You are on page 1of 37

ASEPTIS DISPENSING

DALAM
PENANGANAN OBAT KANKE R

Dra.Guswita , Apt ,Msi

RUMAH SAKIT KANKER “DHARMAIS”


LATAR BELAKANG

Kontaminan
Kontaminan
dari
Kontaminasi dari
personil &
peralatan
lingkungan

Produk
Produk
dari
Kontaminasi Silang dari
personil &
peralatan
lingkungan
SUMBER KONTAMINASI

MANUSIA (PALING BESAR)

• Sentuhan langsung
• Pelepasan sel-sel kulit dan rambut

SUPLAI UDARA

Heating Ventilation and Air Conditioning (HVAC)

INFILTRASI

Partikel yang masuk melalui tempat yang berdekatan (


contoh ruang antara)
Kontaminasi silang terjadi

 Disain sistem pengendali udara & debu yg


tidak sesuai
 Pengoperasian & perawatan sistem
pengendali udara & debu yg kurang baik
 Prosedur untuk personil & peralatan yang
kurang baik
 Prosedur cleaning yang kurang baik
“ASEPTIS” : bebas mikroorganisme

TEHNIK “ASEPTIS” :
Metode atau cara yang dilakukan sebelum dan
selama proses peracikan obat yang dapat
mengurangi risiko paparan terhadap petugas dan
pasien dengan menurunkan/meniadakan jumlah
mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh.
Hirarki Tehnik Aseptis Dispensing

MUTU PRODUK

Clean room
3%

LAF
(7%)

Tehnik aseptis
40%

Pengetahuan khusus
50%
Pengetahuan Khusus yang harus
diperhatikan untuk menjaga mutu produk :

 Suhu penyimpanan
 Pelarut yang digunakan, konsentrasi
obat dalam pelarut
 Stabilitas larutan
 Incompatibilitas
TEHNIK ASEPTIS

SYRINGE

NEEDLE
TEKNIK
VIAL
SPESIFIK
AMPUL

MEMBUKA KEMASAN

HAND PLACEMENT
TEHNIK BEKERJA
CUCI TANGAN
Lepas semua pehiasan dari
jari, tangan dan lengan.
Basahi tangan dan lengan
(setengah siku)

Cuci dengan sabun secukupnya

Gosok selama satu menit perhatian


pada sela2 jari, telapak tangan dan
kuku ( dilarang menggunakan
pemoles kuku)

Keringkan tangan menggunakan


pengering otomatis (automatic
hand dryer)

www.themegallery.com Company Logo


WASTAFEL

HAND DRYER
GLOVE (SARUNG TANGAN)
MEMASANG SARUNG
TANGAN
Gunakan sarung tangan steril
dalam cleanroom.

Syarat : steril, latex bebas


powder, nitril

Direkomendasikan double.
Bagian terluar ganti jika robek
atau terjadi kontaminasi

Harus didisinfeksi dengan alkohol


setiap operator kembali ke cabinet
atau menyentuh benda tidak steril

Selesai bekerja, setelah kedua


sarung tangan dilepas, tangan
dicuci bersih.

www.themegallery.com Company Logo


Memakai Alat Pelindung Diri

1. Kaca mata google

2. Masker N95

3. Baju kemoterapi

4. Sarung tangan
Perlengkapan Pelindung
Untuk melindungi petugas dari keterpaparan obat
kanker, terdiri dari :
 Baju pelindung, harus berlengan panjang dan
bermanset, dengan bahan bersifat dapat menahan
penetrasi partikel tumpahan obat.
 Sarung tangan terbuat dari latex yang tebal dan
tidak berbedak.Dianjurkan menggunakan double
sarung tangan.
 Topi disposable.
 Masker N95
 Kacamata google
Teknik Aseptis - Syringe
 Ukuran syringe yang tersedia antara 1
sampai 50 ml
 Tanda yang bergradasi (Garis-garis)
pada syringe menunjukan perbedaan
volume bergantung ukuran syringe
 Jangan menggunakan syringe yang dua
kali lebih besar dari volume yang
dibutuhkan (C: kebutuhan 5 ml ukuran
syringe 5 ml)
 Untuk menjaga sterilitas, syringe tip atau
plunger tidak boleh tersentuh
Syringe

NEVER TOUCH
Tip or Plunger
Teknik Aseptis - Syringe

1.5ml measured
Teknik Aseptis - Needle
 Ukuran Needle ditentukan oleh dua nomor
• Diameter lubang (gauge)
• Panjang (inch)
 Nomor diameter lubang yang lebih besar
menunjukan ukuran diameter lubang lebih
kecil.
• Ukuran needle 27G diameter lubang dan
panjangnya lebih kecil dari ukuran needle 18G
• Ukuran needle di Indonesia
• 27G & 1/2 inch
• 18G & 1 1/2 inch
 Panjang needle diukur dengan inch
 Jangan sentuh sebagian dari needle
 Membuka needle harus dalam kemasan
untuk menjamin sterilitas
Needle
 Hub
• Tempat dimana jarum
menempel pada syringe
tip dan cairan dari syringe
mengalir ke jarum
 Bevel
• Ujung jarum miring dan
bagian miring dari needle
Teknik Aseptis - Vial and Ampul

Vial Ampul
VIAL

www.themegallery.com Company Logo


TEHNIK MEMINDAHKAN SEDIAAN OBAT DARI VIAL

1. Membuka vial larutan obat

• Buka cap penutup vial.


• Seka bagian karet vial dengan swab alkohol, biarkan mengering.
• Berdirikan vial
• Bungkus cap dan swab alkohol, buang ke dalam kantong buangan
tertutup
• Lilitkan kassa sekitar vial

2. Pegang vial dengan posisi 45º, pasang nedle ke dalam vial (needle 18)
lanjutan ……

3. Khusus obat kanker dalam bentuk serbuk masukan


pelarut yang sesuai kedalam vial, gerakan perlahan –
lahan memutar untuk melarutkan obat.

4. Pegang vial dengan posisi 45º, tarik larutan ke dalam


syringe tersebut.

4. Untuk permintaan intra vena (iv) drip, suntikan larutan


obat ke dalam bag infus dengan posisi 45º perlahan-
lahan melalui dinding agar tidak berbuih dan tercampur
sempurna.
Lanjutan...

6. Untuk permintaan iv bolus ganti needle dengan ukuran yang sesuai


untuk penyuntikan (needle 27).

7. Bila syringe dikirim tanpa needle (syringe dengan infuset yang khusus),
pegang syringe dengan posisi jarum ke atas angkat jarum dan buang ke
kontainer buangan tertutup.

8. Pegang syringe dengan bagian terbuka ke atas, tutup dengan ”luer lock
cap”.
MENARIK LARUTAN
MEMASUKAN LARUTAN
Ampul
J MOTION

Tujuan menghilangkan gelembung udara


TEHNIK MEMINDAHKAN SEDIAAN OBAT DARI AMPUL

Membuka ampul larutan obat


• Pindahkan semua larutan obat dari leher ampul dengan mengetuk-
ngetuk bagian atas ampul atau dengan melakukan gerakan J-
motion.
• Seka bagian leher ampul dengan swab alkohol biarkan mengering.
• Lilitkan kassa sekitar ampul.
• Pegang ampul dengan posisi 45º, patahkan bagian atas ampul
dengan arah menjauhi petugas.
• Pegang ampul dengan posisi ini sekitar 5 detik.
• Berdirikan ampul.
• Patahan ampul dan kassa buang ke dalam kantong buangan
tertutup.
Lanjutan …..

Mengambil Larutan Obat


• Pegang ampul dengan posisi 45º, masukkan needle ke dalam
ampul, tarik seluruh larutan dari ampul, tutup needle.
• Pegang ampul dengan posisi 45º, sesuaikan volume larutan
dalam syringe sesuai yang diinginkan dengan menyuntikkan
kembali larutan obat yang berlebih kembali ke ampul.

• Tutup kembali needle


Untuk permintaan Intra Vena (IV) drip, suntikan larutan obat ke
dalam bag infus dengan posisi 45º perlahan-lahan melalui
dinding agar tidak berbuih dan tercampur sempurna
Untuk permintaan IV bolus ganti needle dengan ukuran yang

sesuai untuk penyuntikan.


Ampul
1 2

3 4
CRITICAL POINT

- TIP SYRINGE NEEDLE sepanjang needle


(mulai dari hub
- PLUNGER sampai dengan
bevel tip)

DO NOT
TOUCH
NECK (LEHER
AMPUL) RUBBER TOP

OPENED AMPOULE VIAL / BOTOL IV

Untuk vial/ botol iv & ampul harus diswab alkohol steril sebelum
digunakan.
Teknik Aseptis - Hand Placement
 Selama melakukan pencampuran
maka tangan jangan menempel pada
kisi-kisi udara yang akan mencegah
aliran udara steril.
 Jangan menyentuh syringe plunger,
khususnya selama syringe digunakan
berulang. Selama plunger masuk ke
dalam syringe kemungkinan terjadi
kontaminasi selama penggunaan
berulang.
MEMASUKKAN KEDALAM INFUS
PERSIAPAN REKONSTITUSI

www.themegallery.com Company Logo


Penandaan (label)
PERHATIKAN
• Sediaan obat harus baik, wadah tidak pecah/terbuka,
tidak kadaluarsa

• Disinfeksi seluruh obat dan alkes yang digunakan


terutama pada “critical point”

• Jangan menggunakan syringe yang sama untuk


sediaan obat dari vial yang berbeda

• Untuk bahan/peralatan yang sudah digunakan


harus langsung dibuang
RUMAH SAKIT KANKER “DHARMAIS”