You are on page 1of 23

Presentasi Kasus

Hematemesis Melena

Disusun oleh :
A.Naesaburi Sahid
G4A016044

SMF Penyakit Dalam


RS Margono Soekarjo Purwokerto
PENDAHULUAN

Hematemesis (muntah darah) dan melena (BAB darah)


merupakan keadaan yang diakibatkan oleh perdarahan saluran
cerna bagian atas (upper gastroinstestinal tract).
Faktor utama angka kematian akibat hematemesis melena
adalah kegaalan dalam menilai kasus tersebut adalah kegawatan
dan mencari penyebab atau sumber perdarahan.
Pemeriksaan saluran pencernaan atas dilakukan endoskopi
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. SM
Umur : 40 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : DK Wiru III Pruwatan RT 5/4 Bumiayu
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Agama : Islam
No. CM : 00913971
Tgl masuk : 22 Maret 2017
Tgl periksa : 23 Maret 2017
Anamnesis
Keluhan Utama : Nyeri ulu hati
Keluhan tambahan : Nyeri kepala, lemas, pegal, mual,
muntah berwara hita seperti kopi, BAB (+) hitam seperti
petis, BAK (+) sedikit.
Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang dengan keluhan nyeri ulu hati sebelum
masuk IGD RSMS. Nyeri ulu hati dirasakan sejak 1 hari
sebelum masuk RSMS. Sakit yang dirasakan terus-menerus.
Pasien juga mengeluhkan nyeri kepala, lemas, pegal seluruh
tubuh, muntah berwarna hitam seperti kopi, BAB (+) hitam
seperti petis, dan BAK (+) dengan frekuensi sering volume
sedikit.
Cont
Riwayat penyakit dahulu :
Riwayat keluhan serupa : disangkal
Riwayat hipertensi : disangka
Riwayat DM : disangkal
Riwayat alergi : disangkal
Riwayat penyakit jantung : diakui
Riwayat penyakit paru : disangkal
Riwayat penyakit hati : disangkal
Riwayat penyakit ginjal : diakui
Riwayat maag : diakui
Riwayat penyakit keluarga
Riwayat keluhan serupa : disangkal
Riwayat DM : disangkal
Riwayat hipertensi : disangkal
Riwayat penyakit paru : disangkal
Riwayat penyakit jantung : disangkal
Riwayat penyakt ginjal : disangkal
Riwayat alergi : disangkal
Pemeriksaan fisik
Dilakukan di bangsal Cendana kamar bag. perempuan RSMS
pada tanggal 23 Maret 2017.
Keadaan umum : sedang
Kesadaran : Compos Mentis
Vital sign
Tekanan Darah : 130/100 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Respiration Rate : 20 x/menit
Suhu : 36,7 0C
Status Generalis
Pemeriksaan kepala
Kepala : Mesosefal, rambut hitam, tidak rontok
Mata : RC +/+, CA +/+, SI -/-
Hidung : Discharge -/-, deformitas -/-, NCH -/-
Telinga : Discharge -/-, deformitas -/-
Mulut : Bibir sianosis -/-, Pucat +/+
Pemeriksaan leher
Deviasi trakea -/-, pembesaran tiroid -, JVP 5+2 cmH2O
Pemeriksaan Thoraks
Paru
Inspeksi : simetris, retraksi
Palpasi : Vocal fremitus kanan=kiri simetris
Perkusi : Sonor seluruh lapang paru, batas paru hepar
SIC 5 LMCD
Auskultasi : SD Ves +/+, RBK -/-, RBH -/-, WH -/-
Cont
Jantung
Inspeksi : tampak ictus cordis di SIC V 2 jari lateral
LMCS
Palpasi : Ictus cordis teraba di SIC V 2 jari lateral
LMCS, kuat angkat (+)
Perkusi : Batas atas kanas SIC II LPSD, Batas atas kiri
SIC II LPSS, Batas bawah kanan SIC IV
LPSD, Batas bawah kiri SIC V LMCS
Auskultasi : S1>S2, Murmur -, Gallop -
Con,t
Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi : Datar, eritem -
Auskultasi : bising usus (+) normal
Perkusi : timpani di semua regio abdomen
Palpasi : supel, nyeri tekan di regio epigastrium, tidak
teraba pembesaran hepar dan lien
Pemeriksaan Ektremitas
Superior : edem -/-, sianosis -/-,RF +/+, RP -/-, akral
hangat
Inferior : edem -/-, sianosis -/-, RF +/+, RP -/-, akral
hangat
Pemeriksaan Penunjang
Lab darah tgl 23 Maret 2017
Hemoglobin : 5.5 g/dL (L)
Leukosit : 10.500 U/l
Hematokrit : 18 % (L)
Eritrosit : 1.9 106/uL
Trombosit : 431.000 /ul
MCV : 98.0 fL
MCH : 29.7 pg/cell
MCHC : 30.2 % (L)
RDW : 22.3 % (H)
MPV : 9.0 fL (L)
Eosinofil : 1.3 % (L)
Basofil : 0.1 %
Batang : 7.5 % (H)
Segmen : 49.0 % (L)
Limfosit : 31.4 %
Monosit : 10.7 % (H)
PT : 9.5 detik
APTT : 30.4 detik
Cont
Lab darah tgl 24 Maret 2017
Hemoglobin : 9.4 g/dL (L)
Leukosit : 9.210 U/l
MPV : 8.5 fL (L)
Eosinofil : 1.3 % (L)
Basofil : 0.7 %
Batang : 7.6 % (H)
Segmen : 48.4 % (L)
Limfosit : 28.2 %
Monosit : 13.8 % (H)
Hasil BNO tgl 25 Maret 2017
Severe hidronefrosis dan hidroureter proksimal kiri
Ekogenitas ginjal kanan meningkat (sesuai Brenbridge)
proses kronik ginjal
Sonografi hepar, lien, dan vesika fellea dalam batas normal
Diagnosis Kerja
Hematemsis melena
Anemia
CKD
Penatalaksanaan
Farmakologis
IVFD NaCl 0.9% 10 tpm
Inj. Furosemid 1x1 amp iv
Inj. Omeprazole 1 amp/12 jam iv
Inj. Cefotaxim 2x1 gr iv
Sukralfat syr 3x1 C
Asam folat 3x1 tab
CaCO3 3x1 tab
Non Farmakologis
Tirah baring
O2 NK 3 lpm
Tranfusi PRC 3 kolf
Tinjauan pustaka
DEFINISI
Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) yaitu perdarahan
yang berasal dari dalam lumen saluran cerna di atas (proksimal)
ligamentum Treitz, mulai dari jejunum proksimal, duodenum,
gaster, dan esofagus
muntah darah (hematemesis) dan BAB darah berwarna hitam
seperti aspal (melena).
Etiologi HM
penyebab perdarahan saluran cerna bahagian atas pada buku
The Merck Manual of Patient Symptoms (Porter, R.S., et al.,
2008):
Duodenal ulcer (20 30 %)
Gastric atau duodenal erosions (20 30 %)
Varices (15 20 %)
Gastric ulcer (10 20 %)
Mallory Weiss tear (5 10 %)
Erosive esophagitis (5 10 %)
Angioma (5 10 %)
Arteriovenous malformation (< 5 %)
Gastrointestinal stromal tumors
PATOMEKANISME HM

Faktor-faktor penyebab perdarahan, yaitu (Isselbacher, 1999):


Faktor pembuluh darah (vasculopathy) seperti pada tukak
peptik dan pecahnya varises esofagus
Faktor trombosit (trombopathy) seperti pada
Idiopathic Thrombocytopenia Purpura (ITP)
Faktor kekurangan zat pembekuan darah (coagulopathy)
seperti pada hemofilia, sirosis hati, dan lain-lain.
Penegakan diagnosis
Anamnesis
Sejak kapan terjadi perdarahan (muntah hitam seperti kopi, BAB
hitam seperti aspal/ tar) perkiraan jumlah, durasi dan frekuensi
perdarahan
Riwayat perdarahan sebelumnya dan riwayat perdarahan dalam
keluarga
Ada tidaknya perdarahan di bagian tubuh lain
Riwayat muntah berulang yang awalnya tidak berdarah
(Sindrom Mallory-Weiss)
Konsumsi jamu dan obat (NSAID dan antikoagulan yang
menyebabkan nyeri atau pedih di epigastrium yang
berhubungan dengan makanan)
Kebiasaan minum alkohol (gastritis, ulkus peptic, kadang
varises)
Kemungkinan penyakit hati kronis, demam dengue, tifoid, gagal
ginjal kronik, diabetes mellitus, hipertensi, alergi obat
Riwayat tranfusi sebelumnya
Cont
Pemeriksaan fisik
Kesadaran : dapat terjadi penurunan kesadaran
Tanda vital : hipotensi dengan frekuensi nadi >100x/menit
Akral dingin
Anuria atau oligouria
Stigmata penyakit hati kronis
Colok dubur
Aspirat NGT menilai ada perdarahan aktif atau pasif
Observasi tempat perdarahan lain
Tanda kulit dan mukosa (pigmentasi mukokutaneous pada
sindrom peuth-jegher)
Pemeriksaan penunjang
Tes darah : darah perifer lengkap, cross-match jika
diperlukan tranfusi
Hemostasis lengkap untuk menyingkirkan kelainan faktor
pembekuan primer atau sekunder : CTBT, PT/PPT, APTT
Elektrolit : Na, K, Cl
Faal hati : cholinesterase, albumin/globulin, SGOT/SGPT
EKG, foto thoraks : identifikasi penyakit jantung (iskemik),
paru kronis
Endoskopi : merupakan gold standart untuk menegakkan
diagnosis dan sebagai pengobatan endoskopik awal. Selain
itu juga memberikan informasi prognostik dengan
mengidentifikasi stigmata perdarahan.
Tatalaksana HM
Melaksanakan tindakan umum ini, pasien dapat diberikan
terapi (Djumhana, 2011):
Transfusi untuk mempertahankan hematokrit > 25%
Pemberian vitamin K 3x1 amp
Obat penekan sintesa asam lambung (PPI)
Terapi lainnya sesuai dengan komorbid
Komplikasi
Syok hipovolemik
Aspirasi pneumonia
Gagal ginjal akut
Sindrom hepatorenal koma hepatikum
Anemia karena perdarahan
Daftar Pustaka
Djumhana, A. 2011. Perdarahan Akut Saluran Cerna Bagian
Atas. Bandung: UNPAD.
Isselbacher KJ dan Richter, JM. 1999. Perdarahan Saluran
Makanan dalam Harrison (Prinsip Ilmu Penyakit Dalam)
Jilid I . Jakarta: EGC.
Porter, R.S., et al., 2008. The Merck Manual of Patient
Symptoms. USA: Merck Research Laboratories.
TERIMA KASIH