You are on page 1of 11

PSIKODRAMA UNTUK

MENGURANGI
PERILAKU SIBLING
RIVALRY PADA
MAHASISWA
KELOMPOK 3

FITYA EFRIANI
(201210230311343)
HANNY RESTIA NANDA
(201510230311018)
M. RIZKON FAWA’ID (201510230311035)
FEBBRY RENITA
(201510230311049)
SIBLING
RIVALRY
FAKTOR MENURUT
KASTENBAUM, SHAFFER, dan
PENGERTIA ADLER
Fenomena konflik antar
N
anak-anak biasanya  Konflik
akibat adanya  Cemburu
persaingan,  Kekesalan
kecemburuan, dan
kemarahan antar
saudara yang dikenal
dengan sibling rivalry
(Shaffer, 2009)
METODE
ASESMEN
Komunikasi yang
WAWANCAR
dilakukan oleh
interviewer KUESIONER
A kepada
interviewee Instrumen yang digunakan
(narasumber) untuk mengukur variabel
dengan mengajukan penelitian ini dengan
pertanyaan- menggunakan skala likert 5
pertanyaan poin, yaitu 1 = SS (Sangat
terstruktur Setuju), 2 = S (Setuju), 3 = N
karena peneliti (Netral), 4 = TS (Tidak
menggunakan Setuju), dan 5 = STS (Sangat
pedoman Tidak Setuju).
wawancara yang
disusun secara
yang dilakukan dengan kedelapan
subjek, mereka merasa iri dengan
apa yang diberikan orang tua
kepada saudara (kakak/adik),
merasa iri dengan prestasi yang
dicapai oleh saudara, pemberian
kasih sayang yang lebih kepada
saudara, dibanding-bandingkan
dengan saudara, dan jika terjadi
perselisihan/pertengkaran subjek
disalahkan (walaupun tidak
salah)/subjek yang mengalah.
METODE
INTERVENSI
Psikodrama
Menurut Corey,
psikodrama merupakan Pre test – Post
Pre-test diberikan tujuan adalah
permainan peran yang untuk mengetahui test
gambaran sibling
dimaksudkan agar individu Self
rivalry siswa report
sebelum diberikan
yang bersangkutan dapat intervensi. Sedangkan Post-test
memperoleh pengertian diberikan bertujuan untuk mengetahui
lebih baik tentang dirinya, keberhasilan dalam pelaksanaan
dapat menemukan konsep intervensi.
pada dirinya, menyatakan Untuk lebih mendukung hasil penlitian,
kebutuhan-kebutuhannya, self report diberikan agar dapat
dan menyatakan reaksinya mengetahui pemahaman apa saja yanng
terhadap tekanan-tekanan berubah dari tingkat sibling rivalry
terhadap dirinnya
JADWAL
KEGIATAN

Hari Pertemuan1 Pertemuan 2 Tempat

Kamis/14 Perkenalan Psikorama Perum. New Villa


Desember 2017 (initial group) (Kasus 2) Sengkaling Blok
Kamis/21 Psikodrama Penutupan C5.03
Desember 2017 (Kasus 1) (final
evaluation)
HASIL DAN
PEMBAHASAN
AMH RWW KK RKW MRR FAM ARW RF

Pre- 70 (sedang) 55 (sedang) 33 (tinggi) 49 (sedang) 33 (tinggi) 36 (tinggi) 69 (sedang) 71 (sedang)


Post 72 (sedang) 70 (sedang) 73 (sedang) 77 (rendah) 88 (rendah) 74 (rendah) 84 (rendah) -
TETAP TETAP TERCAPAI TERCAPAI TERCAPAI TERCAPAI TERCAPAI -
Test
Self Hari 1 Hari 1 Hari 1 Hari 1 Hari 1 Hari 1 Hari 1 Hari 1
memberi solusi lebih memahami lebih sadar tidak perlu memiliki lebih bisa jadi lebih tahu lebih mengerti
report & pandangan saudaranya komunikasi merasa iri lagi pandangan baru, menghargi nyatanya orang posisi adik yang
serta wawasan yang penting, awalnya terhadap adik juga bisa iri pertemuan dan tuapun sebenarnya juga
kepada teman- sebelumnya ia ia fikir orang saudaranya, terhadapnya, komunikasi lebih mendukungnya, bangga pada
teman baik dari lebih terkesan tuanya tidak adil, lebih baik hanya ia tidak bisa untuk tidak hanya adik, kakanya. Adik
hal yang negatif cuek dan tidak tapi sebenarnya bersyukur dan tahu prosesnya, mendekatkan tetapi dengan nyatanya juga
ataupun positif peduli semua itu bisa mencontoh yang sebenarnya adik diri cara yang lain ingin seperti
dimengerti jika didapatkan adik, juga yang tidak kakaknya
dikomunikasikan menerapkan mencontohnya diketahuinya.
dalam dirinya
Hari 2 Hari 2 Hari 2 Hari 2 Hari 2 Hari 2 Hari 2 Hari 2
lebih terkondisi lebih mengerti lebih memahami Pentingnya lebih tahu lebih bisa mendapatkan -
langsung ke bagaimana saudara, berani menghargai, karakter menghargai satu insight bahwa
poin, benar- pentingnya komunikasi dgn memahami, & saudara, apapun sama lain komunikasi
benar memberi komunikasi cara semestinya, komunikasi. itu harus bisa (saudara) dan terutama inisiatif
pandangan baru dalam sebuah komunikasi yang Harus memper- mengkomunikasi saling untuk
untuk keluarga untuk baik dengan luas sudut kan dengan berkomunikasi komunikasi dari
menyelesaikan mengatasi orang tua juga, pandang saat saudara, serta antar keluarga diri sendiri
masalah berbagai macam saling ada masalah harus evaluasi khusunya (internal) sangat
masalah menghargai dgn adik. diri sendiri saudara. penting
KESIMPULAN
Dari hasil post test menunjukkan bahwa adanya penurunan perilaku sibling
rivalry pada subjek. 7 dari 8 subjek menunjukkan peningkatan, 1 lainnya
tidak dapat dianalisis karena tidak memiliki hasil post test dikarenakan tidak
hadir pada hari terakhir.
Ada 5 dari 8 subjek yang mengalami perubahan:
1 diantaranya dari tingkatan tinggi ke sedang yaitu: subjek KK
2 diantaranya dari tingkatan sedang ke rendah yaitu: subjek RKW & ARW
2 diantaranya lagi dari tingkatan tinggi ke rendah yaitu : subjek MRR & FAM
sementara 2 sisasnya tidak mengalami peningkatan maupun penurunan
tingkatan sibling rivalry.
Artinya, sibling rivalry pada mahasiswa Universitas di Malang ini setelah
diberikan intervensi menunjukkan terjadi perubahan ke arah yang lebih baik
pada diri subjek yaitu berkurangnya perilaku sibling ravlry yang mereka
alami. Pada akhirnya para subjek memilki insight atau pemahaman baru
mengenai permasalahan dengan saudara kandugnya.
Dokumentasi Kegiatan

Hari pertama Hari kedua


0
1
2
3
4
5
6

3
SANGAT BERMANFAAT
4

BERMANFAAT

0
SEDIKIT BERMANFAAT

MANFAAT KEGIATAN
0
TIDAK TERLALU BERMANFAAT

0
TIDAK BERMANFAAT 1

SANGAT KONDUSIF
5

KONDUSIF
1

SEDIKIT KONDUSIF

SUASANA
0

TIDAK TERLALU KONDUSIF


0

TIDAK KONDUSIF
0

SANGAT TEPAT WAKTU


Evaluasi Kegiatan
EVALUASI KEGIATAN

TEPAT WAKTU
3

SEDIKIT TEPAT WAKTU


WAKTU
1

TIDAK TERLALU TEPAT WAKTU


2

TIDAK TEPAT WAKTU


4

SANGAT JELAS
2

JELAS
1

SEDIKIT JELAS
PENYAMPAIAN
0

TIDAK TERLALU JELAS


0

TIDAK JELAS
That’s all. Thank you! 
Any Questions?