sedangkan
bagian proksimal
rusak.
-Kuku kaki lebih
sering diserang
daripada kuku
tangan.
ANAMNESIS PEM.FISIK PEM.PENUNJANG
Sedikit gatal dan nyeri jika ada Kulit: Bokong sekitar Pemeriksaan
infeksi sekunder; kuku akan anus, lipat ketiak, lipat histopatologi : Sel
berwarna hitam coklat, menebal, paha, bawah payudara, ragi pseudohifa
tak bercahaya, biasanya dari sekitar pusat, garis- dgn blastospora,
pangkal kuku ke distal. Di sekitar garis kaki dan tangan; serta sebukan sel-
pangkal kuku didapatkan vesikel- kuku. sel radang pada
vesikel dan daerah erosif dengan Efloresensi /sifat- dermis.
skuama. sifatnya Kerokan kulit
Dapat menyerang segaa umur, pria Kulit:Daerah eritema- dengan KOH
dan wanita tosa, erosif, kadang- 10%,40%:
Lebih banyak pada daerah tropis kadang dgn papula & ditemukan sel-sel
KANDIDIASIS dengan kelembapan udara yang bersisik. Pd keadaan ragi.
tinggi. kronik, daerah-daerah Media
Terutama daerah dgn musim likenifikasi, Sabouroud: koloni
hujan, sehubung dgn daerah- hiperpigmentasi, coklat mengkilat,
daerah yg tergenang air. hiperkeratosis dan permukaan basah
Riwayat diabetes melitus, salah terkadang berfisura. (koloni ragi)
satu faktor yang mempermudah Kuku : Kuku tak Fermentasi gula:
berkembang nya Candida albicans. bercahaya, berwarna fruktosa (+)
Faktor-faktor predisposisi lain hitam coklat, menebal, glukosa (+).
seperti pemakaian antibiotik yang kadang-kadang
lama, obesitas, alkohol, gangguan bersisik. Sekitar kuku
vaskularisasi, hiperhidrosis dan eritematosa, erosif
lain-lain. dengan vesikel.
Anamnesis: Pemeriksaan fisik: Pemeriksaan penunjang:

Riwayat psoriasis Oil drop or salmon Skin Biopsy


kulit/psoriasis klinis yang patch of the nail bed A nail biopsy is needed to
jelas Pitting of the proximal confirm the diagnosis of
Kekakuan nail matrix nail psoriasis in some
Nyeri Beau lines of the cases and is usually taken
Pembengkakan proximal nail matrix from the nail bed.
interphalangeal Leukonychia of the
midmatrix Histologic Findings
Subungual Psoriasis can affect any
hyperkeratosis of the part of the nail unit.
Psoriasis Kuku
hyponychium Most changes occur in
Onycholysis of the nail the nail plate. Histologic
bed and nail findings of nail psoriasis
hyponychium include mild-to-
Nail plate crumbling moderate
Splinter hyperkeratosis,
hemorrhage/dilated hypergranulosis, serum
tortuous capillaries in the globules and
dermal papillae hemorrhage in the
Spotted lunula/distal corneum layer,
matrix papillomatous epidermal
hyperplasia, and
spongiosis.
2. Anatomi Kuku
3. Jelaskan tentang Tinea Unguium
Definisi dan Epidemiologi Tinea
Unguium
Definisi
Tinea Unguium merupakan distrofi kuku jari
kaki karena jamur (lecture notes
dermatologi).
Infeksi jamur dermatofita pada kuku (atlas
saripati kulit).
Epidemiologi tinea unguium

Prevalensi : 1% < 18
Semua ras, daerah
tahun dan 50% > 70
tropis
tahun

Pria dan Wanita Lingkungan : lembap


atau basah
Etiologi tinea unguium
Golongan dermatofita :

Trichophyton
Trichophyton rubrum
mentagrophytes
(71%)
(20%)

E. Floccosum, T.
Violaaceum, T.
Verrucosum
GEJALA KLINIS
PATOGENESIS
Patogenesis onikomikosis diawali dengan
masuknya fungi lewat permukaan lempeng kuku,
celah lipat kuku lateral, dan proksimal serta
hiponikium. Setelah terjadi perlekatan awal,
selanjutnya jamur mengalami pertumbuhan,
germinisasi, dan penetrasi pada jaringan kuku.
Penetrasi fungi pada lempeng kuku mulai dari ventral
sampai bantalan kuku (nail bed). Seluruh lapisan kuku
terpenetrasi oleh fungi, lebih banyak pada rongga
interselular. Kondisi ini secara bertahap akan
menyebabkan kuku menjadi rusak.
FAKTOR RESIKO
Kelembaban
trauma berulang pada kuku
penurunan imunitas
gaya hidup seperti penggunaan kaos kaki dan
sepatu tertutup terus-menerus
olahraga berlebihan dan
penggunaan tempat mandi umum.
DIAGNOSIS TINEA UNGUIUM
Anamnesis
Keluhan utama berupa kerusakan kuku.
Kuku menjadi suram, lapuk, dan rapuh yang
dapat dimulai dari arah distal (perimarginal)
atau proksimal.
Pemeriksaan Kuku
- Dapat terjadi pada semua jari tangan dan
kaki
- warna kuku menjadi suram
- Permukaan kuku menebal
- Di bawah kuku tampak detritus yang
mengandung elemen-elemen jamur.
- Pada infeksi ringan hanya di jumpai bercak-
bercak putih dan kasar di permukaan kuku
kerokan kuku plus KOH 40%
Dermatophyte strip test didapatkan hasil
positif
Pemeriksaan Laboratorium:

1. Gambaran Trichophyton mentagrophytes


Koloni : putih hingga krem dengan permukaaan
seperti tumpukan kapas pada PDA, tidak muncul
pigmen.
Gambaran mikroskopik : mikrokonidia yang
bergerombol, bentuk cerutu yang jarang,
terkadang hifa spiral.
Gambaran Trichophyton rubrum

Koloni : putih bertumpuk di tengah dan berwarna


merah marun pada tepinya.
Gambaran mikroskopik : beberapa mikrokonidia,
sedikit makrokonidia berbentuk pensil
Gambaran Epidermophyton floccosum

Koloni : seperti bulu datar dengan lipatan sentral


dan warna kuning Kecoklatan
Gambaran mikroskopik : tidak ada mikrokonidia,
beberapa dinding tipis dan tebal. Makrokonidia
berbentuk ganda
2. Pemeriksaan Histopatologi
Hifa dapat ditemukan melekat diantara
lamina kuku paralel hingga kelapisan dasar,
dengan predileksi bagian ventral kuku dan
bantalan kuku bagian stratum korneum. Bagian
epidermis menunjukkan spongiosis dan fokal
parakeratosis, dan minimal inflamasi respon
dermis
PENATALAKSANAAN TINEA UNGUIUM

Non-medikamentosa:
Menjaga kebersihan kuku.
Menjaga tangan dan kaki agar tetap kering dan
tidak lembab.
Untuk menghindari penularan jangan
menggunakan gunting kuku bersama orang lain.
Penatalaksaan Tinea unguium
Medikamentosa
MEDIKAMENTOSA
OBAT TOPIKAL
OBAT SISTEMIK
TERAPI BEDAH
OBAT TOPIKAL

amorolfin Siklopiroks

bentuk cat kuku konsentrasi Bentuk nail lacquer 8%.


5% untuk kuku jari tangan, Diberikan 2 hari sekali selama
dioleskan satu atau dua kali bulan pertama, setiap 3 hari
setiap minggu selama 6 bulan sekali pada bulan kedua dan
sedangkan untuk kuku kaki seminggu sekali pada bulan
harus digunakan selama 9-12 ketiga hingga bulan keenam
bulan pengobatan. Dianjurkan
pemakaian cat kuku siklosporik
tidak melebihi dari 6 bulan
OBAT SISTEMIK
Flukonazol Griseofulvin Itrakonazol Terbinafin

Kuku tangan dan kuku kaki


150200 mg/minggu 9 12 g/hari hingga kuku 200 mg/hari 12 minggu atau 250 mg/hari 12 minggu
bulan normal 200 mg 1 minggu/bulan
selama 34 bulan

Dosis Dewasa Hanya kuku tangan


150200 mg/minggu 6 12 g/day hingga kuku 200 mg/hari 6 minggu Atau 250 mg/hari 6 minggu
bulan normal
200 mg 1 bulan selama 2
bulan

6 mg/kg/ minggu 1216 20 mg/kg/hari hingga 5 mg/k/hari (<20 kg), 62.5 mg/hari (<20 kg)
minggu (kuku tangan) or kuku normal 100mg/hari (2040 kg), 200 125 mg/hari (2040 kg) or
1826 minggu (kuku kaki) mg/hari (4050 kg) atau 250 mg/hari (>40 kg) 6 minggu
200 mg (>50 kg) 1 (kuku tangan) or 12 minggu (kuku
Dosis anak-anak minggu/bulan for 2 (kuku kaki)
tangan) atau 3 (kuku kaki) bulan
Terapi Bedah

Pengangkatan kuku dengan tindakan bedah


skalpel selain menyebabkan nyeri juga dapat
memberikan gejala sisa distrofi kuku. Tindakan
bedah dapat dipertimbangkan bila kelainan
hanya 1-2 kuku, bila terdapat kontraindikasi
terhadap obat sistemik, dan pada keadaan
patogen resisten terhadap obat. Tindakan
bedah tetap harus dikombinasi dengan obat
anti jamur topikal atau sistemik.
PENCEGAHAN
Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan
Hindari kontak dengan air kotor
Bersihkan tangan dan kaki dengan sabut
setelah beraktifitas.
Memotong kuku secara rutin
Hindari pengunaan sepatu terlalu lama
PROGNOSIS
Pengobatan sistemik menghasilkan kesembuhan
lebih baik. Itraconazole menghasilkan angka
kesembuhan sekitar 63% dan terbinafine
menghasilkan angka kesembuhan sekitar
76%.28 Dibandingkan dengan terapi topikal
ataupun sistemik, laser mampu memberikan
hasil yang lebih baik.
Pem. Penunjang penyakit kuku!
Pem. mikroskopik langsung (KOH 20-40%)
Kultur (agar dekstrosa sabaraud)
Dermatophyte strip test (DST)
DST
KELAINAN KUKU
PARONIKIA
Merupakan reaksi inflamasi yang mengenai lipatan kulit di sekitar
kuku. Sering mengenai orang yang sering kontak dengan air.
LIKEN PLANUS KUKU
Berupa belah longitudinal, lipatan kuku mengembung, dan
kadang-kadang anonikia (kuku tidak tumbuh)
PSORIASIS KUKU
Terdapat pits/terowongan pada lempeng kuku , kadang terdapat
cekungan yang transversal, leukonikia dengan permukaan
kasar/licin.
TINEA UNGUIUM
Tinea unguium adalah kelainan kuku yang disebabkan oleh jamur
dermatofita. Kondisi umum yang dimulai dengan bintik putih atau
kuning di bawah ujung kuku tangan atau kuku jari kaki.
KANDIDIASIS KUKU
Penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur pada kuku dan
jaringan di sekitar
PENYAKIT DARIER KUKU
Adanya kuku yang rapuh dan pecah-pecah dengan perubahan
warna longitudinal dan hiperkeratosis di bawah kuku
Perubahan warna pada kuku
(kromonikia)
Perubahan warna pada kuku sering terjadi disebabkan oleh
pigmen melanin yang dihasilkan oleh melanosit akibat
melatogenesis yg berlebihan, dpt jugab disebabkan adanya
endapan zat warna pada bagian-bagian kuku.
Kuku berwarna hijau ( green nails)
Terjadi pada kuku yg mengalami onikolisis dan paronikia yg
berat akibat infeksi kuman pseudomonas aeruginosa yg
menghasilkan pigmen piosianin yg berwarna hijau. Pigmen
tersebut diendapkan pd lempeng kuku. Bila infeksi berulang
akan timbul garis hijau yg horizontal, disebut green striated
nails. Warna hijau ini dpt disebabkan oleh candida ablicans
atau aspergilus flavus.
Kuku berwarna hitam ( black nails )
Disebabkan karena melatogenesis yg berlebihan.
Dapat ditemukan pada penyakit pinta, defisiensi
vit.B12, melanoma maligna, dan sindrom Peutz-
Jegher.
Infeksi jamur seperti candida ablicans dan
blastomyces dermatitis.
Infeksi kuku oleh proteus mirabilis yg
menghasilkan hidrogen sulfida yg bergabung dgn
logam-logamyg ada pada kuku membentuk logam
sulfida yg berwarna hitam.
Kuku berwarna coklat/merah tua (brown nails)
warna kuku bisa disebabkan oleh obat
antimalaria (klorokuin, kinakrin, dan
amodiakin) dan juga fenoftalin. Pada penyakit
Addison dan akantosis nigrikans dpt dijumpai
hal ini. Juga dapat terjadi setelah kuku
dikompres dgn larutan manganas kalikius atau
larutan perak nitrat.W
Kuku berwarna biru ( blue nails )
Bearn dan Mc Kusick (1958) menemukan lanula berwarna biru
pd penderita penyakit Wilson. Pada penyakit ini ditemukan
kelainan metabolisme tembaga sehingga tjd peninggian kadar
Cu dalam bada yg memberi warna biru pada lanula.
Kuku berwarna kuning ( yellow nails )
Sindrom yellow nails dilaporkan oleh SAMMAN dan
WHITE terdiri atas :
1. pertumbuhan kuku yg lambat
2. kuku cembung dan tebal
3. Lunula tidak tampak danseluruh kuku menjadi kuning
4. adanya edema pada kuku, muka, dan pleural effusion.
Patogenesis tdk diketahui, hanya pada limfangiografi
ditemukan penyempitan pembuluh getah bening.
kuku berwarna putih
Menurut Albright dan Wheeler ( 1964 ) timbulnya warna
putih ini akibat terjadi kelainan keratinisasi kuku.
1. Warna putih yg terbatas
a. Leukonikia pungutata : dapat terjadi pada penyakit tifus,
nefritis karena trauma, dan infeksi jamur, bahkan pada
orang normal.
b. Leukonikia striata : perubahan warna kuku berupa garis-
garis putih dapat disebabkan oleh kelainan herediter,
keracunan talium, atau trauma otak yang hebat.
Half and half nails : warna kuku bagian proksimal putih &
bagian distal berwarna merah muda dgn batas yg jelas.
Perubahan warna ini ditemukan pada penderita ginjal
kronil. Meens transverse band : pita putih yg melintang
pada keracunan arsen. Pada penderita pelegra berat juga
ditemukan pita putih susu berbatas tegas yg menyeluruh.
2. Warna putih yg menyeluruh.
Leukonikia totalis. Kelainan ini bisa mengenai
seluruh kuku, terutama ibu jari. Ditemukan pd
penderita sirosis hepatis, penyebab lain
adalah penyakit jantung, diabetes melitus,
tuberkulosis, dan atritis reumatoid, atau dapat
normal pada anak-anak umur 1-4 thn.
Mungkin ada hubungannya dgn adanya
kelainan metabolisme steroid.
7. Efloresensi pada Nail Disease
Tinea Unguium/Onychomycosis
Subtipe onikomikosis dapat dibedakan berdasarkan ciri klinis biasa yang
mereka hadapi.
Pada onychomycosis subungual distal lateral, kuku menunjukkan
hiperkeratosis subungual dan onycholysis, yang biasanya berwarna kuning
putih. Garis-garis kuning dan / atau daerah onikolitik kuning di bagian
tengah pelat kuku biasa diamati. Perhatikan gambar di bawah ini.

Distal subungual onychomycosis. Distal subungual onychomycosis.


Onycholysis and yellow streak. Subungual hyperkeratosis onycholysis and
Image courtesy of Dr Antonella Tosti. yellow streak.
Image courtesy of Dr Antonella Tosti.
Onychomycosis endonyx hadir sebagai perubahan warna putih susu pada
pelat kuku, namun berbeda dengan onikomikosis subungual lateral distal,
tidak ada bukti hiperkeratosis subungual atau onikolisis.
Onychomycosis superfisial putih terbatas pada kuku kaki dan
bermanifestasi seperti bercak kecil, putih, berbintik-bintik atau berbedak
di permukaan piring kuku. Kuku menjadi kasar dan mudah hancur. Cetakan
menghasilkan berbagai macam onychomycosis superfisial putih ditandai
oleh invasi piring kuku yang lebih besar dan lebih dalam. Perhatikan
gambar di bawah ini.

White superficial onychomycosis.


Image courtesy of Dr Antonella Tosti.
Onychomycosis subungual proksimal hadir sebagai daerah leukonichia
pada pelat kuku proksimal yang bergerak secara distal dengan
pertumbuhan kuku. Pada onychomycosis subungual proksimal yang
disebabkan oleh jamur, leukonychia biasanya terkait dengan peradangan
periungual yang ditandai. Perhatikan gambar di bawah ini.

Proximal subungual onychomycosis.


Proximal leukonychia.
Image courtesy of Dr Antonella Tosti.
Onychomycosis distrofik total hadir sebagai kuku yang menebal, buram,
dan kuning-coklat.
Pada onychomycosis Candida yang berhubungan dengan kandidiasis
mukokutan kronis atau imunodepresi, beberapa atau semua digit
dipengaruhi oleh onikomikosis total yang terkait dengan peradangan
periungual. Angka-angka itu sering memakai penampilan bulat atau gagak.
Perhatikan gambar di bawah ini.

Candidal onychomycosis in a patient with chronic


mucocutaneous candidiasis.
Total onychomycosis and paronychia.
Image courtesy of Dr Antonella Tosti..
Paronychia/Paronikia
Akut
Daerah yang terkena sering tampak eritematosa dan bengkak. Pada kasus
yang lebih lanjut, nanah bisa terkumpul di bawah kulit lipatan lateral. Jika
tidak diobati, infeksi dapat berlanjut ke eponychium, dalam hal ini disebut
eponychia
Perluasan lebih lanjut dari infeksi ini dapat menyebabkan keterlibatan
kedua lipatan lateral saat dilacak di bawah sulkus kuku; Perkembangan ini
disebut infeksi runaround

Kronik
Bengkak, eritematosa, dan lipatan kuku lembut tanpa fluktuasi adalah
karakteristik paronikia kronis
Piring kuku menjadi menebal dan berubah warna, dengan permukaan
melintang yang mencolok
Kutikula dan lipatan kuku bisa terpisah dari piring kuku, membentuk ruang
serbuan berbagai mikroorganisme
Classic presentation of paronychia, with erythema and pus
surrounding the nail bed. In this case, the paronychia was due to
infection after a hangnail was removed
Psoriasis Kuku
Oil drop or salmon patch of the nail bed
Lesi ini adalah perubahan warna kuning dan merah tembus pandang di
tempat tidur kuku yang menyerupai setetes minyak di bawah piring kuku.
Patch ini merupakan tanda paling diagnostik psoriasis kuku.
Pitting matriks kuku proksimal
Pitting adalah hasil hilangnya sel parakeratotik dari permukaan lempeng
kuku.
Garis Beau dari matriks kuku proksimal
Garis-garis ini adalah garis melintang di kuku karena peradangan
intermiten yang menyebabkan garis penahanan pertumbuhan.
Leukonychia dari midmatrix
Leukonychia terdiri dari area lempeng kuku putih karena fokus
parakeratosis di dalam tubuh piring kuku.
Subungual hyperkeratosis dari hyponychium
Subungual hyperkeratosis mempengaruhi kuku dan hyponychium.
Proliferasi kuku yang berlebihan dapat menyebabkan onycholysis.
Onycholysis dari kuku dan kuku kuku hyponychium
Onycholysis adalah area putih dari pelat kuku karena pemisahan pelat
kuku secara fungsional dari pelekatannya yang mendasari ke kuku.
Biasanya mulai distal dan berkembang secara proksimal, menyebabkan
peningkatan traumatis pada pelat kuku distal. Kolonisasi mikroba sekunder
bisa terjadi.
Pelat kuku runtuh
Pelat kuku melemah karena penyakit struktur yang mendasari
menyebabkan kondisi ini.
Hemorrhage splinter / kapiler berlendir berliku yang melebar di papila
dermal
Hemorrhages splinter adalah garis hitam memanjang karena fokus menit
pendarahan kapiler antara alas kuku dan paku. Ini serupa dengan tanda
klinis psoriasis kulit Auspitz, yang merupakan perdarahan yang tepat yang
terlihat di bawah plak psoriasis.
Terlihat lunula / matriks distal
Ini adalah patch erythematous dari lunula.
Classic distal interphalangeal joint involvement in psoriatic arthritis
Darier Disease
Perubahan kuku pada keratosis follicularis (penyakit Darier) memberikan
petunjuk diagnostik penting (lihat gambar di bawah). Pita longitudinal
putih dan merah, longitudinal paku kuku, membujur memanjang, dan
hiperkeratosis subungual sering ditemukan. Menjepit pita merah dan
putih longitudinal, sering dengan retak berbentuk V di pangkal kuku,
adalah temuan kuku yang paling patognomonik pada orang dengan
keratosis follicularis (penyakit Darier). Perubahan di tangan juga bisa
terjadi pada kaki, meski kurang umum.

Longitudinal ridges, red and white lines, and V-shaped nicks. Courtesy of Susan Mallory, MD, Director of
Pediatric Dermatology, Washington University School of Medicine.
Chronic Mucocutaneous Candidiasis
Kuku mungkin menebal tajam, terfragmentasi, dan berubah warna,
dengan edema dan eritema jaringan periungual di sekitarnya,
mensimulasikan clubbing (lihat gambar pertama di bawah).

Thickened, fragmented, hyperkeratotic nails and erythematous periungual skin.


Courtesy of Walter Reed Army Medical Center.
TATALAKSANA KASUS
Topikal : amoroline
Sistemik : itrakonazol
Kesimpulan
Perempuan 60 tahun mengalami tinea
unguium tipe Onikomikosis Subungual Distal
(OSD)