You are on page 1of 32

L/O/G/O

APPENDICITIS INFILTRAT
Oleh: Walida Nur Habibah
J510185029
Identitas
1 Nama : Tn. M

2 Alamat : Suruhan Polokarto

3 Usia : 66 tahun

4 Jenis Kelamin : Laki-laki

5 No.RM : 004597xx

6 Pekerjaan : Buruh
8
7 Tanggal masuk RS : 18 Februari 2019
ANAMNESIS
Keluhan Utama

Nyeri perut kanan bawah


Riwayat Penyakit Sekarang

Nyeri hebat perut kanan bawah

Nyeri awalnya di epigastrium

Satu jam SMRS

Mual, muntah, tidak nafsu makan

Demam
Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Penyakit yang Sama Disangkal

Riwayat Alergi Obat Disangkal

Riwayat Hipertensi Disangkal

Riwayat Diabetes Melitus Disangkal


Riwayat Penyakit Keluarga

Riwayat Alergi Obat Disangkal

Riwayat Hipertensi Disangkal

Riwayat Diabetes Melitus Disangkal


Anamnesis Sistem

Sistem serebropinal

Sistem kardiovaskular

Sistem respiratorius
Tidak ada keluhan
Sistem gastrourinarius

Sistem muskuloskeletal

Sistem integumentum
PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis

Keadaan umum : Cukup

Kesadaran: Compos Mentis

Gizi : Kesan Cukup


Vital Sign

80x/menit 39 oC

Tekanan Nadi Respirasi Suhu


Darah Rate

130/80 20x/menit
mmHg
Kulit : dalam batas normal Telinga : dalam batas normal

Kepala : dalam batas normal Hidung : dalam batas normal

Wajah : dalam batas normal Mulut : dalam batas normal

Mata : dalam batas normal Leher : dalam batas normal

Paru : dalam batas normal Jantung : dalam batas normal

Eks : dalam batas normal


Status Lokalis

 Cembung
Inspeksi Palpasi  Nyeri tekan
 Warna kulit Mc.burney
sama dg  Rovsing sign (+)
sekitar  Blumberg sign
(+)
Regio  Teraba massa

kanan
 Peristalik (+) bawah  Timpani

auskultasi Perkusi

Psoas sign (+)

Obturator sign (+)


PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
Hematologi Rutin Hasil Satuan Rujukan Hitung Jenis
Hb 10.7 g/dl 12 – 16 90.5 % 50,0 –
HCT 33.3  37 – 47
Neutrofil%
70,0
AL 13.39 103/l 5 – 10
4.9 % 25,0 –
AT 302 103/l 150 – 300 Limfosit%
40,0
5.23
AE 106/l 4,00 – 5,00 Monosit% 3.6 % 3,0 – 9,0
Eosinofil% 0.6 % 0.5-5.0
Index Eritrosit
63.6 /um 82,0 – 92,0 Basofil% 0.4 % 0.0-1.0
MCV
Neutrofil# 12.11 Ribu/ul 2.00-7.00
20.4 Pg 27,0 – 31,0 Limfosit# 0.66 Ribu/ul 1,25 – 4,0
MCH
0.48 Ribu/ul 0,30 –
Monosit#
32.0 g/dl 32,0 – 37,0 1,00
MCHC
Eosinofil# 0.09 Ribu/ul 0,02-0.50
Basofil# 0.05 Ribu/ul 0.0-10.0
Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan CT 15.8 menit 2-8
Ureum 43 mg/100ml 10-50 BT 42.3 menit 1-3
Kreatinin 1.44 mg/dl 0.5-0.9 Kimia Klinik
GDS 130 mg/dL 70 – 150
Hati
SGOT 24 U/I 0-46
SGPT 15 U/I 0-42
USG Abdomen

Kesan :
Regio Mc.burney tampak lesi patologis
mendukung gambaran appendicitis
Rongen Thorax

Kesan : COR dalam batas normal


Paru tak tampak kelainan
EKG

Kesan : normal sinus rhythm


Skor Alvarado
Gejala Klinik Value

Adanya migrasi nyeri 1

Anoreksia 1

Mual/muntah 1

Nyeri RLQ 2

Nyeri lepas (rebound) 1

Febris >37.3 1

Leukositosis >10.000 2

Shift to the left >75% 1

JUMLAH 10

Hasil >9 : very possible


Resume

Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan


Anamnesis
Penunjang

• Nyeri kanan • Suhu 39 C • Leukositosis


bawah
• Nyeri tekan • Usg: gambaran
• Satu jam SMRS Mc.burney appendicitis
• Demam • Rovsing sign (+) • Skor alvarado: 10
• Mual • Blumberg sign (+)
• Muntah • Psoas sign (+)
• Tidak nafsu makan • Obturator sign (+)
• Teraba massa
Diagnosis

Appendisitis Infiltrat
Tatalaksana

Non operatif

Inj. Ceftriaxon
1gr/12jam Inj. Ranitidin 1 amp Paracetamol 3x500 mg
Inf RL 20 tpm Sukralfat sirup 3XC1
Inf metronidazole /12jam
Pronalgess supp 3x1
500 mg/8 jam
Operatif

Laparotomy
L/O/G/O

Thank You!
Anatomi
Definisi
Apendisitis infiltrat adalah proses radang
apendiks yang penyebarannya dapat
dibatasi oleh omentum dan usus-usus dan
peritoneum disekitarnya sehingga
membentuk massa (appendiceal mass).
Etiologi
• Fekalit
• hipertrofi jaringan limfoid
• sisa barium dari pemeriksaan roentgen
• diet rendah serat
• cacing usus termasuk ascaris.
• Trauma tumpul atau trauma karena
colonoscopy
Manifestasi klinis
• Appendisitis infiltrat didahului oleh keluhan appendisitis
akut yang kemudian disertai adanya massa
periapendikular.
• Gejala klasik apendisitis akut yaitu nyeri di daerah
umbilikus atau periumbilikus yang berhubungan dengan
muntah.
• Dalam 2-12 jam nyeri beralih kekuadran kanan, yang
akan menetap dan diperberat bila berjalan atau batuk.
• anoreksia, malaise, dan demam yang tidak terlalu tinggi
• konstipasi tetapi kadang-kadang terjadi diare
• Pada permulaan timbulnya penyakit belum ada keluhan
abdomen yang menetap. Namun dalam beberapa jam
nyeri abdomen kanan bawah akan semakin progresif.
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang
• Pemeriksaan Laboratorium
• Pemeriksaan Radiologi
Foto polos abdomen.
USG atau CT Scan
Pemeriksaan Barium enema dan Colonoscopy
Tatalaksana
• Pada periapendikular infiltrat, dilarang keras membuka perut, tindakan
bedah apabila dilakukan akan lebih sulit dan perdarahan lebih banyak.
Terapi sementara untuk 8-12 minggu adalah konservatif saja
• Bila pada waktu membuka perut terdapat periapendikular infiltrat maka luka
operasi ditutup lagi, apendiks dibiarkan saja. Terapi konservatif pada
periapendikular infiltrat :
 Total bed rest posisi fawler agar pus terkumpul di cavum douglassi
 Diet lunak bubur saring
 Antibiotika parenteral dalam dosis tinggi, antibiotik kombinasi yang aktif
terhadap kuman aerob dan anaerob. Baru setelah keadaan tenang,
yaitu sekitar 6-8 minggu kemudian, dilakukan apendiktomi.
• Massa apendiks dengan proses radang yang masih aktif sebaiknya
dilakukan tindakan pembedahan segera setelah pasien dipersiapkan,
karena dikuatirkan akan terjadi abses apendiks dan peritonitis umum.
Komplikasi
• Peritonitis generalisata
• Pelvic Abscess
• Subphrenic absess
• Intra peritoneal abses lokal.