You are on page 1of 37

HA M

PENGERTIAN HAM SECARA UMUM


HAM / Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri setiap manusia sejak awal dilahirkan
yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Sebagai warga negara yang baik
kita mesti menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan,
keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.
PENGERTIAN HAM MENURUT PARA AHLI
• John Locke
Hak Asasi Manusia adalah hak yang dibawa sejak lahir yang secara kodrati melekat pada setiap
manusia dan tidak dapat diganggu gugat (bersifat mutlak).
• Prof Koentjoro Poerbo Pranoto(1976)
Hak asasi manusia adalah hak yang bersifat asasi. Artinya, hak-hak yang dimiliki manusia menurut
kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya sehingga bersifat suci.
• G.J. Wolhots
Hak-hak asasi manusia adalah sejulah hak yang melekat dan berakar pada tabiat setiap pribadi
manusia, bersifat kemanusiaan.
• Jan Materson
Anggota Komisi Hak Asasi Manusia PBB, merumuskan pengertian HAM dalam “human right could be
generally defines as those right which are inherent in our nature and without which we cannot live
as human being” yang artinya HAM adalah hak-hak yang secara secara inheren melekat dalam diri
manusia, dan tanpa hak itu manusia tidaka dapat hidup sebagai manusia.

• Prof. Darji Darmodiharjo, S. H. mengatakan


Hak – hak asasi manusia adalah dasar atau hak – hak pokok yang dibawa manusia sejak lahir sebagai
anugrah tuhan yang maha esa. Hak – hak asasi itu menjadi dasr dari hak dan kewajiban – kewajiban
yang lain.
FUNGSI HAM

HAM memiliki fungsi untuk menjamin hak-hak kelangsungan hidup manusia,


kemerdekaan, perkembangan manusia dan masyarakat yang tidak boleh diabaikan,
dirampas, atau diganggu gugat oleh siapapun.
SEJARAH HAM
Sejarah perkembangan HAM di Indonesia sudah terjadi semenjak Indonesia masih belum merdeka.
Pemikiran-pemikiran HAM di Indonesia bermula dari organisasi-organisasi masyarakat yang dibentuk pada
zaman penjajahan. Contohnya Boedi Oetomo, Perhimpunan Indonesia yang berpikiran tentang hak untuk
menentukan nasib sendiri, Sarekat Islam tentang hak untuk memperoleh penghidupan yang layak dan bebas
dari penindasan dan diskriminasi rasial, dan Indische Partij tentang hak untuk mendapatkan kemerdekaan
serta mendapatkan perlakuan yang sama dan hak merdeka.
SEJARAH HAM
• Pada awal kemerdekaan, pemikiran HAM masih tentang hak untuk berserikat dan menyampaikan
pendapat.
• Pada tahun 1960-an, HAM di indonesia mengalami kemunduran karena tidak dilindungi, dihormati
dan ditegakkan.
• Pada akhir masa orde baru tahun 1998, terjadi kasus pelanggaran HAM yang fatal yaitu tragedi
trisakti. Sejak semula, paham hak-hak asasi manusia di Indonesia dicurigai sebagai liberalisme
(paham kebebasan) dan individualisme barat serta paham etnosentris (yang melayani kepentingan-
kepentingan Barat). Tetapi sejak semula juga ada yang berpikir positif. Pengalaman orde baru
membuat kelas politik Indonesia mengesahkan daftar hak-hak asasi manusia dan memberikan
status konstitusional kepadanya.
• Kini HAM dilindungi oleh UU, dihormati dan ditegakkan dimanapun dan kapanpun walau
pelanggaran HAM tidak bisa dihindari.
MACAM-MACAM
HAM
1.HAK ASASI PRIBADI
(PERSONAL RIGHTS)
Hak asasi yang berhubungan dengan kehidupan pribadi manusia. Contoh

hak-hak asasi pribadi adalah sebagai berikut:

a. Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian, dan berpindah-pindah tempat.

b. Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat.

c. Hak kebebasan memilih dan aktif dalam organisasi atau perkumpulan.

d. Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, menjalankan agama dan

kepercayaan yang diyakini masing-masing.

e. Hak untuk hidup, berperilaku, tumbuh dan berkembang.


2. HAK ASASI POLITIK
(POLITICAL RIGHTS)
Yaitu hak asasi yang berhubungan dengan kehidupan politik, hak
ikut dalam pemerintahan, hak untuk memilih dan dipilih. Contoh
hak-hak asasi politik adalah sebagai berikut:

a. Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan.

b. Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan.

c. Hak membuat dan mendirikan partai politik serta organisasi


politik lainnya.

d. Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi.

e. Hak diangkat dalam jabatan pemerintah.


3. HAK ASASI HUKUM (LEGAL
EQUALITY RIGHTS)
Hak memiliki kedudukan yang sama di depan hukum dan pemerintahan, yaitu
hak yang berkaitan dengan kehidupan hukum dan pemerintahan. Contoh hak-
hak asasi hukum adalah sebagai berikut:

a. Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.

b. Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

c. Hak dalam mendapatkan dan memiliki pembelaan hukum pada peradilan.

d. Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum.


4. HAK ASASI EKONOMI
(PROPERTY RIGTHS)
Hak yang berhubungan dengan kegiatan perekonomian. Contoh
hak-hak asasi ekonomi ini adalah sebagai berikut:

a. Hak kebebasan melakukan kegiatan transaksi jual beli.

b. Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak.

c. Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa dan utang


piutang.

d. Hak kebebasan untuk memiliki sesuatu.

e. Hak untuk menikmati SDA.


5. HAK ASASI PERADILAN
(PROCEDURAL RIGHTS)
Hak untuk diperlakukan sama dalam tata cara pengadilan. Contoh hak-
hak asasi peradilan adalah sebagai berikut:

a. Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan.

b. Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan,


penahanan, dan penyelidikan di muka hukum.

c. Hak memperoleh kepastian hukum.

d. Hak menolak digeledah tanpa surat adanya surat penggeledahan.

e. Hak mendapatkan perlakukan adil dalam hokum.


6. HAK ASASI SOSIAL BUDAYA
(SOCIAL CULTURE RIGHTS)
Hak yang berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat.
Contoh hak-hak asasi sosial budaya adalah sebagai berikut:

a. Hak menentukan, memilih, dan mendapatkan pendidikan.

b. Hak mendapatkan pengajaran.

c. Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat


dan minat

d. Hak untuk mengembangkan Hobi

e. Hak untuk berkreasi


SIFAT DAN CIRI-
CIRI HAM
HAM bersifat universal
Artinya semua manusia di seluruh dunia memiliki HAM
tanpa memandang status, gender, pekerjaan, usia, ras, suku,
agam dan lain-lain.

HAM bersifat hakiki


Hak asasi manusia bersifat hakiki, artinya tiap manusia yang
lahir memiliki HAM. Hak asasi manusia dimiliki oleh semua
manusia sejak pertama kali dilahirkan ke muka bumi.

HAM bersifat utuh


Artinya hak asasi manusia tidak dapat dibagi. Semua orang
berhak mendapatkan semua hak, apakah hak sipil dan politik
atau hak ekonomi, social, dan budaya.
HAM bersifat tetap
Artinya hak asasi manusia tidak dapat dicabut. Tiap manusia memiliki
HAM sejak lahir sampai meninggal dan HAM itu tidak dapat dihilangkan
atau dicabut.

HAM bersifat kodrati


Apa maksud HAM bersifat kodrati? Hak asasi manusia bersifat kodrati,
artinya hak asasi manusia adalah karunia dari Tuhan. Tiap manusia yang
lahir otomatis memiliki HAM sebagai pemberian dari Tuhan

HAM hanya dimiliki manusia


Hak asasi manusia hanya dimiliki oleh manusia. Sebagai makhluk
sempurna yang diciptakan Tuhan, HAM hanya dimiliki manusia, sesuai
dengan namanya yaitu hak asasi bagi manusia.
HAM harus dilindungi dan dihormati
Aturan mengenai hak asasi manusia sudah disepakati oleh
PBB. Maka tiap negara harus menghormati hak asasi dari
tiap warganya. HAM harus dilindungi, dihormati dan
ditegakkan oleh pihak-pihak yang terkait.
PEL ANGGARAN
HAM
Bedasarkan Pasal 1 Angka 6 No. 39 Tahun 1999 yang disebut dengan pelanggaran HAM/hak
asasi manusia setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang yang di dalamnya termasuk
aparat negara, maupuin bukan, baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara
hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan ataupun mencabut hak asasi manusia
seseorang atau kelompok orang yang dijamin atas UU dan tidak mendapatkan ataupun
dikhawatirkan tidak akan memperoleh suatu penyelesaian hukum yang adil dan benar
berdasarkan pada mekanisme hukum yang telah berlaku.
a. Kasus pelanggaran HAM yang biasa, meliputi :

§ Pemukulan
§ Penganiayaan
§ Pencemaran nama baik
§ Menghalangi orang untuk mengekspresikan pendapatnya
§ Menghilangkan nyawa orang lain

b. Kasus pelanggaran HAM yang bersifat berat, meliputi :

§ Pembunuhan masal (genosida)


§ Pembunuhan sewenang-wenang atau di luar putusan pengadilan
§ Penyiksaan
§ Penghilangan orang secara paksa
§ Perbudakan atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis
CONTOH KASUS PELANGGARAN HAM
• Peristiwa Trisakti dan Semanggi (1998)
• Kasus Marsinah 1993.
• Aksi Bom Bali 2002.
• Peristiwa Tanjung Priok (1984)
• Kasus Penganiayaan
Wartawan Udin (1996)
• Peristiwa Pemberontakan di Aceh
Gerakan Aceh Merdeka/GAM (1976-2005)
• Penculikan aktivis 1997/1998
L ANDASAN
HUKUM HAM
1. PANCASILA
Dasar hukum HAM yang paling tinggi dan paling utama adalah sila-sila pada
Pancasila. Kelima sila Pancasila memuat hak asasi manusia dengan
penjabaran sebagai berikut:

a. Sila 1 : Menjamin kebebasan dalam memeluk agama

b. Sila 2 : Memperlakukan manusia dengan pantas sesuai dengan harkat,


martabat dan derajatnya

c. Sila 3 : Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara

d. Sila 4 : Menjamin warga negara untuk berkumpul, berpendapat dan


berperan serta dalam pemerintahan

e.Sila 5 : Menjamin untuk hidup layak dan memperoleh kesempatan dalam


bekerja
2. PEMBUKAAN UUD 1945
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 juga menjadi landasan
hukum HAM di Indonesia. Hal ini dapat dilihat pada alinea 1
tentang hak untuk merdeka serta pada alinea 4 tentang
memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa
dan ikut serta memelihara perdamaian dunia.
3. BATANG TUBUH UUD 1945
Selain pada pembukaan UUD 1945, landasan hukum hak asasi manusia juga

terdapat pada batang tubuh UUD 1945 sebelum diamandemen, antara lain

sebagai berikut:

a. Persamaan kedudukan warga Negara dalam hukum dan pemerintahan (pasal

27 ayat1).

b. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (pasal 27 ayat 2).

c. Hak mengeluarkan pikiran dengan lisan atau tulisan (pasal 28).

d. Kebebasan memeluk agama dan beribadat sesuai dengan agama dan

kepercayaanya (pasal 29 ayat 2).

e. Bab XA pasal 28A sampai 28J yang membahas tentang Hak Asasi Manusia.
4. UU NO. 39 TAHUN 1999
TENTANG HAK ASASI MANUSIA
Undang-undang nomor 39 tahun 1999 mempunyai dasar perlindungan
hukum dalam Hak Asasi Manusia. Adapun HAM yang dijamin dalam UU
ini antara lain yaitu:

a. Hak untuk hidup

b. Hak untuk berkeluarga

c. Hak untuk mengembangkan diri

d. Hak untuk memperoleh keadilan

e. Hak atas kebebasan pribadi


5. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
PEMERINTAH
Ada beberapa peraturan perundang-undangan yang dibuat
pemerintah yang menjadi dasar hukum HAM, baik itu Undang-
Undang, Keputusan Presiden (Keppres) atau pun TAP MPR. Berikut
merupakan peraturan perundang-undangan tentang HAM.
a. UU no. 26 tahun 2000 tentang pengadilan hak asasi manusia
b. UU no. 5 tahun 1998 tentang konvensi menentang penyiksaan
dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi
atau merendahkan martabat manusia
c. TAP MPR No 27/MPR 1998
d. Keppres no. 181 tahun 1998 tentang Komisi Nasional Anti
Kekerasan terhadap perempuan
e. UU no. 7 tahun 1984 tentang penghapusan segala bentuk
diskriminasi terhadap perempuan
6. HUKUM INTERNASIONAL TENTANG HAM
YANG SUDAH DIRATIFIKASI DI INDONESIA

Hak Asasi Manusia yang mempunyai pengakuan dari hukum internasional


yang telah mendapatkan ratifikasi dari negara Indonesia sebagai berikut:

a. UU Republik Indonesia no. 5 tahun 1998 tentang pengesahan konvensi


menentang penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam,
tidak manusiawi atau merendahkan martabat orang lain

b. UU no. 8 tahun 1984 tentang pengesahan konvensi mengenai


penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap wanita.

c. Deklarasi sedunia tentang Hak Asasi Manusia tahun 1948 (Declaration


Universal of Human Rights)
U PAYA
P E M E R I N TA H
DALAM
PENEGAKKAN
HAM
1. MEMBENTUK KOMNAS HAM
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM)
dibentuk pada tanggal 7 Juni 1993 oleh Soeharto Tujuan dibentuknya Komnas Ham adalah
melalui Keputusan Presiden No. 50 tahun 1993.
• Mengembangkan kondisi yang kondusif
Kedudukan Komnas HAM kemudian memiliki
bagi pelaksanaann hak asasi manusia sesuai
keuatan hukum yang lebih kuat dengan munculnya
dengan Pancasila, UUD 1945, Piagam PBB
Undang-Undang No 39 tahun 1999 yang berisi
dan Deklarasi Universal Hak Asasi
tentang Hak Asasi Manusia.
Manusia.
• Meningkatkan perlindungan dan penegakan
hak asasi manusia
2. MEMBENTUK INSTRUMEN HAM
Proses penegakan dan perlindungan hak asasi
manusia akan lebih terjamin dengan adanya
instrumen HAM. Instrumen HAM pada
umumnya berbentuk peraturan perundang-
Peraturan perundang-undangan lainnya yang
undangan dan lembaga penegak HAM. mengatur masalah adalah Piagam HAM, TAP MPR
Dalam UUD tahun 1945 sebelum amandemen No XVII/MPR/1998, UU Republik Indonesia No
juga memuat berbagai jaminan terhadap HAM. 39 tahun 1999 diikuti PERPU No 1 tahun 1999
Di pasal 27 sampai 34 telah tercantum hak
asasi manusia secara garis besar yang berisi
hak dalam bidang politik, hak dalam bidang
ekonomi, hak dalam bidang sosial dan budaya
serta hak dalam pertahanan dan keamaan.
3. MEMBENTUK KOMISI NASIONAL
ANTIKEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN
Dasar pertimbangan dalam Tujuan dari komisi ini adalah

pembentukan komisi ini adalah • – Mensosialisasikan pemahaman tentang


bentuk-bentuk kekerasan terhadap
untuk mencegah terjadinya perempuan
– Menciptakan kondisi yang kondusif dengan
segala bentuk kekerasa terhadap penghapusan segala bentuk kekerasan
wanita. Komisi Nasional terhadap perempuan
– Meningkatkan upaya untuk mencegah dan
Antikekerasan terhadap menanggulangi segala bentuk kekerasan
Perempuan bersifat independen. terhadap perempuan dan hak asasi perempuan
4. MEMBENTUK KOMISI PERLINDUNGAN
ANAK INDONESIA melakukan penelaahan, menerima
Selain membentuk Komisi Nasional
pengaduan masyarakat, pemantauan,
Antikekerasan terhadap Perempuan,
evaluasi dan pengawasan terhadap
pemerintah juga membentuk Komisi
penyelenggaraan perlindungan anak
Perlindungan Anak yang bersifat independen
dan memiliki tugas sebagai berikut • Memberikan laporan, masukan, saran
dan pertimbangan kepada presiden
• Mensosialisasikan seluruh ketentuan
tentang penyelenggaran perlindungan
peraturan perundang-undangan yang
anak
berkaitan dengan perlindungan anak,
mengumpulkan data dan informasi, • Dengan adanya lembaga ini maka
diharapkan hak-hak anak Indonesia
dapat terlindungi.