You are on page 1of 7

Hasil

Analytical performance
• Untuk analisis timbal darah, semua hasil CRM berada dalam rentang
yang disertifikasi.

• Batas deteksi (LOD) untuk analisis air liur  0,011 mcg / L (McNaught
dan Wilkinson, 1997).
• Semua hasil dari CRM ini jatuh dalam rentang yang dapat diterima
(8,82-13,2 mcg / L).
Ringkasan Statistik

• Jumlah sampel (pria) terdiri dari 105 sampel darah dan air liur yang dipasangkan.
• Ada 53 sampel (perokok) dan 52 oleh (non-perokok). Kisaran usia peserta adalah
18-65 tahun, dengan usia rata-rata 37 tahun.
• Kategori riwayat 1 (D = 1mcg/dL) termasuk 27 sampel; kategori 2 (D = 2mg/dL)
termasuk 42 sampel; dan kategori 3 (D = 3mcg/dL) termasuk 44 sampel. Sisa 21
sampel memiliki D > 3 mcg/dL dan diklasifikasikan sebagai ”history fluctuacy".
Dan sisa 40 sampe dikategorkan dengan “No history sample”.
• D=The difference between the result of the study blood lead value and the mean
of the historical observations (D) was then calculated
Ringkasan Statistik

• Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam nilai timbal ada darah antara kategori 1-3,
mempunyai rata-rata dalam range 5.59, 5.40, dan 5.91 mcg/dL.
• Variabilitas juga sangat mirip untuk tiga kategori (standar deviasi: 4.16mcg / dL, 3.72mcg / dL dan
4.32mcg / dL, masing-masing). Namun, nilai timbal darah untuk kategori “history fluctuacy” jauh lebih
tinggi (rata-rata: 17,62 mcg / dL; median: 15,00 mcg / dL). Variabilitas juga jauh lebih besar dalam kategori
ini (standar deviasi: 11,31mcg / dL).
Ringkasan Statistik

• Untuk nilai timbal ludah, nilai rata-rata dan 75 persentil secara substansial lebih rendah untuk
kategori sejarah 1 daripada untuk kategori 2 dan 3 (rata-rata: 19.8 mcg /dL, 27.8mcg /dL dan
29.0mcg /dL, berturut-turut; persentil ke-75: 23.8 mcg /dL, 29,1 mcg /dL dan 30,6 mcg /dL,
masing-masing).
• Variabilitas juga lebih rendah dalam kategori 1 dari dua kategori lainnya (standar deviasi: mcg
/dL , 31.9 mcg /dL dan 32.2 mcg /dL masing-masing). Namun nilai median tidak menunjukkan
perbedaan yang signifikan (15,5 mcg /dL, 15,7 mcg /dL dan 15,9 mcg /dL, masing-masing).
Ringkasan Statistik

• Tidak ada perbedaan substansial dalam nilai timbal darah antara


perokok dan non-perokok.
• Untuk nilai timbal, nilai rata-rata dan 75 persen lebih tinggi (tidak
bermakna secara statistik) pada perokok dibandingkan non-perokok
(rata-rata: 43,5 mcg / L dan 36,9 mcg / L, masing-masing; persentil ke-
75 53,7 mcg / L dan 33,8 mcg / L). L, masing-masing).
Analisis Regresi

• menunjukkan log (timbal pd ludah) diplot terhadap log (timbal darah) untuk semua 105 sampel
yang dipasangkan. Koefisien korelasi Pearson (r) sebesar 0,457 (95% C.I. 0,113–0,723; p = 0,0128)
dari dua data.
• Regresi log (timbal liur) dan log (timbal darah) pada rokok tidak menunjukkan bukti adanya efek
yang signifikan karena merokok (koefisien 0,0446, p = 0,598 dan koefisien 0,0713, p = 0,108
masing-masing).
• Regresi log (timbal liur) pada usia tidak menunjukkan bukti efek yang signifikan karena usia
(koefisien 0,00577, p = 0,099); Namun ada bukti hubungan terbalik antara usia dan log (lead
darah) (koefisien 0,0128, p = 0,000).
• Regresi log (timah liur) dan log (timah darah) pada rokok tidak menunjukkan bukti adanya efek
yang signifikan karena merokok (koefisien 0,0446, p = 0,598 dan koefisien 0,0713, p = 0,108
masing-masing). Regresi log (timah liur) pada usia tidak menunjukkan bukti efek yang signifikan
karena usia (koefisien 0,00577, p = 0,099); Namun ada bukti hubungan terbalik antara usia dan
log (lead darah) (koefisien 0,0128, p = 0,000).
Analisis Regresi
• Korelasi antara log (timbal pada liur) dan log (timbal pada darah),
tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap subjek jika dilihat dari
perbedaan usia dan jenis kelamin.