You are on page 1of 23

+

Skenario 3 BMS

RHARA AULIA MARDIANSYAH


1718011067
+
LEARNING OBJECTIVE

 Bagaimana konsep termodinamika?

 Apa yang dimaksud dengan apoptosis dan bagaimana proses


apoptosis?

 Sebutkan dan jelaskan macam-macam elektrolit dan cairan


tubuh.

 Jelaskan tipe pengaturan homeostasis. (endokrin dan syaraf)


+
Konsep Termodinamika

 Thermodinamika adalah ilmu tentang energi, yang secara


spesifik membahas tentang hubungan antara energi panas
dengan kerja
+
Sistem Termodinamika

Sistem termodinamika adalah zat atau suatu


bidang didalam suatu ruang yang dipilih
untuk dikaji.
Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis
pertukaran yang terjadi antara sistem dan
lingkungan:
 sistem terisolasi
 sistem tertutup
 sistem terbuka
+

 Sistem terisolasi
Tidak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan
lingkungan wadah terisolasi.
Contoh : Tabung gas terisolasi
 Sistem tertutup
Terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi
pertukaran benda dengan lingkungan.
Contoh :
balon udara yang dipanaskan, dimana masa udara didalam
balon tetap, tetapi volumenya berubah, dan energi panas
masuk kedalam masa udara didalam balon.
+

 Sistem terbuka

Terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan


benda dengan lingkungannya, terjadi aliran massa
dan energi keluar atau masuk sistem.

Contoh : Lautan , tumbuh-tumbuhan. Bisa massa dan


energi bisa keluar masuk sistem.
+ Penerapan hukum
Termodinamika dalam
pelayanan kesehatan
Penerapan Energi Panas dalam Pengobatan :

A. Metode Konduksi

B. Metode Radiasi

C. Metode Elektromagnetik

D. Gelombang ultrasonik
+
Metode Konduksi
 Apabila ada perbedaan temperatur antara kedua
benda maka panas akan ditransfer secara konduksi
yaitu dari benda yang lebih panas ke benda yang
lebih dingin

Contoh
 Kantong air panas/botol berisi air panas ; efisien untuk
pengobatan nyeri abdomen (perut)
 Handuk panas ; efektif untuk spasme otot, fase akut
poliomyelitis.
 Turkish batsh (mandi uap) ; sebagai penyegar atau relaksan
otot
 Metode konduksi bermanfaat untuk pengobatan terhadap
penyakit neuritis, Sinusitis, Low Back Pain
Metode Radiasi

 Untuk
pemanasan permukaan tubuh serupa dengan
pemanasan dengan sinar matahari atau nyala api

 Sumber radiasi Infra Merah ;


 Memakai lampu pijar berkisar antara 250 – 2000 W, diberi filter
merah
 Gelombang infra red yang dipakai antara 800 – 40.000 nm.
 Penetrasi energi / gelombang pada kulit ± 3 mm dan meningkat
di permukaan kulit.
 Lebih efektif bila dibandingkan dengan metode konduksi panas,
karena penetrasi energi panas ke jaringan lebih dalam.
Metode Elektromagnetis
Ada dua jenis :

 Short-Wave diathermy (diatermi gelombang pendek),


 Digunakan pada kram otot (muscle sprain), nyeri pada intervertebrale disk, dan
penyakit degeneratif pada persendian radang bursa (bursitis).
 Bagian tubuh yang akan dipanasi, dililitkan dengan kabel, lalu dialiri listrik.
Jaringan tubuh tidak berada dalam sirkuit, tetapi terletak dalam medan magnet
dari suatu koil. Frekuensi yang dipakai 1 MHz.

 Micro-Wave Diathermy (Diatermi gelombang mikro)

 Digunakan untuk patah tulang (Fraktur), Radang tendon

 Menggunakan magnetron untuk menghasilkan gelombang radio dengan


osilasi pada frekuensi 900 MHz.


Gelombang ultrasonik

 Ultra sound adalah getaran mekanik


gelombang suara dengan frekuensi lebih dari
20.000 Hz.
 Dalam fisioterapi, gelombang suara yang
diperlukan adalah 0,5-5 MHz dengan tujuan
untuk menimbulkan efek terapeutik melalui
proses tertentu.
 Jaringan yang akan diobati /di diagnosa
ditempeli permukaannya oleh piezo electric
transduser dengan intensitas 5 W/cm2.
+
Apoptosis

Apoptosis adalah mekanisme kematian sel yang terprogram


yang penting dalam berbagai proses biologi. Apoptosis terjadi
dalam proses yang diatur sedemikian rupa yang secara umum
memberi keuntungan selama siklus kehidupan suatu
organisme
+
Mekanisme Apoptosis

Secara garis besar apoptosis dibagi menjadi 4 tahap, yaitu :

 Adanya signal kematian (penginduksi apoptosis).

 Tahap integrasi atau pengaturan (transduksi signal, induksi


gen apoptosis yang berhubungan)

 Tahap pelaksanaan apoptosis (degradasi DNA,


pembongkaran sel)

 Fagositosis.
+
Perbedaan Apoptosis dan Nekrosis
+
Elektrolit

Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit
dan nonelektrolit.

 Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-


partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada
dalam larutan.

 Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam


larutan dan tidak bermuatan listrik
+
Elektrolit Utama Tubuh Manusia

 Elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+), kalium (K+),


Kalsium (Ca++), magnesium (Mg++), Klorida (Cl-),
bikarbonat (HCO3-), fosfat (HPO42-), sulfat (SO42-).

 Non elektrolit tubuh mencakup protein, urea, glukosa,


oksigen, karbon dioksida dan asam-asam organik.
+

 Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan
zat tertentu (zat terlarut)

CAIRAN CAIRAN
EKSTRA INTRA
SELULER SELULER

CAIRAN
TUBUH
+

 Cairan intraseluler adalah cairan yang berada di dalam sel


di seluruh tubuh

 Cairan ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel


dan terdiri dari tiga kelompok, yaitu :
1. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam
sistem vaskuler
2. Cairan interstitial adalah cairan intersitial adalah cairan
yang terletak diantara sel
3. Cairan transeluler adalah cairan sekresi khusus seperti
cairan serebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi
saluran cerna.
+
Perpindahan cairan dan elektrolit
tubuh
Terjadi dalam tiga fase yaitu :

 Fase I :
Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan
nutrisi dan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal.

 Fase II :
Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan
sel.

 Fase III :
Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan
interstitial masuk ke dalam sel. Pembuluh darah kapiler dan membran
sel yang merupakan membran semipermiabel mampu memfilter tidak
semua substansi dan komponen dalam cairan tubuh ikut berpindah.
Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit tubuh dengan cara :
• Difusi
• Filtrasi
• Osmosis
• Aktif Transport
+
Tipe pengaturan homeostasis

 sistem sirkulasi, melibatkan jantung, pembuluh darah, dan darah yang


mengangkut berbagai bahan seperti nutrien, o2, co2, dan elektrolit untuk
diedarkan ke seluruh tubuh

 sistem pencernaan: melibatkan mulut, esophagus, usus halus, usus besar,


kelenjar liur, kantung empedu. Sistem ini memindahkan air dan elektrolit
dari lingkungan eksternal ke internal dan menguraikan makanan untuk
dikeluarkan dalam bentuk feses

 sistem pernafasan: melibatkan paru-paru atau saluran nafas. Terjadi


pertukaran o2 dan co2, berperan dalam keseimbangan pH lingkungan
internal tubuh karena menyesuaikan pengeluaran co2 yang membawa sifat
asam

 sistem kemih: melibatkan ginjal, mengeluarkan air, elektrolit, dan sisanya


selain co2(urea)

 sistem otot: melibatkan otot rangka, berperan dalam suhu tubuh karena
kontraksi otot menghasilkan panas
+

 sistem integument: kuku, rambut, kulit. Melindungi dari luar agar


mikroorganisme asing tidak masuk ke dalam tubuh, berperan dalam
pengaturan suhu tubuh karena bisa menyesuaikan produksi keringat

 sistem imun: sel darah putih dan limfoid. Bekerja untuk melindungi
tubuh dari invansi asing, seperti bakteri dan virus

 sistem syaraf: mengontrol aktivitas tubuh, mengutamakan kecepatan

 sistem endokrin: mengontrol aktivitas tubuh, mengutamakan durasi.


Contohnya metabolic

 sistem tulang: membantu menyimpan kalsium, memungkinkan tubuh


untuk bergerak

 sistem reproduksi: tidak berperan langsung, namun mempertahankan


jumlah spesies yang mana individunya melakukan homeostasis di
dalamnya.
+
Proses pada homeostasis

 Negative feedback, untuk mengurangi jumlah atau


rangsangan suatu zat apabila kadarnya sudah berlebihan
atau sebaliknya. Contohnya: saat tubuh kekurangan insulin,
maka tubuh akan berusaha untuk menambah jumlah insulin
tsb

 Positive feedback, semakin tinggi jumlah rangsangan suatu


zat maka semakin tinggi juga produksi dr zat tsb. Contohnya:
pada saat persalinan, apabila bayi sudah merenggang pada
mulut Rahim maka hal ini akan direspon oleh hipotalamus
lalu hipotalamus akan memberi signal dg memproduksi
oksitosin untuk memperlancar bayi saat melewati mulut
Rahim. Maka produksi oksitosin akan meningkat dan bayi
akan keluar.
+
Daftar Pustaka

 CCRC Farmasi UGM File

 Text book: Lauralee Sherwood, Edisi 8

 https://www.scribd.com/doc/165321529/Termodinamika-
Fisika-Kesehatan

 Ir. Sudjito, PhD. , Ir. Saifuddin Baedoewie, Agung Sugeng W., ST.,
MT. Diktat Termodinamika Dasar. Malang: Universitas Brawijaya

 http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._KESEHATAN_&_
REKREASI/PRODI._KEPERAWATAN/197011022000121-
HAMIDIE_RONALD_DANIEL_RAY/Bahan_Kuliah/CAIRAN_TUBU
H.pdf