You are on page 1of 34

GIGITAN ULAR DAN

BINATANG LAINNYA

Dr. Tan Suhardi, SpB.FINACS


SUB SMF BEDAH DIGESTIF
DEP.BEDAH RSPAD GATOT SOEBROTO
DITKESAD
Gigitan Ular
(Snake Bite)

Dr. Tan Suhardi, SpB.FINACS


SUB SMF BEDAH DIGESTIF
DEP.BEDAH RSPAD GATOT SOEBROTO
DITKESAD
I. Pendahuluan

Fatal
Gigitan & sengatan

Pengelolaan Baik

GIGITAN ULAR
- Penelitian tentang ular : belum berkembang
- Data pasti gigitan ular : belum ada

Diduga/benar-benar digigit binatang berbisa :


banyak + cara kerja bisa + derajat absorbsi tidak diketahui
BB
Umur mempengaruhi berat ringan gejala
Ku

1/24
Epidemiologi

 Banyak jenis ular beracun didunia


10 – 15% dr 3500 spesies  ular berbisa
WHO : 300.000 kasus/ th  angka kematian : 30.000 – 40.000.
(Asia tenggara & Amerika selatan)
Indonesia: 110 jenis ular berbisa, dr 400 jenis ular yang ada (laut & darat)
35 jenis didarat : 5 jenis jarang tdp di lap.  14 jenis di Papua

 Jenis ular berbisa :

1. Elapidae ( Kobra, Kraits, Mambas dan Coral Snakes)


2. Viperidae
3. Hydropidae
4. Crotalidae (Pit. Vipers)
5. Colubridae, jenis ini hanya terdapat di Afrika. (2)

2/24
Ular

 Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Sub Ordo : Serfentes

 Tubuh : Silinder Panjang


100 vertebra, sampai 300 vertebra, 2 pertama kekepala bukan kerusuk
kerangka ringan  pergerakan bebas, elastis
kedua rahang : banyak gigi, tajam ~ jarum
ular berbisa : taring (ada yang bisa ditarik ke atap dr mulut : Vipers)
(tidak bisa ditarik : Cobra dan Coral, dihub.kekelenjar bisa)

 Ular harus menggigit untuk memasukkan bisa


Kebanyakan ular penglihatan sangat baik, penciuman tajam.
Ada yang memiliki tambahan indera kimiawi : lidah ~ organ jacobson
reseptor panas : deteksi perb. temp

3/24
 Sistem saraf ular berkembang baik
Tingkat kepandaian diantara ikan dan mamalia
Semua ular karnivora
Bereproduksi : Bertelur & beranak

 Ular berbisa menggigit : belum tentu menginjeksi bisa.


Bisa : - Modifikasi salifa,untuk menangkap / membunuh & mencerna mangsa, dari
26 jenis enzim (6 – 12).
- Tgt dr toksisitas ular, tgt sifat : Hemo / neurotoksik.
- Faktor yang mempengaruhi : Umur, BB, KU, lokasi gigitan, jenis besar
keadaan emosi dan keadaan kelenjar bisa dari ular yang menggigit, super
infeksi, pergerakan otot pada tempat gigitan.

4/24
GAMBARAN ULAR BERBISA
DAN TIDAK BERBISA (3)

 Ular Berbisa
Kepala : Segitiga kecuali Cobra
Taring : Ada
Pupil : Berbentuk elips
Bentuk Ekor : jajaran lingkar tunggal
Bekas gigitan : Tanda gigi taring

 Ular Tidak Berbisa


Kepala : Melingkar
Taring : Tidak ada
Pupil : Berbentuk bulat
Bentuk Ekor : Jajaran lingkar ganda
Bekas gigitan : Barisan gigi kecil

5/24
Macam-macam Ular (Berbisa) (3)
1. VIPER RHINOCEROS VIPER:

GABOON VIPER :

6/24
2. KING COBRA 4. KING SNAKE

3. ULAR CORAL 5. SEA SNAKE

7/24
6. MOCCASIN SNAKE 8. RATTLE SNAKE

7. COPPERHEAD SNAKE

8/24
9. EASTERN GREEN MAMBA 11. The fer-de-lance

10. INLAND TAIPAN

9/24
Macam-macam Ular (Tidak Berbisa) (3)
1. RAT SNAKE 3. GARTER SNAKE

2. BULL SNAKE 4. FOX SNAKE


Eastern Fox Snake Western Fox Snake

10/24
5. RING SNAKE 6. HOGNOSE SNAKE

7. PYTHON SNAKE

11/24
8. BOA SNAKE 9. ANACONDA SNAKE

12/24
Beberapa Gambar Yang Diambil Dari Spesial Edisi “Die Giftschlangen der Erde” (The
Poison Snakes on Earth) dari Behringwerke pada perayaan 100 tahun The
Farbwerke Hoechst AG (3).

17 jam setelah gigitan ular 42 jam setelah gigitan 3 hari setelah gigitan Akgistrodon
Coral (MICRUSUS Rattle Snake (CROTALUS pada jari tengah kanan anak usia
CORALLINUS) DURISSUS) 10 thn.

30 jam setelah pengobatan


pada gigitan Eyelash Viper
(BOTHRICHIS SCHLEGELII)
pada ibu jari kaki kanan

13/24
30 jam setelah pengobatan pada gigitan Eyelash Viper (BOTHRICHIS
SCHLEGELII) pada ibu jari tangan kanan

Pengobatan yang berhasil dari bedah


plastik yang memungkinkan
10 jam setelah kejadian gigitan Bothrops dilaksanakan saat itu
14/24
Extensive haematoma associated
with attempted insertion of jugular
venous line in a patient with snake
bite coagulopathy.

15/24
Gejala Klinik

 Bervariasi
1. Lokal : Edema, Erythema, Ecchymosis, Bulla, Necrosis
2. Sistemik : - Sistim Kv : Hematuria, Melena, Hematemesis, Epistaxis,
Hemoptysis,Kolaps vasculer perifer,
macet ginjal akut
- SSP : Sesak Nafas, kegagalan pernafasan, kejang-kejang.

 20 – 25% gigitan ular berbisa hanya gejala lokal, luka bekas gigitan kadang
tidak kelihatan.
 Kebanyakan gigitan pd ekstremitas
Tanda gigitan : bentuk semi sirkuler, tdk gejala-gejala diluar kebiasaan  dpt
diperkirakan bkn ular berbisa.

16/24
 Gejala umum gigitan ular berbisa :

a. Nyeri tekan pada kelenjar regional


b. Muntah, sakit kepala dan syncope.
c. Tanda – tanda neurotoksik
d. Perdarahan yang lama dari luka, hematom haemoptisis atau haemotemesis,
menorrhagi dan perdarahan usus. (1)

Hasil gigitan ular beracun dapat menyebabkan keracunan hanya pada 50 – 70%
kasus, dapat berupa :
- Keracunan yang ringan :
- Keracunan yang sedang
- Keracunan yang berat

17/24
Klasifikasi menurut Parrish : (2)
a. Grade 0 : tidak terdapat keracunan, terdapat bekas taring atau gigi, rasa sakit
minimal, edem dan eritema kurang dari 2,5 cm dalam 12 jam pertama
tidak terdapat gejala sisitemik.
b. Grade 1 : keracunan minimal, terdapat bekas taring atau gigi,nyeri hebat,edema
dan eritema sekitar 2,5 – 12,5 cm dalam 12 jam pertama , biasanya
belum terdapat gejala sistemik .
c. Grade 2 : Keracunan sedang, terdapat bekas taring atau gigi, nyeri hebat,
edema, eritema sekitar 15 - 30 cm dalam 12 jam pertama. Kadang-
kadang disertai gejala sistemik seperti gejala-gejala neurotik, mual,
kesemutan dan pembesaran kelenjar regional.
d. Grade 3 : Keracunan berat, terdapat bekas taring atau gigi, nyeri hebat, edema
dan eritema lebih dari 30cm. Gejala sistemik seperti hipertensi,
petechiae dan echimosis umum, syok .
e. Grade 4 : Keracunan sangat berat, terdapat bekas taring atau gigi, edema telah
melewati ekstremitas yang terkena . Gejala sistemik selalu ada,
termasuk gagal ginjal dan coma .

18/24
DIAGNOSA
Seringkali sulit membuat diagnosa pada saat penderita
datang. Bila ular dapat ditangkap hidup-hidup ataupun mati
maka dapat dibedakan :
1. Pupil : makin bulat, makin tak berbisa .
2. Taring : a. Jenis gigi aglypha
b. Jenis gigi Ophistoglypha
c. Jenis gigi Proteroglypha
d. Jenis gigi Solenoglypha
Dari bentuk luka gigitan kadang–kadang dapat ditentukan jenis ular yang menggigit :
· Bekas gigitan semi sirkuler ; bukan ular berbisa.
· Bekas gigitan taring : vulnus punctum dapat 2 atau lebih dapat dg / tanpa luka
sirkuler; : gigitan ular berbisa.
· Cetakan luka.
Tusukan taring sering tak terlihat dengan mata telanjang.
· Reaksi lokal.

19/24
Snake bite on the finger

20/24
PERAWATAN
Tindakan (6) :
1. Jagalah posisi si korban
2. Pasang tourniquet
3. Usahakan agar mengeluarkan racun dari luka
- Beri Yodium tinctur
- Toreh/ iris bagian luka gigitan
- Keluarkan darahnya
- Sekarang tourniquet, diangkat/dilepas , diulas yodium tinctur 5% ,
ditaburi bubuk sulfa (sulfa nilamide powder), ditutup dg kain kasa steril + dibalut.
- Apabila penderita tidak dapat bernapas / pernapasannya terlihat berhenti, berilah
pernapasan buatan.
- Jika torehan itu terus berdarah, diatas kasa steril tekan luka dg kuat sampai
perdarahan berhenti.

21/24
Stopping bleeding with pressure and ice Stopping bleeding with direct pressure

Stopping bleeding with a tourniquet

22/24
PENGOBATAN
A. Spesifik (1) :
1. Pemberian serum ABU
2. Penggantian fibrinogen
3. Heparin

B. Umum :
observasi ketat, paling tidak 24 jam,
1. Masuk perawatan : pemeriksaan darah lengkap, waktu perdarahan, waktu
pembekuan, hematokrit analisis urine dan test hipersensitivity terhadap serum.
2. Dianjurkan total bedrest dan immobilisasi anggota yang kena gigitan.
3. Diberikan infus larutan NaCl/glucose
4. Pada kasus – kasus yang berat dirawat di ICU.
5. Untuk mengatasi rasa nyeri dan gelisah dapat diberikan Diazepam atau Barbiturat,
Morphin tidak dianjurkan.
6. ATS perlu diberikan, antibiotika diberikan bila ada indikasi.
7. Bila terjadi atau kemungkinan terjadi reaksi pemberian serum ABU, diberikan cortico
steroid.
Untungnya kebanyakan korban gigitan ular berbisa dengan emberian serum anti bisa
ular, gejala – gejala kebisaan cepat menghilang dan tidak terjadi sequelae.
23/24
TERIMA KASIH
Gigitan Anjing &
Rabies
Dr. Tan Suhardi, SpB.FINACS
SUB SMF BEDAH DIGESTIF
DEP.BEDAH RSPAD GATOT SOEBROTO
DITKESAD
GIGITAN ANJING & RABIES
PENYEBAB VIRUS RABIES – PENY. ANJING GILA
VIRUS ADA DI JAR SARAF DAN AIR LIUR
VIRUS MATI KRN SINAR MATAHARI / FORMALIN / ASAM
KUAT / DIPANASKAN 56C DLM 1 JAM
DAPAT HIDUP DLM LEMARI ES,DEKAT TITIK BEKU
INFEKSI MLL KULIT / MUKOSA YG LUKA
BISA OLEH ANJING/KUCING/BINATANG MENYUSUI LAIN
GAMBARAN KLINIS

MASA INKUBASI 10 – 90 HARI [6 HR – 2 TH]


ELEMEN SARAF BANYAK & DEKAT SSP – GEJALA CEPAT
FASE PRODROMAL – PANAS, NYERI KEPALA,LEMAH
- NYERI MENELAN/TAKUT MINUM AIR
- ANOREKSIA
• FASE RANGSANG - GELISAH / AGRESIF / TAK BISA TIDUR
- KONVULSI / KELAKUAN ANEH
• FASE KELUMPUHAN – [KEMATIAN NEURON]
- HIPOKSEMIA/ARITMIA JANTUNG
- HEMIPARESIS / KOMA
PENANGANAN

DAERAH GIGITAN CUCI AIR SABUN/DEBRIDEMAN [12 JAM


AWAL]
BINATANG DIOBSERVASI—BILA DICURIGAI/MENGIDAP
RABIES – VAKSINASI
BILA BINATANG [+] RABIES –--- VAKSIN + SERUM
Terima Kasih
Gigitan Serangga

Dr. Tan Suhardi, SpB.FINACS


SUB SMF BEDAH DIGESTIF
DEP.BEDAH RSPAD GATOT SOEBROTO
DITKESAD
LUKA GIGIT / SERANGGA

PERSOALAN – LUKA / INFEKSI / ALLERGI


LUKA ---– PENANGANAN LUKA – DEBRIDEMAN / JAHIT
SITUASI
GIGITAN MANUSIA LBH BERBAHAYA – KUMAN MACAM2
RACUN ----- ANTI RACUN
ALLERGI ----- ANTI ALLERGI
BINATANG PERLU DIIDENTIFIKASI UTK MENENTUKAN
AKIBAT GIGITAN / SENGATAN
Terima Kasih