You are on page 1of 40

TUGAS

TEKNOLOGI HASIL TERNAK


OLEH :KELOMPOK 3
NAMA NO.BP
ALRI SUPANDI 1610622040
ALIFMAN YUZIM 1610622040
ANNISA HASNAH 1610622040
GIFAL CASTRA 1610622040
JONI SETIAWAN 1610622040
LEONARD0 1610622040
MAISYARAH 1610622040
NUR AWALIYAH 1610622040
PADILAH SARI 1610622040
RETNO ANGGRIANI 1610622040
PRODUK HASIL IKUTAN TERNAK

A. PENGERTIAN PRODUK HASIL IKUTAN TERNAK

By produk merupakan Hasil dari peternakan


yang bukan hasil produk utama,mempunyai
nilai tambah ketika sudah melalu proses
pengolahan dan bisa di manfaatkan.
1. PENGAWETAN KULIT

a. Pengertian kulit
 hasil samping dari pemotongan ternak, me
rupakan lapisa terluar dari tubuh hewan,
diperoleh setelah hewan tersebut mati dan
dikuliti.
 mengandung protein, kalori, kalsium, fosfor,
lemak, besi, vitamin A dan vitamin B1.
b. Pengertian pengawetan kulit

 adalah : Proses mencegah terjadinya


lisis atau degradasi komponen-
komponen dalam jaringan kulit.
 Prinsipnya : menciptakan kondisi yang tidak
cocok bagi pertumbuhan dan
perkembangbiakan
mikroorganisme.
 Caranya : menurunkan kadar air sampai
tingkat serendah mungkin dengan
batas tertentu sehingga
mikroorganisme tidak mampu
untuk tumbuh (± 5-10%).
c. Kandungan gizi kulit

NO NAMA KANDUNGAN ZAT GIZI PERSENTASE


1 Air 64%
2 Protein 33%
a. Elastin 0,5%
b. Kolagen 29%
c. Albumin dan globulin 1%
d. mucin dan micoid 0,7 %

3 Lemak 0,5%
4 pigmen dan vitamin 0,05%

komponen penyusun kulit terpenting adalah protein terutama


protein kolagen.
d. Tujuan pengawetan kulit :
1. Mempertahankan struktur dan keadaan kulit
2. Untuk tujuan penyimpanan dalam waktu yang
relatif lebih lama Agar kulit dapat terkumpul
sehingga dapat dikelompokkan menurut besar
dan kualitasnya
3. mengantisipasi terjadinya over produksi karena
stok kulit yang terlalu banyak
4. Lingkungan akan terhindar dari pencemaran
lingkungan
e. Jenis Kulit Berdasarkan Asal Hewan
1. Hewan ternak : sapi, kerbau, kuda, kambing,
domba, babi.
2. Hewan melata : buaya, biawak, komodo,
ular, kodok
3. Hewan air: ikan pari, ikan kakap, ikan tuna
4. Hewan liar: gajah, harimauBurung : burung
unta, ayam
Pengawetan kulit dengan pengeringan
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pengeringan :
• 1. Luas permukaan bahan
• 2. Suhu pengeringan
• 3. Aliran udara
• 4. Tekanan uap di udara
Macam macam pngawetan kulit
dengan pengeringan
1. Drying
 proses kehilangan air disebabkan
oleh daya atau kekuatan alam,
ex: matahari (dijemur) dan angin
(diangin-anginkan).

2. Dehydration (dehidrasi)
 proses pengeringan dengan
panas buatan, dengan
menggunakan peralatan/alat-alat
pengering
Ex: oven.
pengawetan kulit dengan cara
penggaraman kering dan basah

 Pengawetan menggunakan garam dapur/NaCl sebagai


bahan kimia utama dalam pengawetan.
 Sebagai bahan kimia (garam dapur) mempunyai
mekanisme kerja yaitu: Selama proses pengaraman,
terjadi penetrasi garam ke dalam kulit dan
keluarnya cairan dari dalam kulit, karena perbedaan
konsentrasi.
 Prinsip: Reaksi osmosis
dari garam mendesak air keluar dari kulit hingga
tingkat kondisi yang tidak memungkinkan
pertumbuhan bakteri.

f. Keuntungan dan kerugian
a. Keuntungan
1. Bahan lebih awet
2. Volume dan berat berkurang,
3. biaya lebih rendah untuk pemrosesan, pengangkutan, dan penyimpanan.
4. energi panas murah dan berlimpah
5.tidak memerlukan peralatan yng mahal
6.tenaga kerja tidak perlu mempunyai keahlian tertentu

b. Kerugian
1. Sifat asal dari bahan berkurang
ex: perubahan bentuknya, sifat fisik dan kimianya, dan penurunan mutu
2. perlu pekerjaan tambahan sebelum dipakai
3. tergantung dari cuaca
4. kenaikan suhu tidak dapat diatur
5. kebersihan sukar untuk diawasi

g. Proses pengawetan dengan pengeringan:

1. Pencucian dan pembuangan daging


2. Pengetusan (Pentirisan)
3. Pemberian zat kimia
4. Pementangan
5. Pengeringan
6. Pelipatan
2. TEPUNG TULANG
a. Pengertian
 merupakan: hasil penggilingan tulang yang telah
diekstrak gelatin atau colagennya, diperoleh dari
RPH (Rumah Potong Hewan) dan berasal dari
hewan ternak yang sehat dan bebas penyakit
 sumber mineral (terutama kalsium) dan sedikit
asam amino.
b. Keuntungan dan kekurangan dari tepung tulang:
Keuntungan
1. sebagai sumber mineral alternatif
2. bahan lebih mudah di dapat
3. mengandung protein 25.54%
4. mengandung 3.80% lemak
5. mengandung 1,80m% serat
6. mengandung kalsium 46,34%
7.kalsium di gunakan untuk pembangun kerangka tubuh ternak
8.untuk membantu pembekuan darah

Kerugian
1. harga mahal
2. tidak begitu di perlukan oleh ternak
3. sulit dalam penyimpanan atau membutuhkan penyimpanan
kusus
c. jenis tepung tulang, yaitu:

• Ø Tepung tulang mentah (raw bone meal),


proses pembuatannya dimasak dalam jangka waktu yang lama
pada suatu keteal terbuka yang diproses secara aman dan
steril. Ossein yang hilang selama proses pemasakan sangat sedikit
sehingga baik digunakan sebagai bahan pakan ternak

• Ø Stream bone meal


yaitu tepung tulang yang proses pembuatannya menggunakan
uap dengan tekanan tinggi. Proses ini membuang banyak protein
dan lemak;

• Ø Abu tulang
yaitu hasil pembekaran tulang (Nurwantoro dan Sri, 2003)
Contoh tepung tulang
d.Diagram alir pembuatan tepung tulang
Cara pembuatan:
a. Bahan
• 1.Tulang
• 2. Larutan kapur 10 %.
b. Peralatan
• 1. Keranjang & semprotan air:
• 2 Wadah perendaman
• 3. Mesin penggiling tulang.
• 4.Palu dan kayu landasan
• 5. Wadah perebusan.
• 6. Wadah ekstraksi gelatin
• 7. Wadah penguapan larutan gelatin
• 8. Tungku atau kompor
• 9. Cetakan.
c. cara pembuatan
• 1. Tulang dipotong sepanjang 5-10 cm, direbus selama 2-4 jam
suhu 100° C, dan dihancurkan menjadi serpihan-serpihansepanjang 1-3 cm.
• 2. Serpihan tulang direndam dalam air kapur 10% selama 4-5 minggu dan dicuci dengan air tawar.
• 3. Pemisahan gelatin dengan jalan pemanasan 3 tahap, yaitu pada suhu 60 ° Cselama 4 jam, suhu 70 °
C selama 4 jam, dan 100 ° C selama 5 jam.
• 4. Pemrosesan selatin.
• 5. Tulang dikeringkan pada suhu 100 ° C, sampai kadar airnya tinggal 5% dan digiling hingga menjadi
tepung.
• 6. Pengemasan dan penyimpanan.
e. Kandungan nutrisi pada tepung tulang

NO NAMA ZAT PERSENTASE


1 Protein 25,54 %
2 Lemak 3,80 %
3 Serat 1,80 %
4 Air 5,52 %
5 Phosphat 17 %
6 Kalsium 46,34 %
3. GELATIN
a. Pengertian
 Gelatin adalah derivat protein atau jenis protein yang
diekstraksidari serat kolagen yang ada pada kulit,
tulang,dan tulang rawan.
 mengandung protein yang sangat tinggi dan rendah
kadar lemaknya
b,. Kandungan zat gelatin

NO NAMA ZAT PERSENTASE


1 karbon, 50,11%
2 hidrogen, 6,56%
3 nitrogen, 17,81%
4 oksigen, 25.26%
5 sulfu 0,26%
6 protein 84 – 86 %
7 air 8 – 12 %
8 mineral. 2–4%
c. Jenis gelatin.
1. Gelatin Jenis A
• diproses menggunakan asid
– sumber: kulit babi.
2. Gelatin Jenis B
• diproses menggunakan alkali atau air kapur
– sumber kulit-kulit haiwan bovin
• Sumber gelatin

 80% dari gelatin yang dikeluarkan di Eropa adalah dari kulit babi

 15% dari kulit haiwan bovin seperti kerbau dan lembu

 5% dari tulang-tulang haiwan bovin dan khinzir/babi, ikan dan


poultry
Gelatin kering
mengandung kira-kira 84 – 86 %
protein, 8 – 12 % air dan 2 – 4 % mineral.
Dari 10 asam amino essensial yang
dibutuhkan tubuh, gelatin mengandung
9 asam amino essensial, satu asam
amino essensial yang hampir tidak
terkandung dalam gelatin yaitu triptofan
Gelatin pecah (terdenaturasi) pada suhu
di atas 80°C.
Keuntungan
d. Keuntungan 1. Meningkatkan metabolisme
dan kelemahan 2. Meningkatkan Pertumbuhan otot
3. Meningkatkan kesehatan sendi
gelatin 4. Menjaga kesehatan rambut
5. Manfaat pada pencernaan

Kerugian
a. gelatin dari kulit babi memiliki kandungan
lemak 0,29 % lebih besar dibandingkan gelatin
yang berasal dari tulang hewan non mamalia
(ikan) yaitu sebesar 0,21 %.
b. gelatin yang berasal dari tulang / kulit sapi
dimungkinkan adanya virus penyakit sapi gila (Mad
Cow Disease berpengaruh terhadap kesehatan
konsumen.
e. Diagram alir pembuatan gelatin
Alat
• Sama dengan alat pembuatan tepung tulang
Bahan
• 1) Tulang.
• 2) Larutan kapur 10 %.
Cara Pembuatan Gelatin
• 1) Pencucian.
• 2) Pemotongan.
• 3) Perebusan
• 4) Penggilingan Kasar.
• 5) Perendaman di dalam Larutan Kapur.
• 6) Ekstraksi Gelatin.
• 7) Pengentalan Larutan Gelatin.
• 8) Pencetekan Gelatin.
• 9) Pengeringan Gelatin.
• 10) Pengemasan Gelatin
dengan menggunakan alat pengering, dikeringkan pada
suhu 50-60 C sampai kadar airnya di bawah 20%.
4.PUPUK KANDANG
a. Pengertian
*terbuat dari kotoran hewan
(kotoran atau air kencing), (sapi,
kerbau, kuda, atau ayam,)

*banyak mengandung unsur hara


dibutuhkan tanaman, (fosfor,
kalium, magnesium, zinc dan
nitrogen)
b.Pengomposan pupuk kandang

proses dekomposisi secara biologi untuk mencapai bahan organik


yang stabil,menghasilkan panas,sehingga bebas dari pathogen
dan biji-biji gulma, berkurangnya bau, dan lebih mudah
diaplikasikan ke lapangan, meningkatkan kadar hara N, P, K, Ca,
dan Mg.
Cara pembuatan pupuk kompos
Bahan-bahan
1. Kotoran ternak. Sapi, kerbau, kambing dan domba (2 ton / 2000kg)
2. Jerami yang dicacah terlebih dahulu kurang lebih 5-10 cm. (secukupnya)
3. Arang Sekam (secukupnya), Sekam yang sudah dibakar namun tidak samapi menjadi abu. lihat proses pembuatan
arang sekam
4. Air (20 liter)
5. EM4 (5 sendok makan)
6. Gula pasir (5 sendok makan)
7. Bubuk gergaji atau bisa juga dengan dedaunan dan bahan-bahan organik lainnya.
Alat-alat
1. Sekop
2. Cangkul
3. Sarung tangan
4. karung goni
Cara Pembuatan Pupuk Kompos Organik
1. Siapkan media pembuatan pupuk
2. Larutkan EM4 dan gula kedalam air.
3. Lapisan pertama, Campurkan Kotoran ternak dengan arang sekam kemudian aduk hingga merata, setelah itu taburkan
dekomposer (EM4 dan gula yang sudah dilarutkan dalam air) tadi secukupnya aduk hingga merata.
4. Lapisan Kedua Taburkan jerami, dedak, bubuk gergaji dan bahan-bahan organik lainnya hingga merata kemudian
siramkan dekomoser tadi.
5. tutup rapat tumpukan bahan-bahan tadi dengan rapih dengan menggunakan karung goni dan jerami.
6. Hari Kedua aduk adonan tersebut hingga merata dan tutup kembali rapat-rapat.
7. Lakukan monitoring setiap pagi dan sore, dengan cara memasukan tangan (dengan sarung tangan)
8. hari ke empat adonan sudah siap, cara menceknya masukan tangan anda jika bisa menahan panas adonan maka pupuk
kompos organik siap dipakai.
• Keuntungan dan kekurangan pengomposan pupuk
kandang

– Keuntungan

• mengurangi masa dan volume (mengurangi biaya penyimpanan),


• berkurangnya bau,
• terbasminya patogen,biji-bijian gulma menjadi mati,
• memperbaiki kondisi tanah, mempermudah transportasi,
• mengurangi sumber polusi
• dan meningkatkan pelepasan hara-hara yang berkualitas lebih tinggi
dari kompos secara perlahan-lahan dalam waktu tertentu.

– Kekurangan

• Kehilangan NH3(N),
• diperlukan waktu dan tenaga,
• memerlukan biaya investasi alat dan pengoperasiannya,
• dibutuhkan lahan untuk pengomposan
• dan diperlukan pemasaran
c. Kandungan nutrisi

Ternak N P2O5 K2O


Unggas (ayam ) 1,70 1,90 1,50
Sapi 0,29 0,17 0,35
Kuda 0,44 0,17 0,35
Babi 0,60 0,41 0,13
Domba 0,55 0,31 0,15
5. TEPUNG DARAH
a. Pengertian
bahan ransum yang berasal dari darah yang segar dan bersih
yang berwarna coklat kehitaman dan sulit larut dalam air
yang diperoleh dari RPH.
b.kandungan zat nutrisi

Nama zat : persentase


Protein : 85%
EnergiMetabolisme: 2750Kcal/kg
Lemak : 1,1%
Seratkasar : 1%
Ca : 0,15%
P : 0,30%
Na : 0,32%
k : 0,09%
Cl : 0,27%
Mn : 5 ppm
c. Diagram alir pembuatan tepung
darah
d. Kelebihan dan kelemahan tepung darah
• Keuntungan

• 1. mudah di dapatkan di RPH


• 2. terdapat 3 kandungan protein utama yaitu albumin, globulin dan
fibrinogen
• 3. berperan terhadap kekebalan dan menghadapi serangan organisme
pengganggu
• 4. memiliki protein yang tinggi (17-18%)

• Kelemahan

• tingkat palabitasnya kurang,


• daya cernanya rendah.
• miskin isoleucin
• rendah kalsium dan fosfor.
• Sulit saat pengeringan (out door)
• Mudah terkontaminasi oleh bakteri
Contoh tepung darah
THANKS FOR YOU
ATTENTION